Selamat Datang di Website
Gereja Katolik St Ignatius Magelang
   
Syukur 6 tahun Imamat Romo Wito : ‘Perayaan Ekaristi dan Semangkuk Soto’ 
Friday, June 29, 2012, 14:44 - BERITA Posted by Administrator


Dingin masih terasa ketika Perayaan Ekaristi pagi itu usai. Jum’at pagi 29 Juni 2012 tepat tahun yang keenam Romo YS. Wito Karyono, Pr. ditahbiskan.







Menandai rasa syukur Imamat ini, sekitar 200 umat Paroki St. Ignatius Magelang mengikuti Misa konselebran yang dipimpin oleh Romo Paroki, FX. Krisno Handoyo, Pr. bersama Romo YS. Wito Karyono, Pr. dan Romo Martoyoto Wiyono, Pr.







Seusai Misa, secara sederhana dilanjutkan dengan acara makan soto bersama di pelataran samping pastoran.







Adakah sesuatu yang lebih indah dari pada ungkapan syukur di pagi hari ?

KEVIKEPAN KEDU : Pra Konggres Ekaristi Kevikepan Kedu 
Thursday, June 28, 2012, 19:31 - BERITA Posted by Administrator


‘Elok, menawan, mempesona dan begitu indah, suatu karya yang agung dan luar biasa dari Sang Pencipta. Lingkungan dan alam diciptakan sebagai pusat keseimbangan bagi keberlangsungan bumi, tidak hanya bagi umat manusia namun bagi keseluruhan mata rantai kehidupan’, begitu narasi yang muncul dari seorang perempuan muda diantara ribuan umat Katolik se Kevikepan Kedu ( Sabtu, 19 Mei 2012 ).



Lewat performa teaterikal sejumlah Orang Muda Katolik ( OMK ) Kevikepan Kedu menggambarkan tentang keserakahan manusia dengan penyalahgunaan dan eksploitasi terhadap alam secara berlebihan. Empat orang pemuda memerankan ‘buto’ memporak-porandakan bumi yang digambarkan dengan lembaran kain putih yang digelar oleh bidadari yang dimainkan oleh seorang remaja putri. Pada awalnya bumi alam semesta diciptakan Tuhan sebagai penunjang hidup manusia dan sumber kehidupan.



Sepenggal drama kehidupan tadi adalah sebagian dari acara OMK dalam menyongsong Konggres Ekaristi Keuskupan Agung Semarang ke II yang berlangsung 22 – 24 Juni 2012 di Ganjuran, Jogyakarta. Acara yang bertajuk ‘Pra Konggres Ekaristi’ ini diawali dengan Perayaan Misa Syukur yang bertepatan dengan Hari Komunikasi Sedunia ke 46, dipimpin secara konselebran oleh Vikjen Keuskupan Agung Semarang, Romo Pius Riyana Prapdi Pr bersama Romo FX. Krisno Handoyo Pr, Romo YS. Wito Karyono Pr, Romo Iswahyudi Pr, dan Romo Yudono Suwondo Pr.



Dalam homilinya Romo Pius mengatakan bahwa ; Dalam kehidupan ini kita butuh keseimbangan untuk bisa memahami dan mengerti tentang arti kebenaran yang sesungguhnya. Agar kita tidak salah dalam bertindak bukan saja kepada sesama, namun juga terhadap alam ciptaan. Keseimbangan sebagaimana pesan Paus Benediktus XVI di Hari Komunikasi Sedunia, adalah keseimbangan antara kata dan keheningan. Ketika kata dan keheningan saling mengucilkan, komunikasi lalu menjadi berantakan, entah karena menimbulkan kebingungan atau sebaliknya, menciptakan suasana dingin. Ketika keduanya saling melengkapi, maka komunikasi menjadi bernilai dan bermakna ; demikian lanjut Romo Vikjen.



Selepas Misa diadakan prosesi perarakan Sakramen Maha Kudus yang merupakan pusat misteri iman dalam agama Katolik. Perarakan yang menempuh jarak sekitar 5 km. Ini juga diikuti oleh hampir seluruh umat yang hadir menyusuri perkampungan sekitar lokasi Gua Maria Grabag. Di akhir perjalanan perarakan, umat melalui permenungan diajak untuk peduli dan memberi perhatian pada lingkungan sekitarnya. Melalui orasi, seorang pemuda berbusana serba hitam memekikan kalimat ; Dengarlah jerit tangis mereka ! Akulah orang berdosa, Lihatlah Dia mengalami penderitaan, kegersangan alam saat ini. Alam yang begitu indah, subur......., Dan sekarang hanyalah cerita belaka. Alam porak-poranda, banjir, tanah longsor, sudah menjadi hal biasa. Kenapa semua itu bisa terjadi ? Semua itu ada karena tingkah laku kita, manusia....., kenapa ? Sampai kapan ? Akankah mereka sadar ? Sadar akan perbuatan kita sampai saat ini. Hutan gundul, sampah telah menghancurkan alam kita........, Sadarlah !

