Selamat Datang di Website
Gereja Katolik St Ignatius Magelang
   
Mencari Nama Hari 
Saturday, April 23, 2011, 11:14 Posted by Administrator
Artikel ini adalah pelengkap untuk artikel sebelumnya: "Menghitung Hari Paskah".

Mengingat-ingat nama hari untuk peristiwa yang sudah lama terjadi sering- kali sulit. Demikian pula menyebut nama hari beberapa puluh/ratus tahun yang akan datang, misalnya tahun 2030 sama sulitnya.
Dalam artikel “Menghitung Hari Paskah” menggunakan Tabel TPP ditemu- kan Tanggal Purnama Paskah setelah menghitung Mod (tahun/19). Sesudah tanggal itu ditemukan, tugas berikutnya adalah menentukan hari ybs. supaya dapat menghitung kapankah hari Minggu setelah TPP. Untuk menemukan hari tersebut kita memang dapat melihatnya di dalam kalender tahunan. Tetapi siapakah yang pada saat ini memiliki kalender tahun 2030?
Di bawah ini kami sediakan alat bantu sederhana, yang dapat digunakan sewaktu-waktu. Tersedia 3 tabel yang diperlukan, yaitu 1) Tabel Nilai Bulan, 2) tabel Nilai Tahun (periode 1900-2199), dan 3) Tabel Sisa Modulus.
Tabel 2 dapat Anda lanjutkan sendiri sampai tahun 2199.



Rumus untuk menemukan nama hari adalah:



Contoh penggunaan:
Tanggal 30 Maret 2030 = hari … ?
Nilai bulan Maret = 4
Nilai tahun 2030 = 1
MOD(30 + 4 + 1)/7 = MOD (35/7) = 0
Dalam Tabel 3, 0 adalah Sabtu.
Jadi tanggal 30 Maret 2030 adalah hari Sabtu.

Selamat mencoba.


Menghitung Tanggal Paskah 
Tuesday, April 19, 2011, 07:52 Posted by Administrator




Setiap kali kita merayakan Paskah, kita mengalami fakta bahwa Hari Raya Paskah selalu jatuh pada hari Minggu, tetapi tanggalnya berubah-ubah terus.
Pergeseran tanggal Paskah itu antara 21 Maret sampai 25 April. Mengapa demikian? Dan bagaimanakah cara menentukan tanggal Paskah tersebut?

1. MENGGUNAKAN TABEL
Perhitungan tanggal hari Paskah mengikuti dua pola kalender, yaitu kalender surya dan kalender candra. Kalender surya adalah kalender yang didasarkan pada peredaran bumi mengelilingi matahari (1 tahun = 365,25 hari), sedangkan kalender candra berdasar pada peredaran bulan mengelilingi bumi (1 tahun = 355 hari).

Titik awal perhitungan tanggal Paskah adalah datangnya musim semi (karena Palestina dan Eropa memiliki 4 musim). Musim semi adalah awal cahaya terang dan kesegaran hidup di bumi, melambangkan Kristus cahaya dan kehidupan bagi dunia. Awal musim semi itu terjadi pada tanggal 21 Maret. Siklus musim semi akan berulang kembali setiap 19 tahun.
Sesuai dengan kebiasaan Yahudi yang merayakan Paskah setelah hari ke-14 dalam bulan (= saat bulan purnama), maka purnama pertama setelah 21 Maret itu disebut sebagai "Tanggal Purnama Paskah" (TPP). Dari sinilah kemudian dicari hari Minggu terdekat sesudahnya. Jadi hari Minggu Paskah adalah hari Minggu setelah Tanggal Purnama Paskah.
Karena jumlah hari ada tujuh, maka ada tujuh kemungkinan TPP. Siklus 7 hari itu tidak terulang, karena adanya tahun kabisat. Maka siklus tersebut akan berulang setiap 7 x 4 = 28 tahun sekali; inilah yang disebut siklus syamsiah.
Dengan demikian siklus tanggal paskah akan berulang setiap 28 x 19 tahun atau 532 tahun. Siklus ini disebut Siklus Victorius , karena untuk pertama kali diperkenalkan oleh Victorius dari Aquitaine di Roma pada tahun 457.

Terdapat dua versi perhitungan tanggal Paskah, yakni
- sistem Kalender Julius.
Merupakan metode yang pertama kali digunakan; sudah ada perhitungan tahun kabisat, tetapi belum memperhitungkan bahwa perputaran sistem matahari itu tidak persis 365,25 hari, tetapi kurang sedikit (365,23xxx). Oleh karena itu setelah beberapa abad terjadi selisih perhitungan dengan kalender astronomis. Digunakan sejak tahun 326 Masehi oleh Gereja Ortodols Timur.
- sistem Kalender Gregorius.
Metode ini mulai digunakan setelah reformasi kalender Gregorian tahun 1582. Adapun cara kerjanya diuraikan secara rinci oleh Clavius dalam bukunya "Six Canons" tahun 1582. Digunakan oleh Gereja Katolik dan Protestan pada umumnya.

