Selamat Datang di Website
Gereja Katolik St Ignatius Magelang
   
PAGUYUBAN FKPPKM 
Saturday, August 14, 2010, 02:58 - Profile Kelompok Kategorial Posted by Administrator

Di Magelang ada suatu paguyuban yang bernama Forum Komunikasi Pengusaha dan Profesional Katolik Magelang, yang sering disingkat FKPPKM. Dalam buku Visi Misi Paroki St. Ignatius Magelang halaman 35-36, FKPPKM termasuk salah satu kelompok kategorial, meskipun beberapa anggotanya ada yang dari luar Paroki St. Ignatius Magelang.

Dilihat dari jumlah anggotanya, FKPPKM merupakan paguyuban yang relatif kecil. Namun demikian, paguyuban ini dapat berbuat yang cukup signifikan dalam memfasilitasi kelancaran warna-warni kegiatan umat/paguyuban di beberapa paroki di wilayah Kevikepan Kedu, khususnya Rayon Tengah, yakni Paroki St. Yusup Pekerja Mertoyudan, St. Mikael Panca Arga, St. Ignatius Magelang dan St. Maria Fatima Magelang.

Berikut adalah wawancara tertulis dengan beberapa pegiat FKPPKM, yakni Bapak C. Hino Chandra Seputra, L.B. Heri Listiono dan A. Handoyo. Diharapkan informasi sekilas tentang FKPPKM ini dapat menyuburkan semangat kebersamaan yang sinergis-mencerahkan-memberdayakan di antara kita semua dalam menjawab tantangan perubahan kehidupan gerejawi maupun kemasyarakatan.

Mohon bisa disampaikan secara singkat sejarah kelahiran FKPPKM, gagasan pokok yang melandasi kelahirannya dan dinamika berkeguyuban internal maupun eksternal serta kegiatan yang dilaksanakan.
FKPPKM terbentuk pada tanggal 27 April 1998 dengan restu Romo J. Sukardi, Pr Romo Kepala Paroki St. Ignatius Magelang dan diketuai oleh Bapak Y. Johny Pramoedito. Terbentuknya paguyuban FKPPKM berawal dari kerinduan para pengusaha, dokter, guru Katolik di Paroki St. Ignatius Magelang dan paroki di sekitarnya untuk melaksanakan pengembangan kehidupan rohani bersama sehingga dapat terbentuk religiositas yang menyemangati karya sehari-hari sebagai pengusaha dan profesional. Pada awalnya, kegiatan bersama tersebut berupa retret/rekoleksi di Malang dan berlanjut secara rutin dengan penyelenggaraan Kebangunan Rohani Katolik dengan nara sumber/ pembicara yang berasal dari beragam kota seperti Jakarta, Salatiga,Yogyakarta dan lain-lain. Menjawab kebutuhan peribadatan yang bersifat inkulturatif, FKPPKM menyelenggarakan Misa Syukur Tahun Baru Imlek, dan Misa Arwah untuk kedamaian para leluhur yang sudah dipanggil Tuhan. Semua kegiatan FKPPKM dibiayai terutama dari pengembangan Tabungan Cinta Kasih Anggota FKPPKM dan kedermawanan dari berbagai pihak.

FKPPKM banyak berbuat untuk kelompok Adiyuswa lintas paroki. Adakah program untuk membantu kaum muda kita (mungkin bersifat selektif) dalam upaya mereka membekali diri menjadi umat yang berkompetensi, tangguh dan berintegritas?
Dengan kelompok Adiyuswa dilaksanakan perayaan Natal bersama yang tempatnya bergiliran. Ini merupakan upaya untuk memberikan perhatian/ sentuhan kepada umat yang memerlukan perhatian khusus, berkaitan dengan keberadaan mereka yang perlu pendekatan psikologis yang tepat, sehingga mereka tetap termotivasi untuk memuliakan Tuhan dengan hati yang damai. Sedangkan untuk kaum muda, FKPPKM memfasilitasi terselenggaranya retret/pembekalan tematis yang dilaksanakan secara bergiliran di Paroki St. Ignatius, St. Maria Fatima dan St. Yusup Pekerja Mertoyudan. Untuk beberapa kali di waktu yang lalu dan juga ke depan, FKPPKM juga membiayai kaum muda yang mengikuti pembekalan/ rekoleksi/ retret di tempat lain berdasarkan rekomendasi pastor paroki/ Dewan Paroki .

