Selamat Datang di Website
Gereja Katolik St Ignatius Magelang
   
CORNELIUS JEKSAAN 
Thursday, August 19, 2010, 04:37 - Profile Lingkungan Posted by Administrator
Lingkungan Cornelius Jeksaan ini berdiri tahun 1987. Jumlah umat di Lingkungan ini sebanyak 64 orang. Jumlah KK yang dimiliki sebanyak 21 KK. Dari jumlah KK yang dimiliki itu, terdapat 14 pasangan katolik, dan 1 pasangan nikah beda agama (1 pasangan istri katolik-suami non kristen). Di lingkungan ini, kepala keluarga yang berstatus janda sebanyak 5 orang, dan 1 KK tanpa nikah. Di samping itu, ada 1 janda yang menjadi anggota keluarga. Berdasarkan usia, umat yang belum menikah sebanyak 26 orang dan umat yang sudah menikah sebanyak 38 orang. Berdasarkan profesi atau pekerjaan, data umat di lingkungan ini menunjukkan pelajar sebanyak 11 orang, mahasiswa sebanyak 10 orang , PNS ada 8 orang , Pensiunan/Purnawirawan sebanyak 5 orang, wiraswasta sebanyak 12 orang dan lain-lain 10 orang (8 orang karyawan swasta dan 2 orang tidak jelas).

Berkembang lewat ‘ubyang – ubyung’

Paguyuban umat di lingkungan ini telah terbentuk sejak sebelum tahun 1978. Tahun 1978, Almarhum Bapak Eddy Hutoyo (karyawan swasta) yang bertempat tinggal di jeksaan menjadi ketua lingkungan yang pertama. Beberapa keluarga yang ada waktu itu adalah keluarga Almarhum Bapak Tidarso (Guru), Keluarga Almarhum Bapak Sumarno (TNI), Keluarga Bapak Hadi, Keluarga Ibu Sukesi (pensiunan), Keluarga Almarhum Ibu Hartati Mardisiswoyo, Keluarga Almarhum Ibu Sindu (Guru), Keluarga Ibu Kusdi (TNI) dan keluarga Ibu Juwahir (Pensiunan). Tahun 1990, keluarga Almarhum Bapak Sugondo (Purnawirawan Polri) baru masuk ke dalam lingkungan ini.

Pada masa itu, kegiatan-kegiatan masih terpusat di paroki, namun beberapa umat dari lingkungan ini terlibat aktif dalam kegiatan-kegiatan tersebut. Sebagai contoh, beberapa ibu aktif di kegiatan karawitan gereja dan wanita katolik, beberapa remaja aktif dalam kegiatan mudika. Budaya “ubyang-ubyung” mudika saat itu sangat mewarnai kegiatan mudika. Pada saat itu juga kegiatan mudika yang menonjol adalah paduan suara dan vokal group. Di samping itu, peringatan dan perayaan natal dilaksanakan secara berkala di balai desa Cacaban dengan menampilkan kreasi umat lingkungan dari anak-anak, remaja hingga orang dewasa.

Terbentuknya lingkungan ini dirintis oleh umat katolik penduduk asli yang kemudian semakin berkembang dengan datangnya orang-orang katolik dari daerah lain. Umat di lingkungan ini tersebar di kampung Kejuron, Jeksaan dan Kauman. Jeksaan dipakai sebagai nama lingkungan karena letaknya di tengah. Secara geografis gerejani, lingkungan ini berbatasan dengan lingkungan Monika di sebelah utara, dengan lingkungan Paulus dan katarina di sebelah timur, dengan lingkungan Yohanes di sebelah selatan, dan dengan lingkungan carolus di sebelah barat. Secara geografis, lingkungan ini terletak tepat di tengah kota Magelang karena letaknya kurang lebih 300 M dari alun-alun Kodya magelang. Lingkungan ini terletak di sebelah utara Kauman, sebelah barat dengan wilayah Carolus. Sebelah timur jalan tentara pelajar dan sebelah selatan Jambon legok.

Posisi lingkungan ini sangat strategis dan memiliki banyak keuntungan karena dekat dengan Gereja dan Masjid Agung, dekat dengan rumah sakit Lestari (lokasi di lingkungan), dekat dengan kantor kelurahan Cacaban, dekat dengan pasar swalayan, dekat dengan penjara, dekat dengan Kecamatan Magelang Tengah, dekat dengan Polsek Magelang Tengah, dan dekat dengan Koramil (Magelang tengah). Dengan posisi yang seperti itu, umat lingkungan menjadi kerasan karena di lingkungan banyak hal yang sangat mendukung kemudahan dalam hidup sehari-hari.

