Selamat Datang di Website
Gereja Katolik St Ignatius Magelang
   
Perayaan Bersama Natal dan Tahun Baru Kota Magelang 
Thursday, January 10, 2013, 14:53 - BERITA Posted by Administrator




‘Peristiwa Natal adalah peristiwa kasih. Semangat Natal adalah semangat memberi. Tuhan telah hadir dalam diri manusia yang hidup dan senantiasa menyertai kita. Kasih itu ada jika kita mengalami secara pribadi Kasih Allah, baik ketika kita mengalami kesukaan maupun dalam penderitaan, kegagalan atau terpuruk. Selalu siap menjaga hati lebih dari harga diri. Seringkali demi menjaga harga diri, kita lalu mengorbankan orang lain, mengorbankan alam lingkungan kita dan menghalalkan segala cara’, demikian pesan Natal yang disampaikan FX. Krisno Handoyo Pr Pastor Kepala Paroki Gereja St. Ignatius Magelang dalam Perayaan bersama Natal 2012 dan Tahun Baru 2013 instansi Negeri dan Swasta se Kota Magelang kemarin ( 9 Januari 2013) di Gedung Tri Bakti.





Perayaan yang dihadiri oleh lebih 2000 umat ini mengambil tema ‘Allah telah mengasihi kita’. Pada kesempatan itu Walikota Magelang H. Sigit Widyonindito mengawali dengan penyalaan lilin yang diikuti oleh sejumlah tamu undangan. Hadir juga pada kesempatan itu Ketua DPRD M. Hasan Suryoyudho, Sekda Sugiharto, Kajari, Gubernur Akmil, sejumlah Kepala SKPD, dan sejumlah anggota institusi KORPRI, TNI, POLRI serta Gereja-gereja se Kota Magelang. Acara yang berlangsung sekitar 2 jam dan diwarnai dengan puji-pujian, penayangan slide ‘True Life’ sebuah fragmen yang menceritakan kasih dan berbagi dalam kehidupan nyata ini juga disajikan paduan suara dari Serafim choir dan ditutup dengan doa safaat serta pemberkatan.





Pada bagian awal pesannya, Romo Krisno yang juga Vikep Kedu ini mengajak seluruh umat yang hadir untuk hening sejenak dan merasakan kehadiran kasih Allah, baik dalam suka maupun duka. ‘Kasih itu ada jika kita mau mendahulukan Tuhan dan berani mengendalikan diri dalam segala hal. Perayaan Natal adalah syukur atas anugerah Allah bagi banyak orang dan tidak memuliakan diri sendiri. Natal berasal dari kasih dan inisiatornya adalah Allah sendiri. ‘ Natal mengandung makna keteladanan, panggilan dan perutusan’, demikian pungkas Romo Krisno.





Ketika Mgr.Puja datang, anak-anak dan remaja bertolak ke Ngablak merayakan Hari Anak Misioner Sedunia 
Tuesday, January 8, 2013, 14:04 - BERITA Posted by Administrator


Minggu pertama bulan Januari 2013 kemarin, tepatnya hari ke 6 di bulan paling awal tahun ini cuaca pagi kota Magelang mendung meskipun tidak turun hujan. Aroma bau tanah masih tercium sejuk dari hujan yang semalam turun di pelataran kompleks Gereja St.Ignatius Magelang. Lebih 150 anak dan remaja pagi itu cukup membuat suasana ramai di halaman depan gedung Gereja dan Pastoran. Memang pagi itu bertepatan dengan Hari Anak Misioner Sedunia ke 170, seperti yang memang telah direncanakan oleh Tim Kerja PIA (Pendampingan Iman Anak) – PIR (Pendampingan Iman Remaja) bahwa pada pagi itu akan membawa anak – anak dan remaja Gereja St. Ignatius untuk bergabung bersama-sama anak dan remaja se Kevikepan Kedu di SMP Pendowo Ngablak, Kabupaten Magelang untuk merayakan Ekaristi.





