Selamat Datang di Website
Gereja Katolik St Ignatius Magelang
   
DILEMA PENGUNGSI 
Tuesday, November 9, 2010, 17:24 - BERITA Posted by Administrator


Merapi takkunjung beristirahat. Setiap saat, merapi terus menyemburkan isi perutnya. Uniknya, semburan ini sangat berbeda karakteristiknya dengan semburan-semburan terdahulu. Kali ini, merapi menyembur ke atas. Yang membuat sulit memprediksi kondisi merapi adalah cuaca. Setiap kali meletus, merapi selalu tertutup awan. Oleh karena itu, petugas pun tidak bisa memperkirakan awah luncuran dan sebarapa jauh efeknya. Sementara luncuran wedhus gembel pun semakin menjauh sehingga zona merah pun makin luas. Akibatnya, jumlah pengungsi semakin hari semakin bertambah.



Penambahan jumlah pengungsi tentu menimbulkan persoalan tersendiri. Selain logistik, tempat penampungan pun menimbulkan persoalan. Sampai saat ini, masih ada pengungsi yang belum tertangani dengan baik. Medan yang sulit merupakan faktor yang sangat berpengaruh. Ada banyak pengungsi yang tetap bertahan di poskonya meskipun posko itu berada di zona merah. Padahal akses ke tempat itu semakin hari semakin sulit. Debu yang tebal yang menutupi jalan semakin tebal dan licin pada saat terguyur air hujan. Debu-debu ini tidak begitu saja terbawa air, tapi justru mengeras. Jika tidak hati-hati, armada bisa tergelincir. Relawan kami pun merasakan sulitnya memberikan bantuan logistik untuk daerah-daerah tersebut. Armada mobil yang menjemput logistik tergelincir dan hampir saja nyawa menjadi taruhannya.



Karena zona merah yang terus meluas [20 km], maka banyak posko pengungsian yang harus dipindah turun. Ada banyak pengungsi yang direlokasi ke posko pengungsian yang baru. Namun, masih ada banyak pengungsi yang tidak mendapat tempat. Mereka ini mencari tempat sendiri untuk bertahan hidup. Kebutuhan logistik pun mereka cari sendiri. Mereka ini ada yang dalam kelompok kecil [puluhan orang], namun ada juga yang berada dalam kelompok besar [ratusan]. Akibat lain adalah adanya korban baru. Ketika para pengungsi ini masuk ke sebuah kampung, otomatis mereka ini akan menyerap logistik di kampung tersebut. Akibatnya, sumber resources di kampung itu pun akan terus berkurang sehingga penduduk kampung pun menjadi korban tidak langsung.



Persoalan lain yang perlu diantisipasi adalah kejenuhan para pengungsi. Tinggal di tempat pengungsian tentu tidak mengenakkan. Kejenuhan ini bisa berujung pada situasi stress dan ketertekanan mental. Situasi ini semakin bertambah ketika para pengungsi juga masih memikirkan kondisi rumah dengan ternaknya. Tidak jarang, para pengungsi ini mencuri-curi kesempatan pulang ke rumah untuk memberi makan ternak dan mengurus rumah. Tindakan ini tentu memiliki resiko besar. Namun, tetap tidak mudah memberikan kesadaran kepada para pengungsi.
AKTIVITAS POSKO IGNATIUS 9 NOVEMBER 2010 
Tuesday, November 9, 2010, 17:12 - BERITA Posted by Administrator

Hari ini semakin banyak yang memohon bantuan ke posko yang datang ke posko st. Ignatius magelang [jln Laksda Yos Sudarso 06 Magelang], yakni:
1. Posko Tular Seloboyo dengan 2150 jiwa, kontak ibu E Gunarti no hp. 081325072547

2.Gadingsari, Sawangan dengan jumlh pengungsi 424 dengan rincian: balita 30, lansia 42, anak sekolah 87 n dewasa 265
Kontak person eko no 085729227433

3. Gereja st. Yusuf Mungkid 83 pengungsi
4. Beberapa posko lain yg udh beberapa hari dtg ke mgl seperti
4.1. Kampung Duren, Sawangan
4.2. Jetis eks smp haraapan
4.3. Desa Deyangan
4.4. Stasi Blabak
4.5. Sanggrahan Sawangan
4.6. Kauman
4.7. Dampit
4.8. Ganten
4.9. Magersari
4.10 Dusun Jati, Sawangan
Tentu akan masih lagi banyak yang membutuhkan maka posko st. Igantius tetap melayani seoptimal mungkin sembari jg memberi alternatif sumber lain.