Menurut data di lingkungan ini pernah dipimpin oleh Almarhum Bapak Edi Hutoyo Heribertus (Karyawan Swasta) tahun 1977-1987, Bapak Kusdi (TNI) pada tahun 1987-1995, Almarhum Bapak BN Sugondo (POLRI) pada tahun 1995-2001, Bapak Al. Joko Pamungkas (PNS) pada tahun 2001-2007, dan bapak Ign. Joko Purnomo (Wiraswasta) pada tahun 2007-sekarang.

Kemandirian kepengurusan

Sebagai paguyuban, saat ini lingkungan memiliki pengurus lingkungan yang cukup lengkap dari Ketua, Sekretaris, Bendahara berikut Seksi – seksi sebagai pelaksana kerja pelayanan. Lingkungan ini juga memiliki kemandirian yang cukup tinggi dalam kegiatan-kegiatan lingkungannya. Setiap hari senin, lingkungan ini memiliki agenda untuk latihan koor pada pukul 18.00 bertempat di rumah Bapak C. Agus S. Untuk pembinaan iman umat, lingkungan ini mengikuti wilayah. Guna mendukung kegiatan liturgi, lingkungan ini memiliki 2 orang prodiakon, 5 orang putra Altar, 4 orang pemazmur, 2 orang organis, dan memiliki peralatan misa yang tidak lengkap.

Kesulitan yang dialami di lingkungan ini adalah susahnya mengumpulkan umat untuk terlibat di dalam kegiatan lingkungan. Beberapa umat bahkan jarang terlibat dalam kegiatan lingkungan karena kesibukan pekerjaan dan mengurus usahanya.

Tidak aktif tetap iuran
Dalam menjalankan kegiatan lingkungan, umat diwajibkan untuk memberikan iuran bulanan. Di samping itu ada dana dari kolekte untuk kegiatan lingkungan ini. Kegiatan lingkungan pada umumnya lebih diwarnai oleh kehadiran bapak-bapak (25 %) ibu-ibu (70%), mudika (5%). Partisipasi umat dalam pelaksanaan kegiatan lingkungan rata-rata 60 %. Pembinaan iman umat di lingkungan ini dilaksanakan melalui kegiatan PIA bagi anak-anak, bina umat untuk penerimaan sakramen inisiasi digabungkan dengan wilayah, pendalaman iman tematis seperti APP, BKSN, Novena, Advent. Di samping itu, misa lingkungan menjadi sumber makanan rohani. Dalam kesempatan-kesempatan tertentu, ibadat sabda untuk dan misa ujub keluarga juga menjadikan umat bergairah mengikuti kegiatan itu.

Secara sosial-ekonomi, di lingkungan ini terdapat kesenjangan sosial ekonomi yang sangat menonjol. Keterlibatan sebagian umat didalam kegiatan lingkungan juga sangat jarang, meskipun mereka tetap juga membayar iuran. Praktis yang terlibat secara aktif adalah umat yang ada dalam situasi sosial ekonomi menengah ke bawah. Untuk menyapa umat yang menutup diri, lingkungan ini melaksanakan kunjungan pastoral sesuai dengan program paroki.

Keterlibatan umat
Umat di lingkungan ini menjalin hubungan dengan umat yang beragama lain dengan memberi perhatian pada hari-hari besar keagamaan. Di samping itu, beberapa umat juga terlibat di dalam kepengurusan RT/RW dan juga terlibat di dalam kegiatan bersama dengan masyarakat.

CORNELIUS JAMBON 
Thursday, August 19, 2010, 04:35 - Profile Lingkungan Posted by Administrator
Lingkungan cornelius Jambon ini berdiri sejak tahun 1987. Jumlah umat di Lingkungan ini sebanyak 70 orang. Jumlah KK yang dimiliki sebanyak 29 KK. Dari jumlah KK yang dimiliki itu, terdapat 13 pasangan katolik, ada 1 pasangan nikah beda gereja dan 2 nikah beda agama (1 pasangan suami katolik-istri non kristen, 1 pasangan istri katolik-suami non kristen). Di lingkungan ini, kepala keluarga yang berstatus duda sebanyak 3 orang dan janda sebanyak 7 orang. Sementara itu, ada 3 KK tanpa nikah dan ada 1 KK yang belum tercatat dalam data lingkungan. Berdasarkan usia, umat yang belum menikah sebanyak 32 orang dan umat yang sudah menikah sebanyak 37 orang. Berdasarkan profesi atau pekerjaan, data umat di lingkungan ini menunjukkan pelajar sebanyak 7 orang, mahasiswa sebanyak 7 orang (5 laki-laki, 2 perempuan), PNS ada 2 orang (1 Laki-laki, 1 perempuan), Pensiunan/Purnawirawan sebanyak 3 orang (1 laki-laki, 2 perempuan), wiraswasta sebanyak 9 orang (4 laki-laki,5 perempuan) dan lain-lain sebanyak 42 orang.

