Selamat Datang di Website
Gereja Katolik St Ignatius Magelang
   
GELIAT KAUM MUDA IGNATIUS 
Sunday, February 28, 2010, 05:21 - BERITA Posted by Administrator

Sebagian Kaum Muda berpose bersama Fr Bondhan setelah Ekaristi Natal 2009


Mana kaum muda Ignatius? Kok sepi? Pertanyaan ini bisa menjadi wakil dari kegelisahan mengenai gerak dan dinamika kaum muda Ignatius. Bahkan ada yang bilang jika kaum muda Ignatius itu antara ada dan tiada. Secara kuantitas, kaum muda Ignatius itu banyak. Tetapi berapa prosen yang terlibat dalam gerak dan dinamika Paroki Ignatius. Tidak dipungkiri, sebagain besar menjadi kaum muda anonim di Ignatius.

Untuk menjawab keprihatinan ini, Kaum Muda Ignatius berusaha berjuang maksimal menggerakkan kaum muda untuk terlibat dalam gerak dan dinamika paroki Ignatius. Salah satu bentuk yang ingin dibuat adalah berpartisipasai dalam Perayaan Pekan Suci. Kaum Muda ingin menunjukkan kepada umat, bahwa mereka ada dan bisa. Bersama Fr. Bondhan, kaum muda merencanakan untuk membuat peragaan kisah sengsara Tuhan Yesus Kristus dalam bentuk tampilan yang berbeda, yaitu kethoprak. Selain menawarkan permenungan kisah sensara, kaum muda juga ingin nguri-uri kabudayan.

Berbahasa Jawa saja sulit apalagi memainkan ketoprak. Oleh karena itu, peragaan kisah sengsara ini sudah dipersiapkan jauh-jauh hari. latihan telah dilakukan beberapa kali. Untuk latihan awal ini, porsi latihan ditekankan pada pengucapan. Dalam latihan ini banyak masih banyak terjadi salah baca atau salah ucap, maklum saja bahasa Jawa telah menjadi bahasa asing di rumahnya sendiri. Tidak mengherankan jika banyak tawa menyelingin latihan. hal ini justru semakin menumbuhkan rasa keakraban dan kekeluargaan di antara mereka.

Kaum Muda mulai menggeliat. Moga-moga tidak masuk angin! Tapi roh yang sudah ada terus menerus dihidupi sehingga Gereja Ignatius terus berkembang di usianya yang sudah memasuki 110 tahun. Usia yang tak lagi muda. Masa depan Gereja Ignatius ada ditangan kaum muda. Sanggupkah? SEMOGA!
PROSES LIVE IN 
Sunday, February 28, 2010, 01:16 - BERITA Posted by Administrator

Romo Krisno dan Frater Bondhan memberikan penjelasan


Magelang – Mulai tanggal 26-28 Februari 2010, diadakan live-in para frater dari Seminari Tinggi Kentungan. Sebanyak 21 frater datang ke paroki Ignatius untuk mengikuti live-in. Tujuan diadakannya live in ini adalah untuk menggali data umat dan sejarah perkembangan umat di paroki St Ignatius Magelang. Keberadaan data umat ini sangat penting. “Data paroki merupakan dasar untuk pastoral. Istilahnya pastoral berdasarkan data. Dengan adanya data yang jelas dan pasti, pastoral yang dibuat menjadi tepat sasaran,” demikian tegas Romo FX Krisno Handoyo Pr, selaku pastur kepala di paroki Ignatius. Data-data yang ingin didapatkan terdapat di lingkungan-lingkungan. Maka, para frater di bagi dalam lingkungan-lingkungan dan wilayah. Untuk itu, pada hari Kamis, 25 Februari 2010 diadakan pertemuan Ketua Wilayah dan Ketua Lingkungan. Pertemuan ini ditujukan untuk memberikan sosialisasi dan gambaran mengenai kegiatan live in.

Jumat, 26 Februari para frater datang ke Ignatius. Setelah semua datang, diadakan pertemuan bersama untuk belajar angket dan mematangkan rencana kegiatan yang akan dilakukan pada hari Jumat sore. Pertemuan ditutup dengan makan siang sembari menunggu jemputan dari lingkungan-lingkungan yang akan membawa para frater menuju tempat yang akan mereka tinggali selama live-in.

