Selamat Datang di Website
Gereja Katolik St Ignatius Magelang
   
LINGKUNGAN GREGORIUS KALIKAMBANG 
Thursday, August 26, 2010, 17:23 - Profile Lingkungan Posted by Administrator
Awal keberadaan lingkungan Gregorius Kalikambang dimulai pada tahun 1988. Ini terjadi karena adanya pemekaran dari lingkungan Gregorius Gelangan. Salah satu tokoh umat yang berperan besar di lingkungan Gregorius Kalikambang ini adalah Bapak Stevanus Suharno, seorang jaksa pengadilan negeri Magelang yang juga Ketua Wilayah Gregorius yang pertama. Beliau adalah orang yang menjadi panutan umat di Wilayah Gregorius dan meninggal pada tahun 1992.

Berbenah pelan

Letak lingkungan ini berbatasan dengan ; sebelah utara Paroki St. Maria Fatima, sebelah timur dengan Wilayah Geovani, sebelah selatan lingkungan Paulus, dan sebelah barat lingkungan Margareta. Umat di lingkungan ini ada 27 KK dengan jumlah jiwa 74. Dari data perkawinan terdapat 17 pasang nikah Gereja, 1 pasang nikah beda Gereja. Terdapat juga 7 janda dan 2 duda.

Kegiatan di lingkungan ini dari waktu – ke waktu berjalan rutin dan bersifat melanjutkan yang telah ada. Sehingga relatif jarang muncul program baru, bahkan pertemuan untuk membahas program pun juga belum terlaksana. Partisipasi umat dalam berbagai kegiatan cukup positif dengan prosentase sekitar 80% ibu – ibu, 12% anak – anak, 4% bapak – bapak, dan 4% kaum muda.



LINGKUNGAN GREGORIUS GELANGAN 
Thursday, August 26, 2010, 17:21 - Profile Lingkungan Posted by Administrator
Lingkungan ini memiliki 40 KK dengan jumlah 111 jiwa. Meskipun disebutkan bahwa pembinaan keluarga – keluarga berjalan cukup baik, namun peran umat untuk terlibat dalam berbagai kegiatan lingkungan masih sangat kurang. Pernikahan secara gerejani di lingkungan Gregorius Gelangan ini cukup baik, ada 22 pasang menikah secara gerejani dan 5 pasang menikah beda agama.

Mata pencaharian umat di lingkungan ini cukup beragam ; PNS, pegawai swasta, penyedia jasa ( bengkel, jahitan ). Yang kalau dilihat dari strata sosial ekonominya termasuk menengah kebawah.

Relasi dalam kemasyarakatan berjalan sangat baik. Sikap saling membantu dan kerjasama antar warga masyarakat berjalan harmonis, misalnya dalam hal kepedulian pada saat ada kematian.

Penambahan jumlah umat

Pada tahun 1967 rupanya menandai perkembangan umat di lingkungan Gregorius Gelangan dengan adanya baptisan dengan jumlah cukup besar. Pendidikan katekumen saat itu diampu oleh Bapak A. Widiarjo dan Bapak A. Suratman. Perkembangan dari tahun ketahun memang semakin baik. Dari kegiatan yang pada saat awal hingga tahun 1967 hanya sebatas ‘sembahyangan’, kini dengan kepengurusan yang ada telah melaksanakan pertemuan – pertemuan rutin ; bulanan setiap hari kamis ketiga, doa Rosario, pendampingan calon baptis, latihan koor, doa arwah, dan berbagai keterlibatan dalam kegiatan di wilayah maupun paroki.


Aktif terlibat dalam masyarakat

Meskipun umat di lingkungan ini minoritas, namun umat katolik cukup memiliki dan aktif terlibat dalam kehidupan bermasyarakat di Gelangan. Keterlibatan dalam berbagai kegiatan RW, RT, Dasawisma, PKK dan sebagainya berlangsung dengan baik.

LINGKUNGAN GREGORIUS SAMBAN 
Thursday, August 26, 2010, 17:19 - Profile Lingkungan Posted by Administrator
Lingkungan ini berbatasan dengan lingkungan Gregorius Gelangan di sebelah utara, sebelah timur lingkungan Geovani, sebelah selatan dan barat lingkungan Paulus. Lingkungan Gregorius Samban mencakup daerah Samban Utara dan kelurahan Gelangan. Umat di lingkungan ini memiliki jumlah KK 20 dengan 94 jiwa. Angka pernikahan gerejani sangat baik, karena peran para orang tua dalam mendidik anak – anaknya secara Katolik memberi nilai positif dalam perkembangan keluarga. Dari data yang diperoleh tercatat pernikahan gerejani ada 16 pasang, 2 pernikahan beda gereja dan 2 pernikahan beda agama. Umat lingkungan Gregorius Samban sebagian besar bermata pencaharian sebagai wiraswasta, PNS/TNI/POLRI, pansiunan dan swasta, maka rata – rata kehidupan ekonominya menengah kebawah.


Dominasi Ibu - Ibu


Dinamika menggereja umat di lingkungan ini bisa dikatakan berjalan baik. Setiap kegiatan yang ada selalu dihadiri cukup banyak umat dengan bentuk bentuk kegiatan seperti ; ibadat, doa Rosario maupun rembug lingkungan. Prosentase keterlibatan umat didominasi oleh ibu – ibu sebanyak 75 %, bapak dan Mudika sebanyak 20 % dan anak – anak sebanyak 5 % . Rata – rata kehadiran umat dalam kegiatan sekitar 60 %.