E. Yusuf Kusuma ( Ketua Komisi Komunikasi Sosial Kevikepan Kedu )


KEVIKEPAN KEDU : Gua Maria Bunda Penolong Abadi Secang 
Thursday, June 28, 2012, 19:21 - BERITA Posted by Administrator


Menandai bulan Mei 2012, bulan yang dipersembahkan khusus oleh umat Katolik bagi Bunda Maria, umat di wilayah St. Maria Regina Pacis Secang, Kabupaten Magelang Jum’at, 18 Mei 2012 meresmikan Gua Maria Bunda Penolong Abadi. Gua Maria yang berada di salah satu stasi dari Paroki St. Maria Fatima Magelang ini terletak di sebelah timur Kapel. Peresmian yang diawali pada pukul 17.00 dengan Misa Syukur yang dipimpin konselebran Romo Vikep Kedu, FX. Krisno Handoyo, Pr. dan Romo R. Sapto Raharja, Pr., Romo Paroki St. Maria Fatimah Magelang dan diikuti oleh sekitar 300 umat di wilayah dan para undangan dari paroki – paroki sekitar.



Dalam homilinya Romo Vikep Kedu mengatakan ; Kehadiran Gua Maria ini hendaknya membawa umat di wilayah ini secara lebih signifikan dan relevan memiliki kepedulian bukan saja kepada Gereja, namun juga lingkungan dan masyarakat yang ada disekitarnya. Lebih lanjut dikatakan ; jika malah membawa persoalan tentu ini tidak sesuai dengan misi apa yang dibawa oleh Bunda Maria.



Gua Maria Bunda Penolong Abadi Secang ini terletak di km.10 jalan raya Magelang – Semarang, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang. Lokasi tempat peziarahan ini berbentuk persegi dengan panel jalan salib melingkar. Pada kesempatan itu juga diberkati sumber mata air yang terletak disebelah kanan belakang pelataran yang berbatasan dengan kapel. Sebagaimana dituturkan oleh panitia, bahwa patung yang disemayamkan di gua adalah pemberian dari Uskup Agung Semarang, Mrg. Johanes Pujasumarta.



Garin Nugroho, sutradara film ‘Soegija’ hadir di Magelang. 
Thursday, June 28, 2012, 17:33 - BERITA Posted by Administrator


Film ‘Soegija’ yang telah ditayangkan di studio XXI sejak awal bulan ini, Minggu 24 Juni 2012 yang lalu oleh OMK (Orang Muda Katolik) Gereja St. Ignatius Magelang diapresiasi dalam saresehan bersama sutradaranya, Garin Nugroho di Aula SDK. Pendowo, kompleks Gereja St. Ignatius Magelang. Acara yang diikuti oleh sekitar 100 peserta, yang sebagian besar adalah orang muda ini berlangsung selama lebih dari 1 jam. Dalam dialognya Garin banyak menceritakan proses pembuatan film ini yang cukup rumit, mengingat harus memilah bagian – bagian dari catatan harian Uskup Soegija dibalik riset-riset yang ia lakukan. Dikatakan lebih lanjut bahwa film ‘Soegiyo’ ini adalah sepenggal kisah kehidupan Uskup Indonesia pertama yang diangkat menjadi pahlawan Nasional pada masa presiden Soekarno.



Garin Nugroho, sutradara film yang sangat identik dengan film-film nasional berkualitas akan hadir di Magelang.(Minggu, 24 Juni 2012). Pria lulusan SMA Kolese Loyola Semarang, yang kemudian melanjutkan di Institut Kesenian Jakarta ini telah melahirkan film-film yang memperoleh banyak penghargaan diantaranya ‘Cinta dalam Sepotong Roti’ tahun 1991, juga film berjudul ‘Daun di Atas bantal’tahun 1997 dan ‘Mata Tertutup’ tahun 2012.



Pada tahun ini Garin Nugroho menggarap film layar lebar berjudul ‘Soegija’ yang mengisahkan perjuangan sosok Monsinyur Soegija Pranoto, Uskup pribumi pertama di Indonesia sekitar tahun 1940-1949. Disamping itu film yang berdurasi hampir 2 jam ini juga menghadirkan sisi-sisi kemanusiaan dalam karakter tokoh - tokoh yang ada disekitar figur sentral Soegija seperti Mariyem (Annisa Hertami), seorang perawat yang harus berpisah dengan kakaknya, Maryono (Abe). Ada bocah Tionghoa bernama Ling Ling (Andrea Reva) yang terpisah dari ibunya (diperankan Olga Lidya). Ada perwira Jepang Nobizuki (diperankan Suzuki) yang rindu pada putrinya yang membuat ia tak bisa tega pada anak-anak. Ada juga Robert (Wouter Zweers), seorang tentara Belanda yang begitu merendahkan bangsa pribumi, merasa dirinya mesin perang yang hebat, namun mendadak tersentuh oleh seorang bayi, dan ingin pulang ke ibunya di Belanda. Robert yang berkawan dengan Hendrick (Wouter Braaf), jurnalis foto yang jatuh cinta pada Mariyem tapi cintanya ditolak. Film yang mengambil lokasi syutingnya di Semarang, Ambarawa, Klaten, Solo dan Jogja ini melibatkan lebih 2000 pemain. Lewat film ini diharapkan Garin bisa memberi inspirasi tentang multikultural dalam basis nasionalisme.



<<First <Back | 10 | 11 | 12 | 13 | 14 | 15 | 16 | 17 | 18 | 19 | Next> Last>>

 
    LoginAdmin        @copyright 2009 Gereja Katolik St Ignatius Magelang