Sabtu, 27 Februari para frater datang kembali ke paroki untuk membuat laporan kegiatan yang telah mereka buat. Progress report ini dibuat untuk melihat sejauh mana perkembangan proses live-in. Benang merah dari progres report ini adalah amburadul. Ternyata data yang diharapkan ada di masing-masing lingkungan belum sepenuhnya ada. Kalaupun ada, data itu tidak maksimal. “dengan kenyataan amburadul, kami justru senang. Karena kami jadi tahu dan tertantang untuk berbuat apa, “seloroh Romo Krisno mengomentari laporan para frater.


Salah satu frater sedang sibuk memasukkan data ke laptop


Karena data yang masih amburadul, membuat para frater harus bekerja ekstra. Ada yang sampai lembur untuk mengolah dan membaca lembar kuning. Ini menandaskan tekad para frater untuk membantu paroki Ignatius untuk mendapatkan data yang valid. Untuk memberikan peneguhan, romo Krisno berpesan, “Tentu sulit untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Setidak-tidaknya para frater bekerja secara optimal.”



Frater-frater yang tertidur pulas setelah bekerja keras mengumpulkan data dan mengolahnya


Setelah sharing-sharing pengalaman itu, para frater membuat dan mengolah narasi dari data-data yang telah dikumpulkan. Karena semaleman para frater bekerja, tidak mengherankan jika kemudian ada yang sampai tertidur dengan pulasnya di kursi ruang tamu dan menjadi bahan olok-olokan teman-teman yang lain. Itulah cara para frater untuk melepaskan ketegangan pikiran ketika mereka sedang bekerja. Demi mendapatkan data, ada juga frater yang lembur di pasturan sampai sekitar pukul 18.00.


Diskusi mengolah data


Jika para frater demikian optimal dalam membuat data, apakah kita juga tergerak untuk berpartisipasi di dalamnya?

KONSOLIDASI LIVE IN 
Tuesday, February 23, 2010, 12:36 - BERITA Posted by Administrator
Seminari Tinggi – Bertempat di ruang kelas program imamat Fakultas Teologi Sanata Dharma, diadakan pertemuan pra live-in antara para Frater yang akan mengadakan live-in di Paroki St Ignatius dengan Romo YS Wito Pr dan Fr. Bondhan. Pertemuan ini diadakan untuk membahas materi dan teknis pelaksanaan live-in yang akan diadakan pada tanggal 26-28 Februari 2010.
“Salah satu keprihatinan dasar di Paroki Ignatius adalah data dan pemanfaatannya. Selama ini, data-data yang ada atau seharusnya ada belum dimanfaatkan secara maksimal. Bahkan, data itu tidak ada sama sekali. Untuk itu, tujuan dari live in ini adalah untuk menggali data-data yang dibutuhkan paroki Ignatius karena fokus perhatian pastoral di Ignatius adalah pastoral berdasarkan data,” demikian jelas Frater Bondhan kepada para Frater. “Adanya data ini tentu akan sangat membantu memetakan paroki dan mendukung pelayanan pastoral.”
Para Frater akan datang pada hari Jumat, 26 Februari 2010. Mereka akan berada di lingkungan dan wilayah untuk menggali data: baik data sejarah maupun data statistik. Data-data ini akan dirangkum dalam bentuk narasi. Ke depannya, narasi-narasi dari lingkungan atau wilayah ini akan diterbitkan dalam bentuk buku bunga rampai. Pengerjaan buku bunga rampai ini akan ditangani oleh bidang Penelitian dan Pengembangan bekerja sama dengan tim kerja KomSos. Harapannya, buku bunga rampai ini akan selesai dan dilaunching pada puncak pesta ulang tahun Paroki Ignatius ke – 110 pada bulan Juni yang akan datang. (ysw)

ber - Aksi Puasa Pembangunan: Saatnya Berbagi 
Thursday, February 18, 2010, 19:17 - BERITA Posted by Administrator

kotak APP di pasturan Ignatius Magelang


Ade bergegas mencari ayah dan ibunya.

“Bu, ada titipan amplop!” katanya sambil menyerahkan amplop itu kepada ibunya.

“Amplop apa, Dik?” tanya ibunya.

Dengan semangat empat lima, Ade menjelaskan amplop itu.

“Tadi Pak Paijo ke sini. Terus nitipin amplop itu. Pak Paijo mengatakan kalau amplop itu adalah amplop APP. Gitu, Bu!”