Sementara itu di halaman belakang pastoran juga ramai lalu lalang umat yang tengah mempersiapkan perayaan Ekaristi bersama Uskup Agung Semarang Mgr. Johannes Pujasumarta. Kehadiran Bapak Uskup Agung ini menjadi sangat istimewa, karena pagi itu juga dilantik pengurus Dewan Paroki St. Ignatius Magelang periode 2013 – 2015 dan panitia penataan ruang kantor Paroki St. Ignatius Magelang dan Kevikepan Kedu.





‘Hari ini adalah Hari Anak Misioner Sedunia. Anak-anak dan remaja Katolik sedunia diajak untuk senantiasa berdoa, berderma, berkurban dan bersaksi. Pada peringatan tahun ini dengan semboyan ‘Anak Membantu Anak’, demikian Romo AR. Yudono Suwondo, Pr. dalam pengantarnya sebelum anak-anak dan remaja Gereja St. Ignatius bertolak menuju Ngablak. Sedangkan Romo Y. Yupilustanaji Aprianto, Pr. yang memimpin perayaan Ekaristi Peringatan Hari Anak Misioner Sedunia di halaman sekolah yang berada dibawah Yayasan Tarakanita ini, dalam homilinya mengajak anak-anak dan remaja untuk tidak mementingkan diri sendiri dan selalu membantu orang lain.





Dicontohkan dengan cerita dua orang anak yang masuk ke hutan, yang satu kurus dan yang satunya lagi gemuk. Di tengah hutan mereka bertemu dengan beruang yang siap menerkam. Dalam situasi semacam itu si kurus lari dan menyelamatkan diri naik keatas pohon. Sedangkan si gemuk ia ingat kalau beruang tidak akan menerkam benda mati, dan karena ia tidak bisa naik kepohon maka ia merebahkan tubuhnya ketanah dan berdiam. Saat beruang mendekati dan sempat mengangkat si gemuk, namun tidak memakannya. Sesaat kemudian beruang berlalu dan pergi meninggalkannya. Setelah beruang pergi maka si kuruspun turun dari pohon dan bertanya kepada si gemuk ; ‘saya tadi melihat beruang nampak berbicara kepada kamu. Apa yang beruang katakan ?’. Jawab si gemuk ; ‘Oh... beruang tadi bilang bahwa jangan bersahabat dengan si kurus, karena ia selalu mementingkan dirinya sendiri, selalu mencari keselamatannya sendiri’. ‘ ‘Hahaha ...... ! ‘, begitu judul cerita Romo Yupi. Maka sekitar 1400 anak dari paroki – paroki se Kevikepan Kedu spontan juga berseru dengan gembira ria ; ‘Hahaha......... !’.





Saat anak-anak dan remaja se Kevikepan Kedu bergembira di tengah alam lereng gunung Merbabu sekitar 20 km dari Kota Magelang, lebih 1000 umat di Gereja St. Ignatius Magelang tengah menyimak homili yang disampaikan oleh Mrg. Johannes Pujasumarto, Uskup Agung Semarang. ‘Seperti halnya dengan orang-orang majus, para ahli perbintangan. Mereka melihat bintang yang menuntun menuju Betlehem, menuju rumah atau keluarga. Dengan iman bagaimana kita mampu melihat bintang yang menuntun, dalam banyak hal Tuhan selalu hadir. Dalam suka maupun duka, dalam bahagia maupun penderitaan. ‘, demikian Mgr. Puja. Menutup homilinya Uskup Agung Semarang yang adalah juga Sekjen KWI (Konferensi Waligereja Indonesia) ini mengajak seluruh umat Katolik untuk senantiasa mengasah kemauan dan kemampuan untuk melihat kehadiran Tuhan.