Umat pendatang
Orang-orang yang turut membangun lingkungan Cornelius Jambon ini adalah Bapak Harjo Pawiro, Bapak Gregorius Kadir, Bapak M Dasuki, Bapak Brani Prasojo, Bapak VF Tripomo dan Ibu Lusia Wijayanti. Terbentuknya lingkungan ini diritis oleh umat katolik pendatang.

Peristiwa G 30 S/PKI mewarnai perjalanan orang-orang katolik di Magelang termasuk di lingkungan - lingkungan. Sekitar tahun 1979, dengan adanya peristiwa solo (konflik antara etnis tionghoa dengan pribumi) berdampak pada naiknya jumlah baptisan dari orang etnis tionghoa di Magelang. Beberapa dari baptisan itu berasal dari lingkungan ini.

Secara geografis gerejani, lingkungan ini berbatasan dengan lingkungan Carolus Jeksaan di sebelah utara, dengan lingkungan Katarina Semplon di sebelah timur, dengan lingkungan Cornelius Gladiool di sebelah selatan, dan dengan lingkungan Carolus Cacaban Timur. Secara geografis pemerintahan, lingkungan Cornelius Jambon terdiri dari umat yang berdomisili di kampung Jambon Legok RW 03, Kelurahan Cacaban dan RW 04 kelurahan Cacaban. Di sebelah utara, lingkungan ini berbatasan dengan RW 02 kelurahan cacaban. Di sebelah timur berbatasan dengan RW 05 kelurahan Cacaban, dan sebelah barat berbatasan dengan RW 06/07 kelurahan Cacaban.

Menurut data lingkungan, lingkungan ini pernah dipimpin oleh Bapak Brani Prasojo (1987-1992), Almarhum Bapak Mateus Dasuki (1993-2003), tahun 2004-2009 dipimpin oleh Bapak V.F. Tripomo, 2010 dipimpin oleh Ibu Lucia Widjajanti.

Menurut para tokoh umat, iuran lingkungan sudah berjalan semenjak Cacaban menjadi Kring dan iuran ini ditertibkan semenjak berdirinya wilayah dan lingkungan. Iuran ini untuk persembahan, kesehatan dan rukun kematian (RKM). Sejak tahun 2008, yang namanya persembahan, kesehatan dan RKM, di kumpulkan di lingkungan kemudian disetor ke paroki. Namun, 10% dari Iuran Persembahan dan RKM itu dikembalikan ke lingkungan untuk operasional lingkungan. Sementara untuk iuran kesehatan harus disetor penuh ke paroki.

Pada masa kepemimpinan almarhum Bapak M. Dasuki, lingkungan ini dibagi menjadi tiga blok yakni, blok bawah (Jambon legok), blok tengah (warga Jambon tengah) dan blok atas (Jambon gesikan). Hal ini terlaksana pada tahun 1994-1996. Latar belakangnya adalah untuk memudahkan pertemuan keluarga. Tapi hal ini cuma berjalan sekitar 2 tahun, karena penggagas/ pemrakarsanya Bapak R. Suharto berpindah domisili di luar kota. Sesudah itu, blok-blok itu ditiadakan sehingga kegiatan dikembalikan menjadi kegiatan lingkungan.

Pengurus dan program kerja
Sebagai paguyuban, lingkungan ini memiliki struktur kepengurusan sendiri yang cukup banyak, dengan maksud agar umat yang terlibat di dalam kegiatan lingkungan juga banyak. Melalui program kerja dan kemandirian yang cukup tinggi. baik jangka pendek maupun jangka panjang, yakni :
Program jangka pendek, mengadakan latihan koor (tiap hari Jumat) lingkungan untuk tugas ke paroki. Di samping itu, setiap tanggal 12, lingkungan mengadakan rapat lingkungan dengan membahas kegiatan lingkungan, laporan tiap bidang, menanggapi dan melaksanakan tugas dari dewan paroki. Lingkungan juga mengusahakan usaha simpan pinjam dan terakhir adalah melaksanakan tugas adorasi.
Program jangka panjang, lingkungan ini akan melaksanakan APP, doa bersama menjelang kenaikan kelas, rosario bergilir dari rumah-ke rumah di bulan oktober, melaksanakan ibadat arwah/misa arwah bagi orang beriman, melaksanakan adven, melaksanakan natalan/paskahan dan kunjungan orang sakit.