Ibu Ade mengamati amplop itu dan memasukkan ke dalam buku Puji Syukur yang biasa dibawanya ke gereja.
“APP itu apa sich, Bu?” tanya Ade kepada ibunya yang masih sibuk dengan amplop dan Puji Syukurnya.

Ibunya gelagapan mendengar pertanyaan anaknya itu. Pura-pura aja tidak mendengar pertanyaan anaknya dengan pura-pura membolak-balik buku Puji Syukur.

“APP itu Aksi Puasa Pembangunan, dik!” sahut ayahnya dari ruang tamu.

Ade segera menemui ayahnya di ruang tamu. Karena penasaran, Ade segera memberondong ayahnya dengan pertanyaan-pertanyaan, “Trus kenapa harus ada amplop segala? Emangnya amplop itu untuk apa?”

“Ow.. gini lho, dik! Aksi Puasa Pembangunan itu salah satu ungkapan dalam masa Prapaska. Selama Prapaskah, kita berpantang dan berpuasa. Pantangnya setiap hari Jumat. sedangkan puasanya pada hari Rabu abu dan Jumat Agung".

"Emangnya cara pantang dan puasa itu bagaimana sich, Pak?" Ade makin tertarik dengan keterangan ayahnya.

"Cara pantang adalah memilih untuk tidak membuat apa yang paling kita sukai. Misalnya Adik puasa tidak jajan. Bapak pantang tidak merokok. Ibu pantang tidak dolan ke mall. Sedangkan puasa itu makan kenyang hanya sekali sehari".

"Wah... gampang sekali ya, Pak! Kalau cuma gitu, Adik aja bisa!"

"Memang sangat gampang, Dik. karena mudah itu, banyak orang malah tidak membuatnya. hahahaahaha..... Ya, tho? Karena mudah itu maka kita bisa membuat gerakan pantang dan puasa sendiri yang lebih berat. Selain itu, kita juga membuat gerakan pengumpulan dana APP. Nah, APP itu harus punya daya ubah, Dik!”.

Belum selesai menjelaskan, Ade langsung menyerobot, “Pengumpulan dananya kapan, Pak?”

Ayahnya hanya tersenyum, “Jadi, antara APP dan puasa itu ada kaitannya. Karena sebenarnya makna yang terkait antara puasa dan APP, yaitu memberikan hasil puasa dan pantang. Jadi penghematan yang dilakukan kita sisihkan sebagai wujud keprihatinan terhadap sesama yang berkekurangan lewat menabung. Misalnya adik pantang jajan, uang jajannya itu disisihkan. Klo bapak pantang rokok, uang beuat beli rokok disisihkan. kalau ibu pantang belanja atau main ke mall maka uangnya itu disisihkan. Dan itu fungsi dari amplop APP yang diedarkan oleh gereja”.

“Jadi amplop itu diisi selama masa Prapaskah ya, Pak?”

“Bener, Dik! Adik itu cerdas, ya... hehehehe... Ini baru anak bapak! Tapi gini, dik! Kita itu masih sering salah mengerti mengenai dana APP. Kayak ibumu itu. Amplop APP itu dianggap sebagai bentuk sumbangan wajib atau partisipasi yang nanti di isi saat ketua lingkungan datang mengambilnya, bukan hasil dari puasa. Makanya amplop itu disimpen!” kata ayah Ade sambil melirik ibunya.

"Iya dech... Ibu keliru!" Ibu Ade hanya bisa tersenyum kecut.

“Trus baiknya amplop itu diapain, Pak?”

“Gini aja.. Kita buat kotak APP. Trus kita taruh di ruang keluarga. Setiap hari kita sisihkan uang makan, uang jajannya asik, uang rokoknya bapak, dan uang belanjanya ibu.. Hasilnya kita masukkan ke kotak itu. Gimana, Dik?”

“Ok, Pak! Kita buat sekarang aja, ya?”

Kemudian Ade dan Ayahnya membuat kotak APP dan menaruhnya di ruang keluarga.

BAGAIMANA DENGAN ANDA?

<<First <Back | 19 | 20 | 21 | 22 | 23 | 24 | 25 | 26 | 27 | 28 | Next> Last>>

 
    LoginAdmin        @copyright 2009 Gereja Katolik St Ignatius Magelang