E. Yusuf Kusuma ( Ketua Komisi Komunikasi Sosial Kevikepan Kedu ).

PELANTIKAN PRODIAKON  
Monday, December 31, 2012, 15:54 - BERITA Posted by Administrator
Berita dalam Foto ;



Pelantikan Prodiakon Gereja St. Ignatius Magelang oleh Romo AR. Yudono Suwondo Pr. berlangsung Minggu, 30 Desember 2012.


















Semangat Natal adalah Semangat Memberi 
Wednesday, December 26, 2012, 18:50 - BERITA Posted by Administrator






Hujan yang mengguyur kota Magelang sejak sore hingga menjelang tengah malam kemarin ( 24-12-12 ), tidak menjadi penghalang bagi lebih dari 3000 umat Katolik untuk merayakan Ekaristi Malam Natal di Gereja St. Ignatius Magelang. ‘Natal adalah peristiwa kemuliaan dan merupakan berkat bagi kita semua. Allah telah mengasihi kita lebih dahulu dan senantiasa menyertai kita. Natal tidak sekedar peristiwa kronologi, namun memiliki makna berkat penyelamatan bagi kehidupan kita dan alam semesta, maka anugerah hidup itu jauh lebih besar dari begitu banyak masalah’ , demikian dikatakan Romo AR. Yudono Suwondo, Pr Pastor Paroki St. Ignatius Magelang dalam homilinya (kotbah) pada Misa Pertama Malam Natal dengan tembang-tembang berbahasa Jawa dan iringan gamelan.







Sementara pada Misa Malam Natal yang kedua dimulai pukul 9 dipimpin oleh Pastor Kepala Paroki Romo FX. Krisno Handoyo, Pr dipersembahkan dengan iringan orkestra dan paduan suara. Dalam homilinya Romo Krisno yang adalah juga Vikep Kedu ini mengatakan ; ‘Peristiwa Natal adalah peristiwa kasih. Semangat Natal adalah semangat memberi. Tuhan telah hadir dalam diri manusia yang hidup dan senantiasa menyertai kita’. Lebih lanjut dikatakan :’ Kasih itu ada jika kita mengalami secara pribadi Kasih Allah, baik ketika kita mengalami kesukaan maupun dalam penderitaan, kegagalan atau terpuruk. Selalu siap menjaga hati lebih dari harga diri. Seringkali demi menjaga harga diri, kita lalu mengorbankan orang lain, mengorbankan alam lingkungan kita dan menghalalkan segala cara’.







Pada bagian lain Romo Krisno malam itu mengajak seluruh umat yang hadir untuk hening sejenak dan merasakan kehadiran kasih Allah, baik dalam suka maupun duka. Sementara itu hujan semakin deras, air
menggenang hingga kepelataran bertenda yang digunakan umat dalam mengikuti Misa malam itu. ‘ Kasih itu ada jika kita mau mendahulukan Tuhan dan berani mengendalikan diri dalam segala hal. Perayaan Natal adalah syukur atas anugerah Allah bagi banyak orang dan tidak memuliakan diri sendiri. Natal berasal dari kasih dan inisiatornya adalah Allah sendiri. Kemuliaan bagi Allah di tempat yang maha tinggi dan damai sejahtera manusia dibumi’, demikian pungkas Romo Krisno.

Selasa siang 25 Desember 2012 Walikota Magelang H. Sigit Widyonindito bersama rombongan, diantaranya Ketua DPRD, Sekda, dan sejumlah SKPD Kota Magelang berkesempatan berkunjung ke Pastoran Gereja St. Ignatius Magelang. Kunjungan dalam acara ‘open house’ Natal ini Walikota diterima Pastor Kepala Paroki St. Ignatius Magelang FX. Krisno Handoyo, Pr bersama para pengurus Dewan Paroki.


<<First <Back | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11 | 12 | 13 | Next> Last>>

 
    LoginAdmin        @copyright 2009 Gereja Katolik St Ignatius Magelang