Selamat Datang di Website
Gereja Katolik St Ignatius Magelang
   
Mensyukuri Perutusan Romo Marto 
Saturday, September 29, 2012, 15:36 - BERITA Posted by Administrator


Paroki St. Maria Lourdes Sumber terletak di lereng gunung Merapi, tepatnya di Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang. Di Paroki pedesaan yang berbukit-bukit ini jumlah umat Katoliknya ada sekitar 3000 orang dengan sebagian besar hidup sebagai petani. Disinilah Romo Al. Martoyoto Wiyono, Pr mulai tanggal 10 Oktober 2012 menetap dan akan berkarya sebagai Pastor Kepala Paroki setelah selama 2 tahun berkarya di Paroki Gereja St. Ignatius Magelang.





Malam itu ( Jum’at, 28 September 2012 ) di halaman belakang pastoran Gereja St. Ignatius Magelang ramai dikunjungi oleh lebih 100 umat paroki yang mengadakan syukuran atas perutusan baru bagi Romo Martoyoto ke Sumber. Di atas panggung kecil yang dirancang dari bambu dan bernuansa Bali ini acara demi acara digelar secara sederhana. Tidak ada yang khusus menjadi tontonan kecuali tampilan dari ReKat ( Remaja Katolik ) St. Ignatius Magelang yang membawakan 3 buah lagu.



Diawali dengan makan malam bersama sambil ramah tamah, kemudian penuturan pesan – kesan dari umat seputar penggembalan Romo Marto selama di Gereja St. Ignatius Magelang, dan acara yang berlangsung sekitar 2 jam ini ditutup dengan penyampaian perubahan agenda kerja di Paroki St. Ignatius Magelang oleh Romo FX. Krisno Handoyo, Pr sebagai Pastor Paroki St. Ignatius Magelang sehubungan dengan kepindahan Romo Martoyoto.



Dibawah langit Magelang yang bersih dan bulan penuh. Semilir angin malam terasa cukup dingin sampai ketulang. Lagu D’Masiv mengalun lewat suara lirih para remaja Katolik……., hidup adalah anugerah, maka syukuri apa yang ada, lakukanlah yang terbaik ……….

Dari Kolasi Sosial Kemasyarakatan Kevikepan Kedu bersama Wawali kota Solo : Pemimpin yang Melayani. 
Friday, September 28, 2012, 16:47 - BERITA Posted by Administrator


Mengawali kolasi Kevikepan Kedu, Rabu 26 September 2012 lalu di Panti Bina Bakti kompleks Gereja St. Ignatius Magelang, Romo Vikep Kedu – FX. Krisno Handoyo, Pr menyampaikan penjelasan sehubungan dengan tahun Iman yang dimulai tanggal 11 Oktober 2012. Disamping ‘Surat Apostolik’ Paus Benediktus XIV ‘Pintu Kepada Iman’ , Bapa Uskup Agung Semarang juga akan mengeluarkan ‘Surat Gembala’ sehubungan dengan tahun Iman tersebut.





Kolasi yang diikuti oleh sekitar 200 peserta dari Paroki-paroki se Kevikepan Kedu ini terdiri dari para Romo Paroki, tokoh umat dan para tim kerja kemasyarakatan sosial . Sementara pertemuan kolasi tersebut menghadirkan pembicara tunggal FX. Rudy Hadi Rudyatmo, Wakil Walikota Solo yang menyampaikan seputar peran serta umat Katolik dalam kehidupan sosial kemasyarakatan dan politik. Lebih lanjut dikatakan bahwa berpolitik itu adalah juga panggilan, maka konsep yang ia jalani sebagai Wakil Walikota Solo selama lebih 7 tahun berdampingan dengan Jokowi adalah melayani, bukan dilayani.






Bagi Wakil Walikota yang juga Prodiakon ini, politik adalah seni mengolah aspirasi. Politik juga berarti usaha masyarakat mendapatkan dan mempertahankan kekuasaan sesuai aturan yang berpihak pada rakyat. ‘Politik itu baik. Hanya saja terkadang ada oknum-oknum manusianya yang busuk. Karena itu, jangan takut berpolitik’, ajak Rudy, panggilan akrab Wawali kota Solo ini. Menurutnya, keberhasilan ‘momong’ Jokowi’ itu karena dirinya menempatkan filosofi pemimpin layaknya kegiatan pelayanan bagi umat.





Menjadi pemimpin yang berjiwa pelayan, ia mengibaratkan sebagai akar yang gigih mencari air, menembus tanah yang keras demi sebatang pohon. Ketika pohon tumbuh berdaun rimbun, berbunga indah, tampil elok dan mendapat pujian …., akar tak pernah mengeluh dan tetap bersembunyi dalam tanah. Itulah makna dari sebuah ketulusan dalam berjuang demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

E. Yusuf Kusuma ( Ketua Komisi Komunikasi Sosial Kevikepan Kedu )

\\\'Morning Tea\\\' di halaman belakang pastoran Ignatius Magelang. 
Saturday, September 8, 2012, 19:33 - BERITA Posted by Administrator




Sabtu 8 September 2012 udara pagi kota Magelang tidak begitu dingin, malah cenderung banyak yang merasakan agak panas dari hari-hari sebelumnya. Halaman pelataran belakang pastoran St. Ignatius Magelang akhir pekan ini menjadi tempat santap pagi sekitar 300 umat yang mengikuti Misa pagi.







