Selamat Datang di Website
Gereja Katolik St Ignatius Magelang
   
Ekaristi Syukur 70 tahun Keuskupan Agung Semarang  
Monday, May 31, 2010, 18:53 - BERITA Posted by Administrator



Muntilan - Minggu, 27 Juni 2010
Merenungkan: EKARISTI SEBAGAI SYUKUR ATAS KETERLIBATAN UMAT 
Saturday, May 1, 2010, 16:17 - Inspirasi Posted by Administrator
Hari ke-2

Hari ini hari Minggu Paskah V. Hari ini juga menjadi Novena Tahun Syukur KAS yang kedua, yang erenungkan tema Pewartaan Injil di Jawa. Kebetulan pula hari ini adalah hari kedua dari bulan Mei, bulan Maria, yang di Keuskupan Agung Semarang sejak tahun 1999 telah dij adikan Bulan Katekese Liturgi atau BKL. BKL di KAS telah berjalan persis 12 tahun pada tahun 2010 ini. Akan tetapi herannya, dari evaluasi ternyata masih sebagian besar umat beriman di KAS ini yang tidak mengenal apa itu BKL? Kasihan deh Komisi Liturgi… atau…kasihan deh umat yang belum kenal BKL? Atau kasihan deh kita semua yang kurang memperkenalkan apa itu BKL ya?

Sesuai dengan fokus pastoral KAS yang menjadikan tahun 2010 ini sebagai Tahun Syukur, tema BKL tahun 2010 ini ialah Syukur atas Keterlibatan Umat dalam Ekaristi. Mengapa keterlibatan umat dalam Ekaristi perlu disyukuri? Ya, karena keterlibatan umat dalam Ekaristi termasuk hakekat liturgi sendiri. Dari sononya (istilah kerènnya: dari hakekatnya) liturgi menuntut partisipasi seluruh umat beriman sepenuhnya, secara sadar dan aktif (Konstitusi Liturgi dari Konsili Vatikan II: Sacrosanctum Concilium no. 14), mengingat liturgi selalu erupakan perayaan seluruh Gereja (bdk. Sacrosanctum Concilium no. 26). Demikianlah, Perayaan Ekaristi adalah perayaan seluruh Gereja yang menuntut keterlibatan seluruh umat. Misa Kudus itu bukan hanya urusan Pastor Paroki, Tim Liturgi Paroki, para Prodiakon, Lektor, dan para petugas lainnya. Apa jadinya liturgi yang digarap dengan apik, para petugasnya dilatih bagus, tetapi umat yang hadir banyak yang terlambat, selama Misa ber-SMS ria, kalau ada telepon masuk ke HP diterima sambil bilang: “Sebentar ya, aku lagi Misa….”.

Pokoknya sebagus apapun liturginya dan petugasnya, tetapi kalau umatnya tidak terlibat dengan seluruh hati, budi dan pikiran, ya sama saja. Itulah sebabnya, keterlibatan umat dalam Ekaristi mesti diupayakan dan disyukuri!

Merenungkan: UMAT KAS MERAYAKAN TAHUN SYUKUR 
Friday, April 30, 2010, 19:19 - Inspirasi Posted by Administrator
RENUNGAN BULAN KATEKESE LITURGI

Hari ke-1

Bergembira dan memuliakan Allah adalah ciri utama umat beriman yang mengalami kebaikan Allah, mengalami keselamatan yang datang dari Tuhan. Dalam Kitab Suci, kita banyak menemukan teks yang menyebutkan kegembiraan orang yang mengalami keselamatan dari Tuhan (mis. Kis 13:48). Refren pada Mazmur Tanggapan pada bacaan Misa hari ini juga mengumandangkan suasana hati yang sama: Segala ujung bumi melihat keselamatan yang datang dari Allah kita (Mzm 98). Istilah lain dari bergembira dan memuliakan Allah adalah bersyukur! Dan apabila bersyukurnya itu sepanjang tahun, maka seluruh tahun itu disebut Tahun Syukur.
Tahun 2010 ini menjadi Tahun Syukur umat beriman se Keuskupan Agung Semarang. Ada banyak alasan untuk bersyukur bagi kita. Syukur atas ulang tahun KAS yang ke-70 tahun, yang persisnya besok tanggal 25 Juni; syukur atas semangat berbagi sebagaimana digulirkan KEK I dulu (Kongres Ekaristi tahun 2008); syukur atas keterlibatan anak, remaja, kaum muda dan keluarga; syukur atas Tahun Imam 2009-2010; dan tentu saja syukur atas habitus baru yang digulirkan Ardas 2006-2010. Kita juga telah mengetahui bahwa tema Tahun Syukur KAS ini adalah Terlibat Berbagi Berkat.
Pujian-syukur ternyata adalah tindakan paling puncak yang dibuat Gereja dalam hidup imannya sepanjang sejarah! Apabila umat beriman mampu bersyukur, umat beriman telah sampai pada inti puncak yang pantas dibuat bagi Allah, sesama dan alam lingkungan, karena pujian-syukur inilah makna asli dari kata EKARISTI, yang berasal dari kata Yunani: eucharistia yang artinya ya itu tadi: pujian syukur. Padahal Gereja meyakini sepanjang sejarahnya bahwa Ekaristi adalah sumber dan puncak seluruh kehidupan umat kristiani (Konstitusi Dogmatis dari Konsili Vatikan II: Lumen Gentium no. 11). Konsekwensi wajar dari rumusan Ekaristi sebagai sumber dan puncak seluruh kehidupan umat kristiani ialah bahwa pujian syukur menjadi acara dan kegiatan sentral dan puncak dari seluruh hidup umat beriman, termasuk di Keuskupan Agung Semarang.