Di sini hanya akan disajikan sistem Kalender Gregorian saja. Untuk lebih jelasnya, kita lihat tabel berikut ini:

Tabel TPP untuk tahun 1900 - 2199 Masehi
(300 tahun; M=Maret, A=April)



Keterangan:
Modulus thn:19
artinya angka tahun dibagi 19, sisanya = ....
TPP = Tanggal Purnama Paskah.

Misalnya kita ingin tahu tanggal berapa Paskah tahun 2010.
2010 : 19 = 105, sisanya = 15.
Dalam tabel, di bawah angka 15 tertulis 30M. --> TPP untuk tahun 2010 adalah 30 Maret.
Hari apakah 30 Maret 2010 itu? Selasa.
Minggu Paskah adalah hari Minggu setelah TPP, yaitu 4 April.

Dengan menggunakan tabel di atas, nampaknya perhitungan menjadi mudah. Tetapi perlu diingat, bahwa untuk menentukan hari TPP diperlukan cara tersendiri. [lihat: Mencari Nama Hari]

2. MENGGUNAKAN ALGORITMA
Selain menggunakan tabel, pencarian tanggal paskah juga dapat dibuat dengan menggunakan algoritma atau perhitungan aritmatika biasa, yaitu: penjumlahan, pengurangan, perkalian, pembagian, modulus, dan penyimpanan (plus, minus, kali, bagi, modulus, assign. Untuk itu dapat digunakan kalkulator atau komputer.

2.1. Algoritma Gauss
Seorang ahli matematika bernama Carl Friedrich Gauss memperkenalkan algoritma penghitungan tanggal Paskah (sistem Gregorian dan Julian) pada tahun 1800, dan direvisi pada tahun 1816.


Catatan: mod = modulus; floor = pembulatan ke bawah.

2.2. Algoritma Gregorius Anonim
Algoritma ini dibuat oleh seorang koresponden dari New York yang dimuat dalam harian Nature pada tahun 1876. Algoritma ini khusus dibuat untuk sistem Gregorian, dan sudah mengalami beberapa kali cetak ulang:
1877 pada The Ecclesiastical Calendar, 1922 pada General Astronomy, 1977 pada Journal of the British Astronomical Association , 1988 pada Practical Astronomy With Your Calculator , dan 1991 pada Astronomical Algorithms.


Selamat Mencoba !!!

Sumber (saduran bebas) dari Wikipedia
Selamat Paskah.
Chris SG

Temu Anak Se-Keuskupan Agung Semarang 
Tuesday, April 12, 2011, 15:21 - BERITA Posted by Administrator


Dalam rangka ulang tahun ke 75 tahun, Seminari Tinggi Kentungan mengadakan kegiatan temu anak. Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan-perwakilan paroki yang ada di Keuskupan Agung Semarang. Ada sekitar 2000an anak dan pendamping yang terlibat dan berpartisipasi dalam acara tersebut.

Paroki St Ignatius Magelang tidak mau ketinggalan. Ada 26 anak dan 5 pendamping yang datang untuk mengikuti acara tersebut. "Biar anak-anak semakin kenal dengan tempat penggodokan para calon imam dioses di Keuskupan Agung Semarang ini. Semakin mengenal, semakin mereka cinta Gereja" demikian penjelasan Romo Wito yang juga ikut menghantar anak-anak ke Seminari Tinggi.



Ada aneka kegiatan yang dibuat. Anak-anak juga diajak untuk berkeliling di kompleks Seminari. Di setiap titik perhentian, terdapat stan-stan yang menggambarkan aktivitas para frater. Mulai dari lukisan, teater, karawitan, musik, sampai aneka permainan. Semua itu tampak menarik minat anak-anak.

Anak-anak Ignatius juga tidak mau ketinggalan. Mereka dengan berani menampilakn kebolehannya menyanyi di atas panggung. Salut untuk anak-anak Ignatius. Mog-moga tumbuh benih panggilan dalam diri mereka.
Yuuukk, ber-AKSI PUASA 
Tuesday, March 8, 2011, 17:44 - Inspirasi Posted by Administrator
Ade bergegas mencari ayah dan ibunya.

“Bu, ada titipan amplop!” katanya sambil menyerahkan amplop itu kepada ibunya.