Seturut dengan fokus pastoral Keuskupan dan Paroki St. Ignatius, mungkinkah FKPPKM juga menjelenggarakan kegiatan-kegiatan UNGGULAN , terlebih yang bisa menampilkan wajah sosial gereja?
FKPPKM ikut berperan aktif dalam upaya pemberdayaan kelompok kecil, lemah, miskin, tersingkir dan difabel. Setiap tahun FKPPKM memberikan bantuan kepada Panti Asuhan/ Panti Wreda dan penderita cacat ganda. Dengan kegiatan ini diharapkan semua orang yang kurang beruntung mendapatkan sapaan yang menggugah mereka untuk dapat menjalani hidup dengan rasa syukur kepada Allah.

Kita merasakan kurangnya daya kritis dan sikap tanggap sebagian besar umat menghadapi tantangan perkembangan internal gerejawi dan eksternal kemasyarakatan. Belajar dari pengalaman sebagai pengusaha/ profesional, kiat-kiat apakah yang dapat dibagikan kepada umat agar mereka dapat menjadi pribadi-pribadi tangguh dan partisipan aktif dalam karya gerejawi dan sosial kemasyarakatan?
Yang pertama, kita harus senantiasa mensyukuri yang kita terima pada hari ini. Dengan melihat sekeliling, kita pasti punya alasan untuk bersyukur atas rahmat yang kita terima. Hendaknya kita selalu ingat sabda Allah pada Tes 5:18 yang berbunyi “Mengucap syukur dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu”. Yang kedua, kita harus terus berupaya untuk dapat meraih kemajuan dan tidak mudah menyerah atas satu kegagalan. Kita meyakini bahwa keberhasilan dan kegagalan adalah dua sisi keping kehidupan. Dengan pertolonagn Allah disertai kerja keras kita akan dapat memperkecil kegagalan. (Bdk. Mat 6:34, Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari”)

Apakah FKPPKM mempunyai usulan kegiatan yang dapat mendorong pengembangan/perubahan sesuai MOTTO Paroki St. Ignatius BERUBAH UNTUK BERBUAH?
Perubahan/kemajuan perlu terus kita upayakan tanpa henti. FKPPKM senantiasa membuka diri untuk duduk bersama dengan semua pihak untuk merencanakan, melaksanakan , memonitor dan mengevaluasi program untuk memajukan Paroki. Pada dasarnya, harus menjadi kesadaran kita bersama bahwa dengan bertindak kita dapat mengadakan perubahan yang semakin memerdekakan-memberdayakan-mengarahkan kehidupan umat Allah dan setiap perubahan hendaknya menghasilkan buah yang berkenan pada Allah.
Akhirnya, perlu disampaikan bahwa FKPPKM merupakan paguyuban terbuka – inklusif – yang terbuka bagi siapapun. Label pengusaha dan profesional hendaknya dipahami sebagai siapapun juga yang melalui karyanya sebagai pengusaha/pebisnis/ profesional akan dengan segala ketulusan membantu dan melayani sesama serta mendorong terwujudnya kemajuan yang memberdayakan banyak orang.

LINGKUNGAN CAROLUS CACABAN BARAT 
Saturday, August 14, 2010, 02:56 - Profile Lingkungan Posted by Administrator
Lingkungan paling barat
Lingkungan Carolus Cacaban Barat merupakan lingkungan paling barat dari wilayah Carolus. Dengan jumlah umat 90 orang dalam 30 KK. Yang menikah Katolik ada 23 KK, 2 KK beda Gereja, dan 5 KK menikah beda agama. Dilingkungan ini terdapat 8 orang janda dan 5 orang duda. Berdasarkan profesi/ pekerjaan di lingkungan ini terdapat 11 orang pelajar, 3 orang mahasiswa, TNI/POLRI/PNS ada 4 orang, wiraswasta 32 orang, dan 36 orang lainnya tidak terdata. Keberadaan umat di lingkungan ini tentu saja perkembangannya juga karena adanya peran para pendahulu, seperti ; Bapak Wariso, Bapak Priharto, dan masih banyak lagi keluarga – keluarga lain.

Lingkungan guyub
Lingkungan ini termasuk lingkungan yang guyub. Dilihat dari keadaan ekonomi umat termasuk dalam golongan menengah ke bawah. Dengan realita tingkat perekonomian yang berimbang inilah maka kebersamaan dan keguyuban itu terasa sangat kuat. Hal yang menggembirakan, di lingkungan ini juga dirasakan dengan peran orang muda dalam berbagai kegiatan lingkungan.

