Selamat Datang di Website
Gereja Katolik St Ignatius Magelang
   
Wali Kota Magelang Terpilih Tanggung Jawab Umat 
Friday, April 30, 2010, 13:01 - BERITA Posted by Administrator
Kamis, 29 Apr 2010 23:23:16 WIB | Oleh : M Hari Atmoko



ANTARA - Pasangan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Magelang yang bakal terpilih melalui pemilihan kepala daerah pada 6 Juni 2010 menjadi tanggung jawab seluruh umat setempat, kata Kepala Gereja Santo Ignasius Kota Magelang, Romo Krisno Handoyo.

"Dukung mereka yang memang dipilih rakyat," katanya ketika membuka dialog bertajuk "Umat Peduli Pilkada 2010" yang dihadiri empat pasangan calon di Gedung Mandala, kompleks Gereja Paroki Santo Ignasius Kota Magelang, di Magelang, Kamis malam.

Ia mengatakan upaya membangun peningkatan kesejahteraan masyarakat setempat pascapilkada mendatang bukan terletak kepada wali kota dan wakil wali kota terpilih, melainkan menjadi tanggung jawab bersama seluruh kalangan masyarakat, termasuk umat beragama.

"Apa artinya wali kota ketika masyarakat 'ndableg' (tidak peduli, red.) dan tidak taat, semua harus peduli terhadap kesejahteraan bersama," kata Krisno yang juga Kepala Gereja Kevikepan Kedu yang membawahi berbagai gereja Katolik di Kota Magelang, Kabupaten Magelang dan Temanggung itu.

Pada kesempatan itu dia juga mengemukakan perbedaan politik sebagai kenyataan yang harus disikapi secara wajar, terutama oleh umat setempat.

Perbedaan atas pilihan politik umat, kata dia, bukan menjadi alasan untuk perpecahan di antara mereka karena persatuan dan kesatuan gereja tidak atas pilihan politik, tetapi ketaatan terhadap Tuhan.

Ia menyatakan ajakan kepada umat untuk memilih secara benar atas pasangan kandidat yang cakap, setia, takut kepada Tuhan, dipercaya, dan benci terhadap pengejaran suap.

"Pilih yang cakap bukan yang cakep. Kota Magelang harus bebas 'markus' (makelar kasus, red.) dan 'lukas' (lupa kasus, red.)," katanya.

Ia mengatakan dialog tersebut sebagai wujud kesadaran umat setempat bahwa mereka menjadi bagian dari warga Kota Magelang.

Persoalan pilkada setempat, kata dia, juga menjadi perhatian umat.

"Mereka ambil bagian sebagai warga negara yang bertanggung jawab dan warga gereja yang taat kepada Tuhan. Mereka tidak sekadar merasa memiliki Kota Magelang, tetapi menjadi bagian dari kehidupan kota ini," katanya.

Empat pasangan kandidat kepala daerah setempat itu adalah Koentjoro-Rahajeng Enny Rahayu (calon perseorangan), Senen Budi Prasetyo-Kholid Abidin (Partai Demokrat-PPP), Sigit Widyonindito-Joko Prasetyo (PDI Perjuangan, PAN, PKS), dan Budiyarto-Titik Utami (Partai Golkar-PKB).

Pada kesempatan itu, mereka secara bergiliran menyampaikan visi dan misi sebagai kandidat, kemudian dilanjutkan dialog dengan umat Katolik Kota Magelang yang berasal dari dua paroki, yakni Gereja Paroki Santo Ignasius dan Santa Maria Fatima. s
PERINGATAN HARI KARTINI 
Tuesday, April 27, 2010, 18:13 - BERITA Posted by Administrator
Magelang - Dalam rangka memperingati Hari Kartini yang jatuh pada tanggal 23 April, WKRI Ranting Magelang Selatan mengadakan dua kegiatan. Kegiatan yang pertama adalah Kursus dan Lomba Merangkai Bunga. Kegiatan kedua adalah Perayaan Ekaristi.

Kegiatan Kursus dan Lomba Merangkai Bunga diadakan pada hari Jumat, 23 April 2010 bertempat di Gedung Mandala.Dalam kegiatan ini, dihadirkan Pak Bambang sebagai pembicara dan Romo Wito. Pak Bambang memberikan materi megnanai tips merangkai bunga, sedangkan Romo Wito memberikan dasar-dasar dan aturan merangkai bunga untuk altar. Ada 40 kelompok yang mengikuti lomba merangkai bunga.