Dinamika dan relasi antarumat beragama di lingkungan ini berjalan sangat baik. Hal ini dapat dilihat dari berbagai kegiatan umat dalam kemasyarakatan, kunjungan pada hari – hari raya dengan saling bersilaturahmi. Keterlibatan dalam berbagai kegiatan RW, RT, Dasawisma, PKK dan sebagainya.

LINGKUNGAN GEOVANNI KETEPENG 
Thursday, August 26, 2010, 17:12 - Profile Lingkungan Posted by Administrator
dari namanya, kita bisa menduga kaitannya dengan pohon ketepeng. Ternyata tidak ada sumber yang pasti mengenai asal usul nama lingkungan ini disebut Ketepeng. Mungkin karena pada awalnya ada pohon ketepeng besar yang tumbuh di dekat seorang warga (Bapak Karjo), kemudian warga terbiasa menyebut daerah ini dengan Ngentak Ketepeng. Lingkungan Geovani 3 Ketepeng berbatasan dengan lingkungan Geovani 1 Kwayuhan di sebelah utara, lingkungan Geovani 2 Ngentak di sebelah timur, wilayah Paulus di sebelah barat dan wilayah Robertus di sebelah selatan. Lingkungan ini memiliki umat sejumlah 134 jiwa terdiri dari 38 KK dengan berbagai latar belakang profesi, sebagian besar bekerja di sektor swasta dan hanya sedikit PNS atau pensiunan.

Lingkungan Geovani 3 Ketepeng masih tergabung dalam kegiatan gereja di wilayah Geovani sampai dengan tahun 1993 dan mulai merintis kegiatan mandiri sebagai lingkungan sekitar tahun 1994, dipimpin Bapak MY. Setiyono sebagai ketua lingkungan, dilanjutkan Ant. Rario Wisnu periode 1997 – 2000, dan Bapak Daud Krisdarwanto selama 3 periode tahun 2000 – 2009. Bapak Alb. Herdianto Tedjo menjadi ketua lingkungan hingga saat ini (2010) . Bapak PC. Slamet, Bapak Alex serta Ibu Diena adalah tokoh-tokoh umat yang banyak berjasa bagi perkembangan wilayah Geovani dan lingkungan Geovani 3 Ketepeng. Diantara ketiga lingkungan di wilayah Geovani, lingkungan Ketepeng ini yang memiliki jumlah umat Katolik terbanyak. Mirip dengan dua lingkungan lainnya, kegiatan menggereja sangat diwarnai kehadiran ibu-ibu yang mendominasi berbagai pertemuan di lingkungan. Memang jumlah kaum perempuan (janda, ibu-ibu dan anak-anak perempuan) lebih banyak daripada kaum laki-laki, yakni 89 berbanding 45 orang. Kehadiran kaum mudika dalam berbagai pertemuan termasuk rendah, hanya sekitar 10 persen dari jumlah kehadiran umat dalam setiap kali pertemuan yang mencapai 30 sampai 40 orang. Hal ini dipandang sebagai sesuatu yang wajar dan tidak menjadi masalah. Umat lingkungan Geovani 3 Ketepeng memaklumi, dan tidak mempersoalkannya. Untuk menjaga keterlibatan dan peranan mudika, setiap event tertentu dalam kegiatan bersama di tingkat wilayah, seperti Paskahan, Natalan atau kegiatan PIA lebih sering diserahkan sepenuhnya kepada kaum muda untuk merencanakan dan melaksanakannya. Orangtua memberikan dukungan dan bantuan moril materiil agar dapat terlaksana dengan baik.

Secara umum, kegiatan umat di lingkungan Geovani 3 Ketepeng tidak jauh berbeda dengan kegiatan di dua lingkungan Geovani lainnya. Kegiatan rutin setiap bulannya ada 6 kali, yakni pertemuan doa rosario setiap Kamis malam, pertemuan paguyuban bapak-bapak, dan pertemuan ibu-ibu. Sedangkan kegiatan pertemuan/rapat koordinasi pengurus setiap 2 bulan sekali. Kegiatannya lain yang berkaitan dengan program/agenda paroki seperti Pra Paskah, Adven, tugas koor, BKL dan lain-lainnya selalu terlaksana dengan tingkat partisipasi umat cukup tinggi. Bahkan dalam 3 tahun terakhir, lingkungan Geovani 3 berhasil melaksanakan doa novena atau Rosario bulan Mei dan Oktober setiap hari. Sebuah kemajuan kegiatan yang berbasis pada lingkungan yang patut dilestarikan, terutama karena proses penyadaran umat bahwa pertemuan umat menjadi sarana melimpahnya berkah dan Rahmat Allah bagi keluarga-keluarga. Dalam kegiatan tertentu lingkungan Geovani 3 masih sering meminta bantuan lingkungan lain atau wilayah, diantaranya tugas koor karena belum memiliki organis, atau meminjam peralatan misa di wilayah. Oleh karena itu, lingkungan Geovani 3 merasa belum menjadi lingkungan yang mandiri dan otonom. Ke depan sangat diharapkan hal demikian bisa terwujud, karena pengurus lingkungan melihat potensi dan partisipasi umat yang cukup tinggi.


<<First <Back | 24 | 25 | 26 | 27 | 28 | 29 | 30 | 31 | 32 | 33 | Next> Last>>

 
    LoginAdmin        @copyright 2009 Gereja Katolik St Ignatius Magelang