“Amplop apa, Dik?” tanya ibunya.

Dengan semangat empat lima, Ade menjelaskan amplop itu.

“Tadi Pak Paijo ke sini. Terus nitipin amplop itu. Pak Paijo mengatakan kalau amplop itu adalah amplop APP. Gitu, Bu!”

Ibu Ade mengamati amplop itu dan memasukkan ke dalam buku Puji Syukur yang biasa dibawanya ke gereja.
“APP itu apa sich, Bu?” tanya Ade kepada ibunya yang masih sibuk dengan amplop dan Puji Syukurnya.

Ibunya gelagapan mendengar pertanyaan anaknya itu. Pura-pura aja tidak mendengar pertanyaan anaknya dengan pura-pura membolak-balik buku Puji Syukur.

“APP itu Aksi Puasa Pembangunan, dik!” sahut ayahnya dari ruang tamu.

Ade segera menemui ayahnya di ruang tamu. Karena penasaran, Ade segera memberondong ayahnya dengan pertanyaan-pertanyaan, “Trus kenapa harus ada amplop segala? Emangnya amplop itu untuk apa?”

“Ow.. gini lho, dik! Aksi Puasa Pembangunan itu salah satu ungkapan dalam masa Prapaska. Selama Prapaskah, kita berpantang dan berpuasa. Pantangnya setiap hari Jumat. sedangkan puasanya pada hari Rabu abu dan Jumat Agung".

"Emangnya cara pantang dan puasa itu bagaimana sich, Pak?" Ade makin tertarik dengan keterangan ayahnya.

"Cara pantang adalah memilih untuk tidak membuat apa yang paling kita sukai. Misalnya Adik puasa tidak jajan. Bapak pantang tidak merokok. Ibu pantang tidak dolan ke mall. Sedangkan puasa itu makan kenyang hanya sekali sehari".

"Wah... gampang sekali ya, Pak! Kalau cuma gitu, Adik aja bisa!"

"Memang sangat gampang, Dik. karena mudah itu, banyak orang malah tidak membuatnya. hahahaahaha..... Ya, tho? Karena mudah itu maka kita bisa membuat gerakan pantang dan puasa sendiri yang lebih berat. Selain itu, kita juga membuat gerakan pengumpulan dana APP. Nah, APP itu harus punya daya ubah, Dik!”.

Belum selesai menjelaskan, Ade langsung menyerobot, “Pengumpulan dananya kapan, Pak?”

Ayahnya hanya tersenyum, “Jadi, antara APP dan puasa itu ada kaitannya. Karena sebenarnya makna yang terkait antara puasa dan APP, yaitu memberikan hasil puasa dan pantang. Jadi penghematan yang dilakukan kita sisihkan sebagai wujud keprihatinan terhadap sesama yang berkekurangan lewat menabung. Misalnya adik pantang jajan, uang jajannya itu disisihkan. Klo bapak pantang rokok, uang beuat beli rokok disisihkan. kalau ibu pantang belanja atau main ke mall maka uangnya itu disisihkan. Dan itu fungsi dari amplop APP yang diedarkan oleh gereja”.

“Jadi amplop itu diisi selama masa Prapaskah ya, Pak?”

“Bener, Dik! Adik itu cerdas, ya... hehehehe... Ini baru anak bapak! Tapi gini, dik! Kita itu masih sering salah mengerti mengenai dana APP. Kayak ibumu itu. Amplop APP itu dianggap sebagai bentuk sumbangan wajib atau partisipasi yang nanti di isi saat ketua lingkungan datang mengambilnya, bukan hasil dari puasa. Makanya amplop itu disimpen!” kata ayah Ade sambil melirik ibunya.

"Iya dech... Ibu keliru!" Ibu Ade hanya bisa tersenyum kecut.

“Trus baiknya amplop itu diapain, Pak?”

“Gini aja.. Kita buat kotak APP. Trus kita taruh di ruang keluarga. Setiap hari kita sisihkan uang makan, uang jajannya asik, uang rokoknya bapak, dan uang belanjanya ibu.. Hasilnya kita masukkan ke kotak itu. Gimana, Dik?”

“Ok, Pak! Kita buat sekarang aja, ya?”

Kemudian Ade dan Ayahnya membuat kotak APP dan menaruhnya di ruang keluarga.

BAGAIMANA DENGAN ANDA?

<<First <Back | 17 | 18 | 19 | 20 | 21 | 22 | 23 | 24 | 25 | 26 | Next> Last>>

 
    LoginAdmin        @copyright 2009 Gereja Katolik St Ignatius Magelang