LINGKUNGAN CAROLUS CACABAN TIMUR 
Saturday, August 14, 2010, 02:55 - Profile Lingkungan Posted by Administrator
Lingkungan Carolus Cacaban ini berdiri sejak tahun 1987. Jumlah umat di Lingkungan ini sebanyak 58 orang dengan jumlah KK yang dimiliki sebanyak 21 KK. Dari jumlah KK yang dimiliki itu, terdapat 8 orang janda dan 2 orang duda. Berdasarkan usia umat mayoritas usia dewasa. Berdasarkan profesi atau pekerjaan, data umat di lingkungan ini cukup beragam ; guru, wiraswasta, dan pegawai baik negeri maupun swasta,

Bagian dari wilayah Cacaban
Lingkungan Carolus Cacaban Timur pada awal sejarahnya memang tidak bisa lepas dari wilayah Cacaban secara keseluruhan. Ada nama – nama yang meskipun tidak secara langsung sangat berpengaruh terhadap perkembangan umat di lingkungan ini, seperti ; Bapak J.Sujari, Bapak Prapto, Bapak Bernard Sumarto, Bapak Yuwono, Bapak Bambang Sutejo, Bapak Suwito, Bapak Suwarto, Bapak Subandi dan tentu saja masih banyak tokoh yang kemudian tidak lagi tercatat dalam benak umat saat ini, karena sebagian besar putra – putrinya tidak lagi berada di Magelang.

Menurut data, lingkungan saat ini dipimpin oleh Bapak Ign. Teguh Hartono yang dibantu oleh sekretaris Ibu Martina Suprapti dan bendahara Ibu Seravica Martini. Disamping seksi – seksi yang membantu jalannya kegiatan pelayanan di lingkungan.

Kegiatan rutin Gereja dan lingkungan

Kegiatan – kegiatan di lingkungan ini memang berjalan cukup baik, terutama yang lebih bersifat rutin ; sembahyangan, doa Rosario, meskipun dalam hal regenerasi kepengurusan berjalan kurang baik. Umat Katolik di lingkungan ini memiliki hubungan sangat baik dengan masyarakat setempat, terlebih dalam kegiatan untuk kepentingan bersama; dalam kepengurusan RT, RW. Juga dalam kegiatan – kegiatan lain seperti kerja bakti, kumpulan ibu – ibu Darwis dsb.

LINGKUNGAN CAROLUS KYAI MOJO 
Saturday, August 14, 2010, 02:53 - Profile Lingkungan Posted by Administrator
Jumlah umat di lingkungan Carolus Kyai Mojo saat ini ada 91 orang dalam 28 KK. Dari ke 28 KK itu terdapat 25 KK Katolik, 1 KK nikah beda Gereja, dan 2 KK yang nikah beda agama dan terdapat 11 janda. Melihat profesi/ pekerjaannya terdapat Pelajar 13 orang, TNI/POLRI/PNS ada 8 orang, dan pesiunan 7 orang. Sementara sisanya tidak terdapat keterangan.

Perkembangan umat dan pemekaran wilayah

Lingkungan Carolus Kyai Mojo merupakan pemekaran lingkungan dari wilayah Cacaban yang pada awalnya, seiring dengan kehadiran umat Katolik di Magelang telah dirintis oleh para tokoh umat saat itu. Masih terlintas dalam ingatan umat yang saat ini berada di lingkungan ini, nama – nama diantaranya ; Bapak Pudjo Mulyono, Bapak Sunarno dan tentu saja masih banyak lagi keluarga – keluarga lain yang mempunyai peran dalam pengembangan umat di lingkungan ini.

Dinamis namun belum merata terlibat
Berbagai kegiatan di lingkungan ini berjalan dengan baik, seperti pendalaman iman, doa lingkungan dan ibadat sabda, meskipun pelaksanaannya masih belum bisa merata di keluarga – keluarga, dikarenakan masih banyak yang belum bersedia ketempatan. Regenerasi kepengurusan lingkungan juga cukup dinamis, saat ini orang – orang muda telah berperan dalam kepengurusan.

Di beberapa keluarga Katolik sesekali masih ada sedikit ‘singgungan’ dengan umat beragama lain, namun masih dalam batas yang bisa diselesaikan dengan selalu berbuat baik kepada mereka yang berbeda agama.



<<First <Back | 27 | 28 | 29 | 30 | 31 | 32 | 33 | 34 | 35 | 36 | Next> Last>>

 
    LoginAdmin        @copyright 2009 Gereja Katolik St Ignatius Magelang