Sabtu, 24 April 2010 diadakan Perayaan Ekaristi untuk memperingati hari Kartini. Ada yang berbeda. Seluruh petugas Liturgi didominasi oleh Ibu-ibu, kecuali Romo Wito yang memimpin perayaan Ekaristinya. Para petugas liturgi mengenakan pakaian jawa.

"Kartini telah menggerakkan banyak orang, apakah Yesus Kristus juga menggugah kesadaran kita, memberikan inspirasi dalam hidup kita?" demikian inti permenunga yang sisampaikan oleh Romo Wito.

Pada bagian akhir, dibagikan hadiah kepada para peserta lomba merangkai bunga. Dibagikan juga hadiah dadakan bagi umat yang mengenakan busana jawa.



Moga-moga kegiatan ini semakin memotivasi untuk untuk terus terlibat dalam kehidupan menggereja.
PUISI-PUISI DOROTHEA ROSA HERLIANY. 
Tuesday, April 27, 2010, 14:20 Posted by Administrator
Borobudurlinks, 30 Maret 2010. Dalam rangka memperingati wafatnya Isa Al-masih 2010, borobudurlinks menurunkan beberapa artikel tentang sejarah misi Katholik di Magelang. Seperti kita ketahui, misi katholik di Indonesia bisa dikatakan dimulai dari wilayah ini,sebuah wilayah yang menyimpan sejarah perkembangan agama-agama ‘mapan’ di tanah air.

Untuk melengkapi rangkaian artikel itu kami juga menampilkan puisi-puisi yang bertema relijius Kristen karya DOROTHEA ROSA HERLIANY (Rosa), perempuan penyair terkemuka di republic ini, yang kebetulan lahir dan menetap di Magelang.

Rosa, lahir 20 Oktober 1963. Sudah menerbitkan 21 judul buku, Pernah menerima penghargaan seni dari Kementrian Kebudayaan dan Pariwisata RI, Khatulistiwa Literary Award, Pusat Bahasa dll. Sering mewakili Indonesia dalam acara sastra di luar negri. Terakhir, tahun 2009 mengikuti festival puisi di Dubai, UEA (Maret), dan menerima stipendium (beasiswa) untuk tinggal di Jerman selama 4 bulan (April-Juli).

Bukunya terbaru: schenk mir alles, was die Männer nicht besitzen. doch schenk mir nicht das Himmelreich / Beri Aku Semua Yang Dibutuhkan Lelaki, Tapi Bukan Surga (buku puisi 2 bahasa, Indonesia-Jerman, multi media dengan CD ROOM). penerbit Ulme Verlaag. Germany, Agustus 2009. Buku puisi terbarunya sedang proses terbit: Tambur Methamorf.
Selamat menikmati (MMS/bolinks@2010).



MISA SEPANJANG HARI

setelah letih merentang perjalanan, kita sampai
di perempatan sejarah. menghitung masasilam
dan merekareka masadatang. segala yang telah
kita lakukan sebagai dosa, berhimpithimpitan
dalam album. berebut di antara mazmurmazmur dan
doa. dan kita pun belum putuskan perjalanan atau
kembali pulang.

katakata gugur jadi rintihan. percakapan berdesis
dalam isakan. keringat anyir dan darah bersatu
menawar dahagamu yang terlampau kental. engkau imani
taubatku yang mengering di antara dengkur dan igauan.
tubuh beku di antara altaraltar dan bangkupanjang.
di antara mazmur dan suara anggur dituangkan.
di seberang mimpi, pancuran dan sungai mati dengan
sendirinya. tibatiba kaupadamkan cahaya itu.

ruang ini gelap. aku raba dan kucaricari tongkat
si buta. kutemukan cahaya dalam fikiranku sendiri.
pejalan beriringan di antara gang dan musim yang
tersesat. kunyalakan cahaya dalam hatiku. biarlah
jika akhirnya membakar seluruh ayat dan syair yang
lupa kukemasi.

1992


IBADAH SEPAROH USIA

kalimatkalimat yang kauucapkan
berguguran dalam shadatku. inilah
kidung yang digumamkan!

berapa putaran dalam sembahyang langit.
tengadah di bawah hujan yang menaburkan
ayatayat tak pernah dibaca.

aku tak menemu akhir sembahyangku
yang gagap. lilinlilin tak menyala
dalam ruangan tanpa cahaya. gema mazmur
yang disenandungkan dari ruang mimpimu
beterbangan dalam tidurgelisahku. dan
kotbah yang sayup, bertebaran dari
mulutmulut kesunyian.

telah kautabuh loncengmu? sembahyangku
takjuga menemu akhir.