Memang tidak biasa, seusai Misa pagi lalu dilanjutkan makan pagi bersama, namun hari itu, hari kelahiran bunda Maria menandai hari ulang tahun imamat Romo FX. Krisno Handoyo, Pr , romo Paroki St. Ignatius Magelang yang adalah juga Vikep Kedu.







Acara perjamuan sederhana 19 tahun Imamat Romo Krisno ini diawali dengan Misa Syukur konselebrasi yang dipimpin oleh Romo Yudono Suwondo,Pr. bersama Romo FX. Krisno Handoyo, Pr dan Romo Martoyoto Wiyono, Pr. Dalam homilinya, Romo Krisno menyampaikan bahwa dalam imamat, sebagaimana juga dialami bunda Maria adalah merupakan pilihan dan panggilan.



Lebih lanjut dikatakan Romo Krisno : ‘ Pilihan dan panggilan bukan saja dari hal-hal yang baik, sehingga seringkali begitu banyak percobaan-percobaan yang dialami, namun karena Tuhan yang memilih, maka Tuhan akan selalu menyertai setiap pilihan dan panggilan.



Seringkali begitu banyak percobaan-percobaan yang dialami, dan percobaan bukanlah masalah, sehingga dengan penyertaan Tuhan ‘Immanuel’ akan bisa dijernihkan, karena percobaan lebih diakibatan oleh faktor luar. Kita dipilih karena kebaikan Allah, dipanggil untuk menjadi baik dan berguna bagi orang lain, menjadi jembatan berkat Tuhan ‘.



Kali Kedua tahun 2012 Pesta Perak Imamat di Gereja St. Ignatius Magelang. 
Monday, August 27, 2012, 14:55 - BERITA Posted by Administrator


‘…… menarilah dan terus tertawa, walau dunia tak seindah surga, bersyukurlah pada yang kuasa
cinta kita di dunia, selamanya……,cinta kepada hidup, memberikan senyuman abadi, walau ini kadang tak adil, tapi cinta lengkapi kita ………, menarilah dan terus tertawa, walau dunia tak seindah surga, bersyukurlah pada yang kuasa, cinta kita di dunia, selamanya….. ‘, lagu ‘Laskar Pelangi’ mengalun ceria lewat paduan suara Rekat Stigma ( Remaja Katolik St. Ignatius Magelang ) mengiringi santap malam pesta perak imamat di gedung Mandala, Sabtu 25 Agustus 2012. Santap malam dan ramah tamah yang dihadiri oleh lebih 500 umat paroki St. Ignatius Magelang, juga sebagian para tamu undangan dari Jogya, Solo, Semarang dan Jakarta ini diawali dengan Misa konselebrasi yang dipimpin Romo FX. Krisno Handoyo, Pr bersama keempat Romo jubelirian, yang semestinya berlima dikarenakan Romo Tri Wahyono berhalangan hadir.







Perayaan syukur kali yang kedua diselenggarakan di Gereja St. Ignatius Magelang ini dilaksanakan oleh umat Gereja St. Ignatius Magelang setelah sebelumnya, pada tanggal 8 Agustus 2012 lalu juga telah diadakan Perayaan Syukur oleh Unio KAS dengan Misa Konselebrasi yang dipimpin Uskup Agung Semarang, Mgr. Johannes Pujasumarta. Para romo yang hari itu berpesta 25 tahun imamat adalah Romo Aloysius Martoyoto Wiyono, Pr bersama rekan seangkatan, Romo Agustinus Joko Sistiyanto, Pr , Romo Yakobus Sudarmadi, Pr , Romo Antonius Tri Wahyono, Pr dan Romo Estaphanus Gerardus Willem Pau, Pr.







Kelima imam yang memperingati 25 tahun imamat itu ditahbiskan pada tanggal 19 Agustus 1987 oleh Mgr. Yulius Darmaatmaja, SJ. Uskup Agung Semarang di Kapel St. Paulus Kentungan Jogyakarta, sedangkan Romo Jayasewaya yang merayakan 50 tahun imamat ditahbiskan pada tanggal 8 Desember 1962 di Gereja Katedral Randusari Semarang oleh Mgr. Adrianus Djajaseputra, SJ. Uskup Agung Jakarta saat itu, karena Uskup Agung Semarang Mgr. Alb. Soegijapranata sedang sakit dan dirawat di Belanda. Jamuan santap malam yang berlangsung sekitar 2 jam ini, disamping dimeriahkan oleh Rekat Stigma juga OMK ( Orang Muda Katolik ) dengan membawakan beberapa lagu campursari dan juga nostalgia.









<<First <Back | 8 | 9 | 10 | 11 | 12 | 13 | 14 | 15 | 16 | 17 | Next> Last>>

 
    LoginAdmin        @copyright 2009 Gereja Katolik St Ignatius Magelang