Selamat Datang di Website
Gereja Katolik St Ignatius Magelang
   
Pesta Perak dan Emas Imamat di Magelang. 
Thursday, August 9, 2012, 19:52 - BERITA Posted by Administrator








Berbagai catatan peristiwa iman menjadi ‘sharing’ 6 imam diosesan Keuskupan Agung Semarang hari Rabu 8 Agustus 2012 di Gereja St. Ignatius Magelang. Keenam imam itu adalah 5 imam merayakan pesta perak, Romo Aloysius Martoyoto Wiyono, Pr , Romo Agustinus Joko Sistiyanto, Pr , Romo Yakobus Sudarmadi, Pr , Romo Antonius Tri Wahyono, Pr , Romo Estaphanus Gerardus Willem Pau, Pr dan 1 imam pesta emas Romo Ignatius Wuryatmo Jayasewaya, Pr. Pesta yang dirayakan dalam Misa syukur konselebrasi yang dipimpin Uskup Agung Semarang Mgr. Johannes Pujasumarta bersama Uskup Ketapang Mgr. Pius Riana Prapdi, Vikjen Keuskupan Agung Semarang Romo FX. Sukendar, Romo Budi Wihandono, Pr dan kelima romo para jubelaris ini dihadiri oleh sekitar 800 umat dari berbagai Paroki di Keuskupan Agung Semarang, termasuk para romo parokinya.







‘Segala perkara dapat kutanggung dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku’, demikian dikatakan Mgr. Puja mengutip refren bait pengantar Injil untuk menggaris bawahi ‘sharing’ keenam imam jubelaris. Banyak peristiwa-peristiwa yang mewujud menjadi perkara seperti diceritakan Romo Marto, juga Romo Tri Wahyono, namun segala sesuatunya pasti dapat diselesaikan dengan baik jika ditanggung dalam Tuhan. ‘Saya merasa hanyalah keledai tunggangan Tuhan. Ketika orang – orang menyambut Tuhan dengan meriah, saya merasa kadang-kadang bahwa sayalah yang dielu-elukan, namun ketika Tuhan turun dari keledai tungganganNya, maka sesungguhnya saya bukan apa – apa karena yang dielu-elukan adalah Tuhan. Sampai kemanapun Tuhan menghendaki saya diutus saya akan jalan dan kerjakan.’ , tegas Romo Tri Wahyono.








Gereja St. Ignatius Magelang yang baru saja memperingati 112 tahun berdirinya dipilih untuk menggelar pesta syukur para jubelaris ini bukan saja karena udaranya yang sejuk, seperti dikatakan Romo Martoyoto, namun karena ada 2 romo yang merayakan berasal dari Magelang , Romo Joko dan Romo Willem, juga 1 romo yang saat ini berkarya di Gereja St. Ignatius Magelang, yakni Romo Martoyoto sendiri. Perayaan Misa Syukur yang berlangsung sekitar 2,5 jam ini dilanjutkan dengan pesta kebun di halaman belakang pastoran. Turut memeriahkan suasana pesta, para siswa SMKK Pius X Magelang yang menampilkan tarian ‘Topeng Ireng’.


Yang datang dan yang pergi di Perayaan 112 tahun Gereja Paroki St. Ignatius 
Monday, August 6, 2012, 15:40 - BERITA Posted by Administrator


Peringatan 112 tahun Gereja Paroki St. Ignatius Magelang dirayakan dengan Misa Syukur pada hari Minggu, 5 Agustus 2012. Misa konselebrasi 5 pastor dipimpin oleh Romo FX. Krisno Handoyo, Pr.- Romo Paroki yang juga Vikep Kedu bersama Romo Willem Pau, Pr., Romo Martoyoto Wiyono, Pr., Romo Wito Karyono, Pr., dan Romo Yudono Suwondo,Pr. Misa yang diikuti oleh lebih 1000 umat ini dimeriahkan dengan paduan suara yang diiringi dengan aneka instrumen musik keroncong, kolintang dan gamelan.







Dalam homilinya (kotbah), Romo Krisno mengajak seluruh umat Katolik di Paroki St.Ignatius Magelang agar semakin mendalami iman dengan menggali spiritualitas St. Ignatius dengan berperan aktif ambil bagian, dan juga terus berjuang mewujudkan kesejahteraan umum sebagai perwujudan iman yang mendalam dan tangguh, lebih lanjut dikatakan, sebagaimana dalam Arah Dasar Keuskupan Agung Semarang yang menekankan peran kaum awam secara berkesinambungan dan terpadu dalam perwujudan iman di tengah masyarakat yakni, pemberdayaan kaum kecil, lemah, miskin, tersingkir dan difabel, serta pelestarian keutuhan ciptaan.