Wali Kota Magelang Terpilih Tanggung Jawab Umat 
Friday, April 30, 2010, 13:01 - BERITA Posted by Administrator
Kamis, 29 Apr 2010 23:23:16 WIB | Oleh : M Hari Atmoko



ANTARA - Pasangan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Magelang yang bakal terpilih melalui pemilihan kepala daerah pada 6 Juni 2010 menjadi tanggung jawab seluruh umat setempat, kata Kepala Gereja Santo Ignasius Kota Magelang, Romo Krisno Handoyo.

"Dukung mereka yang memang dipilih rakyat," katanya ketika membuka dialog bertajuk "Umat Peduli Pilkada 2010" yang dihadiri empat pasangan calon di Gedung Mandala, kompleks Gereja Paroki Santo Ignasius Kota Magelang, di Magelang, Kamis malam.

Ia mengatakan upaya membangun peningkatan kesejahteraan masyarakat setempat pascapilkada mendatang bukan terletak kepada wali kota dan wakil wali kota terpilih, melainkan menjadi tanggung jawab bersama seluruh kalangan masyarakat, termasuk umat beragama.

"Apa artinya wali kota ketika masyarakat 'ndableg' (tidak peduli, red.) dan tidak taat, semua harus peduli terhadap kesejahteraan bersama," kata Krisno yang juga Kepala Gereja Kevikepan Kedu yang membawahi berbagai gereja Katolik di Kota Magelang, Kabupaten Magelang dan Temanggung itu.

Pada kesempatan itu dia juga mengemukakan perbedaan politik sebagai kenyataan yang harus disikapi secara wajar, terutama oleh umat setempat.

Perbedaan atas pilihan politik umat, kata dia, bukan menjadi alasan untuk perpecahan di antara mereka karena persatuan dan kesatuan gereja tidak atas pilihan politik, tetapi ketaatan terhadap Tuhan.

Ia menyatakan ajakan kepada umat untuk memilih secara benar atas pasangan kandidat yang cakap, setia, takut kepada Tuhan, dipercaya, dan benci terhadap pengejaran suap.

"Pilih yang cakap bukan yang cakep. Kota Magelang harus bebas 'markus' (makelar kasus, red.) dan 'lukas' (lupa kasus, red.)," katanya.

Ia mengatakan dialog tersebut sebagai wujud kesadaran umat setempat bahwa mereka menjadi bagian dari warga Kota Magelang.

Persoalan pilkada setempat, kata dia, juga menjadi perhatian umat.

"Mereka ambil bagian sebagai warga negara yang bertanggung jawab dan warga gereja yang taat kepada Tuhan. Mereka tidak sekadar merasa memiliki Kota Magelang, tetapi menjadi bagian dari kehidupan kota ini," katanya.

Empat pasangan kandidat kepala daerah setempat itu adalah Koentjoro-Rahajeng Enny Rahayu (calon perseorangan), Senen Budi Prasetyo-Kholid Abidin (Partai Demokrat-PPP), Sigit Widyonindito-Joko Prasetyo (PDI Perjuangan, PAN, PKS), dan Budiyarto-Titik Utami (Partai Golkar-PKB).

Pada kesempatan itu, mereka secara bergiliran menyampaikan visi dan misi sebagai kandidat, kemudian dilanjutkan dialog dengan umat Katolik Kota Magelang yang berasal dari dua paroki, yakni Gereja Paroki Santo Ignasius dan Santa Maria Fatima. s

<<First <Back | 32 | 33 | 34 | 35 | 36 | 37 | 38 | 39 | 40 | 41 | Next> Last>>

 
    LoginAdmin        @copyright 2009 Gereja Katolik St Ignatius Magelang