Selamat Datang di Website
Gereja Katolik St Ignatius Magelang
   
Pengesahan Program Kerja Dewan Paroki St Ignatius 
Monday, February 20, 2012, 14:56 - BERITA Posted by Administrator

Magelang - Setelah bertekun dalam proses selama hampir tiga bulan, RAPB Paroki St Ignatius Magelang akhirnya disahkan. Dalam rapat pleno yang mengambil tempat di Panti Bina Bhakti itu, program kerja Dewan Paroki dinyatakan berlaku untuk tahun anggaran 2012. Pengesahan itu menjadi titik awal perjalanan Gereja St Ignatius.

Sebelum disahkan, Dewan Harian memberikan laporan pertanggungjawaban gerak pastoral yang telah dibuat selama tahun 2011. Segala kemajuan dan kekurangan dipaparkan dengan gamblang oleh bapak Sarkum, Wakil Ketua Dewan Paroki St Ignatius. Setelah pemaparan pertanggungjawaban diterima oleh Dewan Pleno, acara dilanjutkan dengan pemaparan mengenai program kerja tahun 2012 yang telah dibuat oleh masing-masing bidang.



Romo FX Krisno Handoyo Pr, Ketua Dewan Paroki St Ignatius Magelang, mengajak anggota pleno untuk melihat program-program yang sebelumnya telah dicermati oleh tim khusus. Catatan-catatan yang telah dibuat oleh tim khusus itu disampaikan kepada forum untuk dipikirkan bersama dan diambil jalan tengahnya. “Kita tidak usah berpikir soal biaya. Kalau memang program yang kita buat tidak relevan dan signifikan, kita harus berani membuangnya. Tetapi jika program itu sungguh relevan dan signifika harus diperjuangkan. Kalau dananya kurang, kita tambahi,” demikian tegas romo Krisno.

Pengesahan RAPB 2012 paroki St Ignatius Magelang ini menjadi bagian dari proses yang telah dimulai sejak awal bulan Desember 2011. Pada tanggal 10-11 Desember, Dewan Paroki St Ignatius memulai langkah dengan melakukan evaluasi sekaligus merumuskan fokus pastoral yang hendak diperjuangkan selama tahun 2012. Dengan terang ARDAS KAS, visi dan misi Paroki St Ignatius, dan konteks umat dibuatlah kerangka pastoral selama tahun 2012. Fokus pastoral ini akhirnya membuahkan rekomendasi untuk masing-masing bidang yang kemudian ditindaklanjuti dengan pembuatan program kerja. Pokok perhatian utama tahun 2012 adalah peningkatan pemahaman umat akan pokok-pokok iman. Selain itu, terdapat juga perhatian akan KLMTD dan optimalisasi peran kaum awam.

Setelah rapat kerja itu, masing-masing bidang bergerak untuk menindaklanjuti rekomendasi yang telah diberikan. Rekomendasi itu ditajamkan dalam diskusi-diskusi yang terjadi pada masing-masing bidang. Dari sinilah dihasilkan program-program kerja masing-masing tim kerja. Proses ini berakhir pada pengesahan program kerja 2012 yang terjadi pada hari Minggu, 19 Februari 2012.
Dengan disahkannya program kerja itu, langkah dinamika Gereja St Ignatius terus digulirkan. Semoga Gereja St Ignatius menjadi semakin signifikan dan relevan bagi Gereja dan masyarakat. Tuhan memberkati.

OMK IGNATIUS MERAYAKAN VALENTINE 
Tuesday, February 14, 2012, 05:37 - BERITA Posted by Administrator

14 Februari adalah peringatan hari valentine atau hari kasih sayang. Atas perayaan hari kasih sayang itu ada banyak tanggapan, entah menerima atau menolak. Penolakan-penolakan atas hari kasih sayang ini beraneka ragam. Ada sekelompok anak muda yang melakukan demo menentang perayaan hari kasih sayang. Ada pula yang menyebarkan slogan Sukseskan Gerakan Anti Perayaan Valentine di berbagai jejaring sosial. Salah satu alasan yang sering saya temukan adalah karena perayaan itu bisa menghancurkan generasi muda. Rasa saya, pernyataan ini sangat tergantung dari mana kita memandangnya.

Dalam kenyataannya, ada banyak orang muda yang menyalahartikan hari kasih sayang sebagai saat melepaskan hasrat dan nafsu. Valentine day dimaknai sebagai saat yang tepat untuk melepaskan keperjakaan atau keperawanan. Bagi mereka ini, ucapan dan ungkapan kasih sayang harus sampai kepada tindakan nyata. “Apa buktinya kalau kamu sayang aku?” demikian yang sering menjadi pembenarannya. Akhirnya mereka ini terjerumus pada sebuah praktek menyimpang dari hakekat peringatan hari kasih sayang. Kaidah moral yang telah ditanamkan sejak kecil taklagi berbunyi. Mereka menjadi seperti binatang yang mengumbar nafsi tanpa mengenal tempat dan waktu.

