Selamat Datang di Website
Gereja Katolik St Ignatius Magelang
   
Tirakatan menjelang 112 tahun  
Tuesday, July 31, 2012, 16:29 - BERITA Posted by Administrator


Paparan sejarah perkembangan umat di Gereja St. Ignatius Magelang menjadi acara pokok malam tirakatan yang digelar Senin malam ( 30 Juli 2012 ) di gedung Panti Bina Bakti, kompleks gereja yang juga merupakan Gereja Kevikepan Kedu. Acara yang diselenggarakan menjelang 112 tahun berdirinya Gereja Paroki St. Ignatius Magelang ini dihadiri sekitar 100 umat yang terdiri dari para pengurus lingkungan, wilayah dan sebagian tamu undangan.





Tirakatan yang lebih berwarna saresehan ini dibuka oleh Romo Paroki, FX. Krisno Handoyo, Pr dan menghadirkan narasumber Romo M. Nur Widi P, Pr , Direktur Museum Misi Muntilan. Dalam penyampaiannya, Romo Nur Widi membagi fase perkembangan gereja, khususnya di paroki St. Ignatius Magelang menjadi 2 bagian ; era klerus imam tahun 1865 sampai 1971 dan era reksa pastoral tahun 1983 hingga sekarang, sementara pada tahun-tahun sekitar 1970 an hingga 1980 an tercatat sebagai masa-masa proses misi dari Belanda ke imam-imam pribumi.





Lebih lanjut dikatakan Romo Nur Widi : ‘Perkembangan umat hingga tahun 1983 cukup signifikan, meskipun pada masa-masa tahun 1900 hingga tahun 1970an banyak terjadi peristiwa-peristiwa yang menyebabkan para Imam Belanda yang bertugas di Jawa saat itu ditangkap dan dimasukan dalam interniran, bahkan juga ada yang dibunuh. Disinilah sebenarnya peran kaum awam sangat penting dalam perkembangan umat, hanya saja tidak tercatat. Dalam catatan di Paroki St. Ignatius hanya tercatat satu nama Bapak Sangkrib’.





Tirakatan yang berlangsung sekitar 2 jam itu, disamping paparan sekitar perkembangan gereja di Paroki St. Ignatius juga diisi dengan sajian tembang-tembang mocopatan yang berkisah tentang keprihatinan-keprihatinan sosial yang terjadi, seperti yang dituturkan Pramesti, juara mocopatan tingkat provinsi bercerita tentang kepedihan pedagang pasar Rejowinangun yang terbakar 4 tahun yang lalu. Mengakhiri paparannya, Romo Nur Widi mengatakan, ‘ Perkembangan gereja kedepan bukan saja reksa pastoral, namun juga mesti dimulai dengan reevengalisasi serta misi dan kenabian’.







BERITA KEVIKEPAN : SERAH TERIMA ROMO PAROKI  
Monday, July 30, 2012, 19:38 - BERITA Posted by Administrator
SERAH TERIMA ROMO PAROKI GEREJA KELUARGA KUDUS PARAKAN.



Diawali dengan Misa Syukur konselebrasi yang dipimpin oleh Romo Vikep Kedu, FX. Krisno Handoyo, Pr bersama 4 Romo diantaranya Romo Tony, MSF dan Romo Widya, MSF.Minggu, 29 Juli 2012 umat Paroki Gereja Keluarga Kudus Parakan menyelenggarakan serah terima Romo Paroki.



Dalam acara serah terima dari Romo Tony MSF yang mendapat tugas baru di Paroki Rawamangun Jakarta kepada Romo Widya, MSF yang menggantikan itu, disamping dihadiri oleh sekitar 500 umat dari Parakan dan umat dari Banteng Jogyakarta, tempat Romo Widya berkarya sebelumnya, juga disaksikan oleh Romo Vikep Kedu.










Kevikepan Kedu : 50 tahun biara St. Dominikus Rawaseneng. Proficiat Suster ............. 
Monday, July 16, 2012, 18:25 - BERITA Posted by Administrator
50 tahun biara St. Dominikus Rawaseneng.



Minggu 15 Juli 2012, jauh di atas ujung perbukitan Desa Rawaseneng, Temanggung Jawa Tengah, atau persisnya terletak di kecamatan Kandangan terhampar luas hutan pinus. Kesejukan udara sangat terasa dalam aroma segar pohon pinus, meskipun pagi itu udara tidak begitu dingin seperti hari-hari sebelumnya. Hari itu disebuah bangunan biara suster-suster St. Dominikus yang terletak sekitar 200 meter dari kapel Rawaseneng, disebelah kiri jalan menuju tempat pertapaan Cistercensis Santa Maria (CSM) atau lebih dikenal dengan pertapaan ordo Trappist, telah ramai hiruk pikuk para suster mempersiapkan perayaan syukur.