Mari kita berbuat utk berbagi berkat
POSKO PEDULI MERAPI: Berbagi Rahmat 
Tuesday, November 9, 2010, 01:25 - BERITA Posted by Administrator


Perkembangan Posko Ignatius menjadi posko pusat di kevikepan Kedu, menjadikan kerja relawan di Gereja Ignatius bertambah berat. Semula para relawan ini hanya mengurusi para pengungsi di panti Mandala. Kini mereka harus memikirkan bagaimana berkoordinasi, membangun jejaring dengan posko-posko lain di daerah Magelang dan sekitarnya.

Untuk memudahkan kerja, dibentuklah tim kecil di bawah tanggung jawab Rm Krisno selaku pastur paroki dan delegatus administrator kevikepan kedu. Tim Kccil ini terdiri dari tim intern [dibawah komando Romo Martoyoto] dan tim ekstern [di bawah komando Romo Wito]. Tim ini memiliki tim-tim kerja yang diharapkan semakin memperlancar dan memudahkan cara kerja.



Ada banyak bantuan yang telah masuk ke posko Ignatius. Bantuan-bantuan inilah yang dibagikan kepada posko-posko lain yang membutuhkan. Selama beberapa hari ini, Tim telah mengirimkan aneka bantuan kepada posko-posko pengungsian yang membutuhkan bantuan. Prioritas utama bantuan adalah posko-posko pengungsian yang dikelola paroki dan posko yang tidak tercover oleh Pemerintah. Sejauh pengalaman, ternyata masih ada pengungsi-pengungsi yang terpinggirkan. Kontak dengan mereka juga tidak mudah karena alat komunikasi yang tidak ada.



Beberapa titik yang telah dibantu adalah Jati, Sawangan; Blabak; Dampit, Muntilan, Mertoyudan, Potrobangsan; dan titik-titik lain. Mereka ada yang datang dan ada juga yang melalui kontak person relawan yang memberitahu kami. Pada prinsipnya kami membantu menyalurkan kebaikan hati para donatur.



Selain kebutuhan jangka pendek, Tim Posko Ignatius juga berpikir tentang program jangka menengah dan panjang. Pertanyaan yang mengusik kami adalah bagaimana mereka nanti. Belum ada gambaran mengani jawaban atas pertanyaan itu. Yang jelas kami merasa mereka pasti membutuhkan biaya yang tidak sedikit untuk mebangun kembali kehidupan mereka. Untuk itu, kami membuka diri untuk menjadi panyalur berkat Tuhan melalui tangan Anda semua. Donasi dapat dikirimkan ke:

OCBC NISP. No. Rek. 030810010659
a.n. Keuskupan Agung Semarang QQ. Kevikepan Kedu
PEDULI MERAPI DI GEREJA IGNATIUS 
Saturday, November 6, 2010, 21:52 - BERITA Posted by Administrator
Merapi menggeliat. Sudah sejak tanggal 26 Oktober lalu Merapi memuntahkan abu dan lahar. Makin hari, efek yang ditimbulkan makin meluas. Daerah yang tadinya aman, kini tidak lagi aman lagi. Pos pengungsian dipindahkan ke tempat yang labih jauh.



Takterkecuali, Gereja Ignatius juga menerima pengungsi. Sampai hari ini, sebanyak 261 pengungsi berada di Panti Mandala. Mereka berasal dari dusun Giwak, Ndukun, Magelang. Selain itu, SMK Pius X juga menerima pengungsi sekitar 175 orang.



Mengingat perkembangan merapi yang tidak menentu dan memperhatikan kebutuhan pengungsi yang ada di wilayah gereja Ignatius dan Kevikepan Kedu, maka kami memperluas jangkauan. kami membuka posko. pertimbangan lain yang mendasari penderian posko tersebut adalah adanya kesulitan posko2 lain di kevikepan kedu yg kesulitan dalam pendistribusian bantuan n kebutuhan para pengungsi

Maka kami baru aja memutuskan untuk membantunya dengan pendirian posko yang tidak hanya diperuntukkan bagi yg di panti mandala dan smkk pius saja tapi juga posko2 yang lain



Harapannya posko ini akan membantu posko lain dan jg para donatur yang akan menyampaikan bantuannya. Akhirnya semoga bisa saling membantu dan menjadi berkah sehingga gereja menjadi bermakna dan bermanfaat baik bagi warga dan masyarakatnya

Adapun kontak personya
1. Bpk. Agung P no hp 085729765519
2. Bpk. Joko Wahyono no hp 0817263960
3. Bpk. Sugiyanto no hp 08164262535
4. Rm. Witokaryono, pr no hp 081328461569

Posko ini ada dalam tanggungjawab Pastor Kepala st. Ignatius dan Delg-Adm kevikepan kedu

Berkah Dalem
Fx. Krisno Handoyo
Delegatus Administrator Kevikepan Kedu


<<First <Back | 17 | 18 | 19 | 20 | 21 | 22 | 23 | 24 | 25 | 26 | Next> Last>>

 
    LoginAdmin        @copyright 2009 Gereja Katolik St Ignatius Magelang