Apakah hari kasih sayang harus diwujudkan seperti itu? Rasa saya tidak. Ada banyak cara untuk menyatakan sayang kepada orang yang dikasihi. Itulah yang dibuat oleh orang muda di Gereja St Ignatius Magelang. Keprihatinan akan penyimpangan hari kasih sayang membawa mereka bercermin, “apakah hari kasih sayang tidak bisa dimaknai secara lebih positif?” Itulah pertanyaan dasar yang menggerakkan mereka untuk berbuat sesuatu secara positif. Muncullah sebuah tema, “Karena Cinta Kita ada”. Pada hari Minggu, 12 Februari 2012 pelataran pasturan St Ignatius Magelang menjadi saksi kiprah kaum muda memaknai sebuah perayaan hari kasih sayang. Cinta tidak sama dengan nafsu. Cinta mendorong orang untuk menngekspresikan diri dan membuat orang semakin berkembang. Dengan konsep itu, mereka mengajak orang muda untuk menampilkan dan mengekspresikan cinta yang ada dalam diri mereka. Dan demikian luar biasa. Orang muda mampu menampilkan diri secara positif. Mereka mampu membagikan diri mereka kepada yang lain.

Sekelompok remaja yang sedang berproses mencari jati dirinya sering menjadi korban penyimpangan arti hari kasih sayang. Kelabilan jiwa mereka sering salah arah karena pergaulan yang salah pula. Tetapi dalam acara itu, mereka menunjukkan bahwa mereka bisa mengisi hari kasih sayang secara berbeda. Pencarian jati diri itu diisi dengan menampilkan kemampuan mereka dalam bermain musik dan bernyanyi. Tembang-tembang dolanan mereka lantunkan dengan apik. Meski alat yang mereka gunakan sangat sederhana, tetapi mereka mampu memainkannya dengan harmonis. Pencarian jati diri tak selalu jatuh pada lubang yang salah.



Gelora semangat muda ternyata bisa disalurkan pada sesuatu yang bernilai positif. Komunitas sepeda ini menunjukkan bahwa mereka mampu menyalurkan gairah muda mereka untuk mengembangkan bakat dan minat. Gairah muda itu dimaknai dengan mengembangkan minat mereka pada aktraksi sepeda. Dengan lincah mereka meliuk-liuk di atas sepeda dengan menjaga keseimbangan badan. Atraksi yang menghibur dan mengundang banyak orang untuk memberikan tepuk tangan.
Orang muda selalu mencari dan terus mencari. Style menjadi penanda atas pencarian itu. Mereka belajar banyak dari style yang terus berkembang. Itulah yang ditunjukkan oleh komunitas Harajuku Magelang. Dalam pagelaran hari kasih sayang itu, komunitas ini menunjukkan cara lain dalam memaknai hari kasih sayang. Kecintaan mereka pada dunia fashion membawa mereka pada minat yang sama: harajuku style. Kecintaan mereka itu tidak hanya berhenti pada kecintaan fashion semata, tetapi mereka pun belajar bahasanya juga. Tampilan dipertontonkan akhirnya mengundang banyak orang untuk datang dan berfoto bersama mereka. Sisi lain dari makna sayang mereka tampilkan.



Yang menarik bagi saya adalah kehadiran sekelompok anak muda yang mementaskan beberapa langgam jawa dengan iringan gamelan. Ketika budaya lokal semakin tergeser ke pinggiran, ternyata masih ada sekelompok anak muda yang asyik dan menekuni budaya warisan leluhur. Dengan lincah mereka memainkan alat musik gamelan. Beberapa tembang jawa mengalun. Sebuah tanda bahwa masih banyak orang muda yang cinta budaya. Masih banyak anak muda yang peduli dengan kebudayaan warisan nenek moyang mereka. Melalui tampilan itu, mereka ingin menunjukkan makna kasih sayang secara berbeda. Mereka sayang dengan budaya. Dan itu mereka tunjukkan dengan melestarikan budaya itu. Sebuah usaha yang patut diacungi jempol.



Di balik rasa benci atas penyelewenggan makna hari kasih sayang, ternyata ada cinta akan hari kasih sayang. Ada banyak orang yang menggunakan hari itu sebagai penanda dan sekaligus menjadi saat pembaharuan ikrar kasih yang telah sekian lama terjalin. Ketika orang muda disorot karena sering dianggap menjadi pelaku penyelewengan ternyat bisa menunjukkan makna kasih sayang secara positif. Kini, hari kasih sayang telah mendapatkan pemaknaan baru yang bisa diterima oleh setiap orang yang berpikiran luas. Masihkah kita berpikir negatif tentang hari kasih sayang?

Selamat hari Kasih Sayang.