Untuk pembinaan iman umat dan mempersiapkan calon baptis, lingkungan ini memiliki 1 orang guru agama. Guna mendukung kegiatan liturgi, lingkungan ini memiliki 1 orang prodiakon, 1 orang putra Altar, 3 orang pemazmur. Lingkungan ini juga memiliki peralatan misa yang komplet. Lingkungan ini juga memiliki peralatan pemakaman dan juga memiliki peralatan sound system.


Kunjungan dalam dinamika pelayanan

Dalam menjalankan kegiatan lingkungan, umat diwajibkan untuk memberikan iuran bulanan. Di samping itu ada dana dari donatur dan kolekte untuk kegiatan lingkungan ini. Kegiatan lingkungan pada umumnya lebih diwarnai oleh kehadiran bapak-bapak, ibu-ibu, mudika dan anak-anak. Partisipasi umat dalam pelaksanaan kegiatan lingkungan rata-rata di atas 60 %. Pembinaan iman umat di lingkungan ini dilaksanakan melalui kegiatan PIA bagi anak-anak, bina umat untuk penerimaan sakramen inisiasi, pendalaman iman tematis seperti APP, BKSN, Novena dan Adven. Di samping itu, misa lingkungan menjadi sumber makanan rohani bagi umat lingkungan. Dalam kesempatan-kesempatan tertentu, ibadat sabda untuk dan misa ujub keluarga juga menjadikan umat bergairah mengikuti kegiatan itu. Lingkungan ini juga berusaha meningkatkan kemampuan sosial ekonomi umat melalui arisan lingkungan dan usaha simpan pinjam karena sebagian besar umat hidup dalam strata sosial ekonomi menengah ke bawah. Untuk menyapa umat yang menutup diri, lingkungan ini melaksanakan kunjungan pastoral sesuai dengan program paroki.


Terlibat dalam kemasyarakatan

Umat di lingkungan ini menjalin hubungan dengan umat yang beragama lain dengan memberi perhatian pada hari-hari besar keagamaan. Di samping itu, beberapa umat juga terlibat di dalam kepengurusan RT/RW dan juga terlibat di dalam kegiatan bersama dengan masyarakat. Umat lingkungan cornelius jambon ini sering bekerjasama dengan umat non katolik dalam penyelenggaraan hari-hari besar keagamaan seperti acara natalan dan syawalan. Beberapa umat di lingkungan ini juga berperan dalam kerjasama dengan pemerintahan setempat dalam penyelenggaraan pemilu maupun pilkada. Di lingkungan ini, umat yang berpindah agama dikarenakan perkawinan campur beda agama.

CORNELIUS GLADIOL 
Thursday, August 19, 2010, 04:32 - Profile Lingkungan Posted by Administrator
Lingkungan Cornelius Gladiool ini berdiri sejak tahun 1987. Jumlah umat di Lingkungan ini sebanyak 69 orang. Jumlah KK yang dimiliki sebanyak 21 KK. Dari jumlah KK yang dimiliki itu, terdapat 7 pasangan katolik, ada 1 pasangan nikah beda gereja dan 1 pasang nikah beda agama. Di lingkungan ini, kepala keluarga yang berstatus janda sebanyak 12 orang. Berdasarkan usia, umat yang belum menikah sebanyak 61 orang dan umat yang sudah menikah sebanyak 16 orang. Berdasarkan profesi atau pekerjaan, data umat di lingkungan ini menunjukkan pelajar sebanyak 12 orang (5 orang laki-laki, 7 orang perempuan), mahasiswa sebanyak 6 orang (4 laki-laki, 2 perempuan), Pensiunan/Purnawirawan sebanyak 7 orang (2 laki-laki, 5 perempuan), wiraswasta sebanyak 8 orang, sopir sebanyak 2 orang, swasta sebanyak 17 orang, TKW 1 orang, ibu rumahtangga sebanyak 12 orang, dan penganggur sebanyak 6 orang.