Misa yang berlangsung selama 2,5 jam dari jam 7 pagi itu juga sekaligus acara pisah sambut Romo Wito Karyono yang pindah tugas berkarya di Gereja St. Maria Asumta Pakem dan kedatangan Romo Yudono Suwondo, Pr dari Paroki St. Yusup Bintaran Jogya. Romo Wito Karyono yang telah bertugas di Magelang selama 3 tahun sejak tahun 2009, dalam sambutannya menyampaikan ucapan terima kasih kepada Romo Paroki, Dewan Paroki dan juga seluruh umat Gereja St. Ignatius Magelang. ‘Selama ini saya telah boleh nyantrik disini. Mohon maaf jika selama ini ada yang tidak berkenan kepada siapa saja dalam kebersamaan selama 3 tahun’, demikian dalam mengakhiri sambutannya.

















Tirakatan menjelang 112 tahun  
Tuesday, July 31, 2012, 16:29 - BERITA Posted by Administrator


Paparan sejarah perkembangan umat di Gereja St. Ignatius Magelang menjadi acara pokok malam tirakatan yang digelar Senin malam ( 30 Juli 2012 ) di gedung Panti Bina Bakti, kompleks gereja yang juga merupakan Gereja Kevikepan Kedu. Acara yang diselenggarakan menjelang 112 tahun berdirinya Gereja Paroki St. Ignatius Magelang ini dihadiri sekitar 100 umat yang terdiri dari para pengurus lingkungan, wilayah dan sebagian tamu undangan.





Tirakatan yang lebih berwarna saresehan ini dibuka oleh Romo Paroki, FX. Krisno Handoyo, Pr dan menghadirkan narasumber Romo M. Nur Widi P, Pr , Direktur Museum Misi Muntilan. Dalam penyampaiannya, Romo Nur Widi membagi fase perkembangan gereja, khususnya di paroki St. Ignatius Magelang menjadi 2 bagian ; era klerus imam tahun 1865 sampai 1971 dan era reksa pastoral tahun 1983 hingga sekarang, sementara pada tahun-tahun sekitar 1970 an hingga 1980 an tercatat sebagai masa-masa proses misi dari Belanda ke imam-imam pribumi.





Lebih lanjut dikatakan Romo Nur Widi : ‘Perkembangan umat hingga tahun 1983 cukup signifikan, meskipun pada masa-masa tahun 1900 hingga tahun 1970an banyak terjadi peristiwa-peristiwa yang menyebabkan para Imam Belanda yang bertugas di Jawa saat itu ditangkap dan dimasukan dalam interniran, bahkan juga ada yang dibunuh. Disinilah sebenarnya peran kaum awam sangat penting dalam perkembangan umat, hanya saja tidak tercatat. Dalam catatan di Paroki St. Ignatius hanya tercatat satu nama Bapak Sangkrib’.





Tirakatan yang berlangsung sekitar 2 jam itu, disamping paparan sekitar perkembangan gereja di Paroki St. Ignatius juga diisi dengan sajian tembang-tembang mocopatan yang berkisah tentang keprihatinan-keprihatinan sosial yang terjadi, seperti yang dituturkan Pramesti, juara mocopatan tingkat provinsi bercerita tentang kepedihan pedagang pasar Rejowinangun yang terbakar 4 tahun yang lalu. Mengakhiri paparannya, Romo Nur Widi mengatakan, ‘ Perkembangan gereja kedepan bukan saja reksa pastoral, namun juga mesti dimulai dengan reevengalisasi serta misi dan kenabian’.







BERITA KEVIKEPAN : SERAH TERIMA ROMO PAROKI  
Monday, July 30, 2012, 19:38 - BERITA Posted by Administrator
SERAH TERIMA ROMO PAROKI GEREJA KELUARGA KUDUS PARAKAN.



Diawali dengan Misa Syukur konselebrasi yang dipimpin oleh Romo Vikep Kedu, FX. Krisno Handoyo, Pr bersama 4 Romo diantaranya Romo Tony, MSF dan Romo Widya, MSF.Minggu, 29 Juli 2012 umat Paroki Gereja Keluarga Kudus Parakan menyelenggarakan serah terima Romo Paroki.



Dalam acara serah terima dari Romo Tony MSF yang mendapat tugas baru di Paroki Rawamangun Jakarta kepada Romo Widya, MSF yang menggantikan itu, disamping dihadiri oleh sekitar 500 umat dari Parakan dan umat dari Banteng Jogyakarta, tempat Romo Widya berkarya sebelumnya, juga disaksikan oleh Romo Vikep Kedu.











<<First <Back | 9 | 10 | 11 | 12 | 13 | 14 | 15 | 16 | 17 | 18 | Next> Last>>

 
    LoginAdmin        @copyright 2009 Gereja Katolik St Ignatius Magelang