1992


TAMAN YANG SUNYI

aku sudah amat letih memandangi gaunMu di atas bangku
taman itu. berkalikali kuketuk pintu taman, Kau tak
membukakannya. sehingga bungabunga mekar tetap merunduk
dan daundaun kering pada rerumputan tetap berserak.
membiarkan kesendirianMu. aku bagai gambar diam pada
dinding, Kaubiarkan hampir terlepas.

berkalikali aku mengetuknya. Kau hanya membiarkan gaun
itu menempuruk, tak terpakai (hanya tanda bahwa Kau ada).
tak hentihenti aku mengetuknya, biarpun akhirnya gaun
itu pun tinggal bayangbayang. begitu terjaga, dan Kau
mendekat padaku, mendekat pada gambar yang hampir
terlepas itu, aku tibatiba menjelma sebuah kehidupan:
yang berkalikali mengetuk pintu dan berusaha senantiasa
menjamahMu

Jogya, 1989


AYAT AYAT YANG TAK TERSELESAIKAN

jarak antara aku denganMu hanya sutera tipis yang tak
tertembus. ayatayat yang tak terselesaikan untuk sampai
kepadaMu, menembusnya bertahun usia, berlintas matahari.
senantiasa terpenggal amin ya, Tuhan. dan kita
tibatiba merasa tak perlu menghapus jarak itu. sampai
rindu tak putusputus mencariMu dalam kitabkitab berdebu.
dan tanganMu menyentuh batinku yang sunyi.
aku mengenalMu yang berselimut abadabad yang panjang.
sebab kehidupan masih terus bergerak. aku mengenalMu
yang sendirian dalam gambar lautan. sendirian pada sampan
yang karam. berjalan di atas laut, tenang kepadaku.
seperti ombak yang pecah pada karang. mengelus batin
yang mengeras dalam kebisuan dendam. jarak antara aku
denganMu hanya karang – aku bertapa di dalamnya – dan
gemuruh suaraMu selalu sampai kepadaku. sehingga, aku
hanya ingin amin setelah baitbait doa selesai kuucapkan.

Jogya, 1989

MEREKA MEMBANGUN SUNGAI

mereka membangun sungai pada kepalanya, kata
seseorang. agar hanyut kalimatkalimat dalam
fikirannya menuju bendunganbendungan yang ditunggui
orangorang kosong. untuk memperebutkan rumusrumus
dan kesimpulan yang mengasingkannya dari kemanusiaan,
kata yang lain. agar tercipta makhlukmakhluk baru yang
pongah dengan hurufhuruf dan angkaangka membungkus
hatinurani. sehingga bumi yang purba membangun
kepompongnya pada kanvas sunyi, kata seseorang.

agar orangorang meninggalkan arti debu, kata yang lain.
agar orangorang meninggalkan arti hujan dan matahari.
agar orangorang tak paham bunyi angin. agar orangorang
tak mengerti kicau burung. agar orangorang tak tahu
kediaman batu. agar orangorang …

mereka membangun sungai, membangun
bendunganbendungan,
membangun orangorang kosong, muara, air, dan kebisuan
suarahalus dari mulutmulutnya, kata seseorang yang
menamakan dirinya nabi. orangorang telah meninggalkan
kefanaan, desahnya.

mereka membangun sungai dalam fikirannya. dalam
hatinuraninya. agar orangorang tak paham kediaman
ayatayat yang tak terbaca. agar orangorang …


DOA TAK HENTI

kuinginkan lautan sunyi dalam hatiku, agar
aku nikmati gelombang dan katakbergemingan
batukarang. agar aku nikmati getaran bianglala dan
sengatan musim matahari. kuinginkan ombak, badai, dan
kebuasan ikanikan raksasa. seorang nelayan: kecil dan
jelata! kuinginkan cakrawala tak bertepi –musim panen
tak hentihenti.

kuinginkan perahuperahu terambing ombak. agar aku
nikmati kecemasan nelayan. kuinginkan lautan luas tak
bertepi. agar tak sampai kuucapkan amin, sampai habis
kurajutkan robek sampan. kuinginkan....

1992


Supervisi KAS, 26 April 2010 
Tuesday, April 27, 2010, 13:27 - Lain-Lain Posted by Administrator




<<First <Back | 33 | 34 | 35 | 36 | 37 | 38 | 39 | 40 | 41 | 42 | Next> Last>>

 
    LoginAdmin        @copyright 2009 Gereja Katolik St Ignatius Magelang