Umat berkembang dalam warna – warni kepemimpinan

Di masa berdirinya sebagai lingkungan, Cornelius Gladiool ini dimotori oleh Almarhum Bapak M Subakir yang pada waktu itu bekerja sebagai wartawan. Di samping itu ada beberapa tokoh umat yang turut juga mewarnai perjalanan lingkungan ini dengan cara dan kekhasannya sendiri-sendiri. Mereka adalah Almarhum Bapak Santoso (Guru), Almarhum Bapak Y Gumono (ABRI), Almarhum Bapak G. Parno (Guru), Bapak Antonius Hadi Prakosa (Pensiunan PNS), Bapak Sipon Dahono (Guru) dan Ibu Romini (Swasta).

Secara geografis gerejani, lingkungan ini berbatasan dengan lingkungan Carolus Kyai Mojo di sebelah utara, dengan lingkungan Katarina di sebelah timur, dengan lingkungan Yohanes di sebelah selatan, dan dengan lingkungan Carolus Cacaban. Menurut data lingkungan, tahun 1970-1981, lingkungan ini dipimpin oleh Bapak M. Subakir, tahun 1982-1987, dipimpin oleh bapak J Gumono, tahun 1988-1993 dipimpin oleh Bapak G. Parno. Tahun 1994-1997 dipimpin oleh Bapak P Santoso, tahun 1998-2006 dipimpin oleh Bapak Antonius Hadi Prakoso. Tahun 2007-sekarang, dipimpin oleh Ibu Yohana Romini.
Ibu - ibu

Ciri khas dari lingkungan ini adalah keterlibatan ibu-ibu di dalam kegiatan lingkungan. Hal ini dapat di mengerti karena ibu-ibu yang terlibat adalah ibu-ibu janda. Guna menjalankan kegiatan di lingkungan, umat diwajibkan untuk iuran bulanan. Kegiatan lingkungan pada umumnya lebih diwarnai oleh kehadiran ibu-ibu sebanyak 50 %, bapak-bapak 25 %, mudika 15 % dan anak-anak 15 %. Partisipasi umat dalam pelaksanaan kegiatan lingkungan rata-rata mencapai kurang dari 60 %.

Pembinaan iman umat di lingkungan ini dilaksanakan melalui kegiatan : PIA, pendalaman iman tematis (APP, BKSN, Novena, Advent). Secara sosial ekonomi, sebagian besar umat lingkungan ini ada dalam strata menengah ke bawah. Oleh karena itu, untuk meningkatkan kemampuan sosial ekonomi, maka umat membuat usaha simpan-pinjam. Usaha yang dilakukan terhadap umat yang menutup diri dilaksanakan melalui kunjungan pengurus lingkungan.

Hubungan baik dalam dinamika masyarakat

Umat Katolik di lingkungan ini memiliki hubungan sangat baik dengan masyarakat setempat, terlebih dalam kegiatan untuk kepentingan bersama; dalam kepengurusan RT, RW. Juga dalam kegiatan – kegiatan lain seperti kerja bakti, kumpulan ibu – ibu Darwis dsb.

LINGKUNGAN CAROLUS CACABAN BARAT 
Saturday, August 14, 2010, 02:56 - Profile Lingkungan Posted by Administrator
Lingkungan paling barat
Lingkungan Carolus Cacaban Barat merupakan lingkungan paling barat dari wilayah Carolus. Dengan jumlah umat 90 orang dalam 30 KK. Yang menikah Katolik ada 23 KK, 2 KK beda Gereja, dan 5 KK menikah beda agama. Dilingkungan ini terdapat 8 orang janda dan 5 orang duda. Berdasarkan profesi/ pekerjaan di lingkungan ini terdapat 11 orang pelajar, 3 orang mahasiswa, TNI/POLRI/PNS ada 4 orang, wiraswasta 32 orang, dan 36 orang lainnya tidak terdata. Keberadaan umat di lingkungan ini tentu saja perkembangannya juga karena adanya peran para pendahulu, seperti ; Bapak Wariso, Bapak Priharto, dan masih banyak lagi keluarga – keluarga lain.

Lingkungan guyub
Lingkungan ini termasuk lingkungan yang guyub. Dilihat dari keadaan ekonomi umat termasuk dalam golongan menengah ke bawah. Dengan realita tingkat perekonomian yang berimbang inilah maka kebersamaan dan keguyuban itu terasa sangat kuat. Hal yang menggembirakan, di lingkungan ini juga dirasakan dengan peran orang muda dalam berbagai kegiatan lingkungan.



 
    LoginAdmin        @copyright 2009 Gereja Katolik St Ignatius Magelang