MISA SYUKUR IMLEK 2563 
Sunday, January 29, 2012, 16:52 - BERITA Posted by Administrator


Perayaan Ekaristi Syukur Tahun Baru Imlek 2563 di Gereja St. Ignatius Magelang pada hari Minggu, 29 Januari 2012. Misa dipimpin konselebran oleh ; Romo Tombokan, MSC, Romo FX. Krisno Handoyo, Pr. dan Romo Martoyoto, Pr.



















HARI ANAK MISIONER KE 169 
Sunday, January 8, 2012, 19:43 - BERITA Posted by Administrator


Minggu pagi hingga siang kemarin 8 Januari 2012, pelataran Gereja St. Theresia Salam yang berada disebelah utara sungai Krasak dan menjadi batas antara Kabupaten Magelang dan Kabupaten Sleman DIY. dipenuhi oleh anak – anak dan remaja dari berbagai daerah se eks. Karesidenan Kedu. Hentakan alunan suara rebana yang ditabuh anak - anak dari Paroki Salam mengiringi langkah sekitar 1000 anak memasuki perayaan peringatan Hari Anak Misioner ke 169 yang bertepatan dengan Hari Penampakan Tuhan ( Kalender Gereja Katolik ).
Hari Anak Misioner lahir lewat Serikat Kepausan Anak dan Remaja Misioner yang memiliki arah pembinaan terhadap perlindungan dan hak – hak azasi anak. Anak – anak dan remaja pantas mendapatkan perhatian, perlindungan dan kasih sayang bukan karena keturunan ras, golongan atau status sosial tertentu, melainkan karena didalam diri anak – anak dan remaja sendiri memang berharga dan bermartabat. Hal ini sejalan dengan konvensi internasional PBB tentang perlindungan dan hak azasi anak. Serikat Kepausan Anak dan Remaja Misioner merupakan gerakan internasional dari anak – anak yang paling tua diseluruh dunia. Gerakan ini di Indonesia baru dimulai sekitar tahun 1970.



Peringatan Hari Anak Misioner ke 169 ini dirayakan dengan Ekaristi/ Misa yang dipimpin secara konselebran (bersama – sama) oleh Romo FX. Krisno Handoyo, Pr. Romo Vikep. Kedu, Romo L. Issri Purnomo, Pr. Romo Paroki Salam dan Romo M. Nur Widi, Pr., Romo Komisi Karya Misioner Keuskupan Agung Semarang dengan didukung oleh anak – anak dari Paroki – paroki se Kevikepan Kedu, meliputi Salam, Muntilan, Sumber, Tumpang, Mertoyudan, Magelang, Temanggung, Parakan dan Rowoseneng. Masing – masing anak dari paroki masing – masing tampil dengan kekhasannya. Melalui perayaan ini anak – anak dan remaja diajak rela dan bersedia mengambil bagian dalam perutusan Gereja untuk menjadi bintang, bukan hanya sebagai objek melainkan subyek yang rela dan bersedia membagikan apa yang menjadi miliknya meskipun sedikit kepada anak – anak lain, rela berbagi secara nyata dengan saling menerima teman yang berlainan budaya, talenta, juga agama.

Mendung tipis di langit Salam tidak mengurangi keceriaan anak – anak dan remaja mengikuti acara demi acara. Sambil melantunkan kidung – kidung gerejawi dengan berbagai iringan musik dari alat – alat musik etnik seperti calung, ketipung, kendang hingga alat musik modern gitar, elekton, anak – anak juga memadukan gerakan – gerakan tari – tarian. Dalam membuka perayaan Romo Krisno mengajak anak – anak dan remaja se Kevikepan Kedu untuk menjadi bintang sebagaimana bintang yang membimbing tiga orang Raja dari timur menemukan Sang Juru Selamat Yesus yang lahir lebih dari 2000 tahun yang lalu. Sosok 3 raja menggambarkan orang memiliki kekuasaan sebagai raja, namun sangat bijaksana dalam mengamalkan panggilannya dan selalu menyertakan Sang Pencipta dalam setiap keputusan – keputusan dalam melakoni kehidupannya. Kisah tiga raja ini juga yang diangkat oleh anak – anak dari Dusun Juwono Sumber dalam bentuk teaterikal dengan balutan nuansa pedesaan khas lereng gunung Merapi. Sementara itu Romo Issri bersama anak – anak dari SMA Seminari Menengah Mertoyudan bertutur tentang kasih dan solideritas lewat tokoh boneka dalam serial ‘Teletabis’.


E. Yusuf Kusuma, Ketua Komisi Komunikasi Kevikepan Kedu.



<<First <Back | 12 | 13 | 14 | 15 | 16 | 17 | 18 | 19 | 20 | 21 | Next> Last>>

 
    LoginAdmin        @copyright 2009 Gereja Katolik St Ignatius Magelang