Syukur yang dirayakan dalam Misa 50 tahun berdirinya Biara St. Dominikus Rawaseneng dan pesta emas Suster M. Petra Muryanti, OP. dalam hidup membiara ini diikuti oleh sekitar 300 tamu undangan, termasuk para orang tua dan keluarga para suster komunitas OP. Misa konselebrasi dipimpin oleh Romo FX. Krisno Handoyo, Pr., Vikep Kedu bersama Romo Paroki Petrus Paulus Temanggung, FX. Dwi Nugroho, MSF. dan Romo Athan Subarjo, OSCO. dari pertapan Trappis Rowoseneng.



Dalam homilinya, Romo Krisno mengatakan bahwa ; ‘Perjalanan waktu selama 50 tahun biara St. Dominikus Rawaseneng ini Tuhan telah menyatakan kesetiaan-Nya, maka syukur yang dirayakan ini bukan karena kita yang setia, melainkan Tuhan’. Lebih lanjut dikatakan, para suster di biara St. Dominikus ini diutus untuk mewartakan, menghadirkan Kerejaan Allah secara signifikan dan relevan ditengah-tengah kehidupan masyarakat di desa Rawaseneng melalui pelayanan di Balai Kesehatan, juga sekolah TK. dan SD. ‘Fatima’. Disini suster-suster telah dengan setia juga menjalani perutusannya, meskipun mungkin juga dengan jatuh bangun’. Pada bagian lain Romo Vikep Kedu juga menyampaikan ucapan selamat dan terima kasih, karena para suster St. Dominikus telah memberi warna perutusan di Keuskupan Agung Semarang, khususnya di Kevikepan Kedu’.



Biara St. Dominikus di Rawaseneng dibuka pada tahun 1962 atas permintaan Romo Bavo van Ham, OCSO. Prior pertapaan Trapis kepada Suster Thomasine Speller, OP, Pimpinan Misi di Indonesia untuk mengambil alih balai pengobatan. Pengalihan ini disebabkan oleh karena bentuk pelayanan tidak sesuai dengan tradisi Ordo Trappis. Maka diutuslah 2 orang suster untuk melayani di balai pengobatan, yang kemudian diberi nama ‘Fatima’ dalam pemberkatan pada tanggal 13 Mei 1963, yang kemudian disusul dengan mendirikan sekolahan TK. dan SD.



Seiring dengan berjalannya waktu, maka Konggregasi induk di Nijmengen Belanda merasa perlu bahwa suster-suster di Rawaseneng diberi tempat tinggal yang terpisah dari balai pengobatan dan sekolah. Alasannya memberi ruang bagi para suster St. Dominikus untuk melaksanakan kewajiban-kewajiban sebagai Dominikanes. Maka pada tahun 1978 para suster komunitas OP telah menempati bangunan susteran yang digunakan sampai sekarang.



E. Yusuf Kusuma ( Ketua Komisi Komunikasi Sosial Kevikepan Kedu )

AGENDA ACARA 112 TAHUN GEREJA ST.IGNATIUS MAGELANG 
Saturday, July 7, 2012, 13:30 - BERITA Posted by Administrator


Minggu, 1 Juli 2012 Pelepasan balon menandai rangkaian
perayaan dan Sunatan.



Minggu, 8 Juli 2012 - Lomba Menyanyi Lagu Rohani
( 10.00 )
- Lomba Mazmur ( 11.00 )
- Lomba Lektor ( 10.00 )

Minggu, 15 Juli 2012 - Lomba Merangkai Bunga
(10.00)
- Pelatihan Berbusana Jawa
(10.00)

Minggu, 22 Juli 2012 Seminar Kesehatan ( 10.00 )

Jum’at,Sabtu,Mingu,
27-28-29 Juli 2012 Triduum di Lingkungan

Minggu, 29 Juli 2012 Aksi Sosial Donor Darah ( 10.00 )

Senin, 30 Juli 2012 Tirakatan ( 18.30 )

Minggu, 5 Agustus 2012 Ekaristi Syukur ( 07.00 )



<<First <Back | 9 | 10 | 11 | 12 | 13 | 14 | 15 | 16 | 17 | 18 | Next> Last>>

 
    LoginAdmin        @copyright 2009 Gereja Katolik St Ignatius Magelang