Selamat Datang di Website
Gereja Katolik St Ignatius Magelang
   
CONTOH PROPOSAL 
Friday, January 22, 2010, 13:22 - Pastoral Posted by Administrator
PROPOSAL PERMOHONAN SUBSIDI DANA
PAROKI ST. IGNATIUS MAGELANG
KEGIATAN PROGRAM
1 Paroki Paroki St. Ignatius Magelang
2 Judul Kegiatan Rekoleksi Remaja dan Putra Altar
3 Bidang/Tim Kerja/Paguyuban Pewartaan. Tim Kerja PIR
4 No. Dalam RAPB 5-02-05 no. 1
5 Penanggungjawab Kegiatan (Ketua Panitia-Koordinator Tim Kerja) Ignatia Cipluk Sukacita
6 Latar Belakang Kegiatan • Upaya Memumbuhkan Panggilan Hidup Membiara Sejak Dini
• Pengenalan Sejarah Gereja Dan Para Misionaris Katolik
7

Tujuan Kegiatan
• Membuka wawasan kaum muda termasuk anak-anak dan remaja, terhadap sejarah gereja katolik di wilayah Indonesia secara umum dan Jawa Tengah secara khusus
• Membuka peluang terhadap kemungkinan hadirnya panggilan hidup
• membiara di kalangan kaum muda gereja
8 Indikator Keberhasilan • Tumbuhnya minat untuk semakin terlibat dalam kegiatan gereja
• Keterlibatan dan keaktifan peserta dalam kegiatan
9 Kelompok Sasaran dan rencana jumlah peserta • Anak-anak Remaja dan putra-putri altar sebagai motivator
Jumlah 50 (lima puluh) orang
10 Waktu Pelaksanaan Hari / Tanggal : Minggu, 06 Juli 2010
Waktu : 08.00 - 16.00 WIB
Tempat : Museum Misi Muntilan dan Makam Para
Rohaniwan (Kerkop)







11




Rincian Anggaran Pengeluaran Rencana
Biaya Rencana Pendanaan
Usaha Tim Kerja (Kontrb. Peserta) Dewan Paroki Sumber Lain **)
By. Administrasi Rp 150.000,- Rp 150.000,- 0 0
By. Nara Sumber Rp 250.000,- 0 0 Rp 250.000,-
By. Materi Pertemuan Rp 100.000,- 0 0 Rp 100.000,-
By. Konsumsi Rp 850.000,- 0 Rp 850.000,- 0
By. Dokumentasi Rp 50.000,- Rp 50.000,- 0 0
By. Transportasi Rp 1.250.000,- Rp 750.000,- Rp 500.000,- 0
By. Akomodasi Pertemuan Rp 150.000,- Rp 150.000,- 0 0
By. ………………… 0 0 0 0
Jumlah Rp 2.800.000,- Rp 1.100.000,- Rp 1.350.000,- Rp 350.000,-
**) Sumber Lain
Dimintakan Subsidi ke Donatur A Rp. 250.000,-
Dimintakan Subsidi ke Donatur B Rp. 100.000,-
*) Kegiatan tersebut sudah tercantum dalam RAPB
Yogyakarta, 30 Mei 2010
Pemohon
Cipluk
(Ig. Cipluk Sukacita)
Ketua Panitia/Koordinator Tim Kerja

Mengetahui:


(Ignatius) ( P. Pethak Gembira Ria)
Romo Pendamping/Paroki Ketua Bidang Pewartaan

MEMO PASTOR KEPALA tentang KEUANGAN PAROKI 
Thursday, January 14, 2010, 03:58 - Pastoral Posted by Administrator
MEMO PASTOR KEPALA PAROKI ST. IGNATIUS MAGELANG
No : 01/B/PKP/I/10

Tentang
KEUANGAN PAROKI



Menimbang :
1. Dewan Paroki St. Ignatius Magelang perlu menertibkan administrasi dan transparansi serta akuntabilitas Keuangan Paroki.
2. Bahwa Dewan Paroki memastikan agar program kerja bisa dilaksanakan dengan baik dan teratur serta dapat dipertanggungjawabkan.
3. Bahwa Dewan Paroki perlu memperjelas wajah sosial Gereja yakni perhatian terhadap kaum kecil, lemah, miskin dan tersingkir (difabel), atau KLMT-D.
4. Bahwa Dewan Paroki perlu mempunyai perhatian terhadap pendidikan calon imam atau pendidikan seminari.

Mengingat :
1. Surat Keputusan Uskup KAS No. 0010/C/I/a-4/08 tentang Pedoman Keuangan dan Akuntasi Paroki KAS Tahun 2008.
2. Memo Uskup KAS no. 0459/c/a-4/08 tentang Rekomendasi Pemakaian Petunjuk Teknis Keuangan dan Akuntasi Paroki (PTKAP).


Memperhatikan :
1. Rekomendasi Rapat Dewan Harian Paroki St. Ignatius tertanggal 9 Desember 2009.
2. Rekomendasi/kesepakatan Rapat Calon Dewan Pleno Paroki St. Ignatius masa bhakti tahun 2010 – 2012 tertanggal 16 Desember 2009.


Menetapkan :
1. Tata Tertib Penggunaan Keuangan Paroki
1.1. Anggaran yang sudah diputuskan dan disahkan dalam Rapat Dewan Pleno PASTI bisa dimohonkan/dicairkan ;
1.2. Anggaran Kegiatan dan Kebutuhan Rutin
1.2.1. Anggaran keperluan rutin bisa dimintakan untuk 3 bulan ke depan, yang disertai dengan tanda terima atau kwintasi penerimaan (bdk. Tanpa proposal atau bisa memakai memo pastor paroki).
1.2.2. No. 1.2.1. bisa juga diganti dengan nota/kwintasi pembayaran (bdk. Misalnya ditalangi dulu, kemudian kwintasinya ditukarkan ke kasir/ bendahara).
1.3. Anggaran Program Kerja
1.3.1. Anggaran baru bisa dimohonkan/dicairkan bilamana program kerja/ kegiatan hendak dilaksanakan, secepat-cepatnya 1 (satu) minggu sebelumnya.
1.3.2. Anggaran dimohon dengan menggunakan proposal (lih. Format Proposal).
1.3.3. Anggaran yang dikeluarkan oleh Bendahara bersifat KAS BON
1.3.4. Laporan Pertanggung-jawaban (LPJ) harus disampaikan sekurang-kurangnya 2 (dua) minggu sesudah program/kegiatan terlaksana, yang juga melaporkan penerimaan swadaya atau dari donatur (lih. Format LPJ).
1.3.5. Anggaran program kerja/kegiatan berikutnya baru bisa diminta (lih. No.1.2.1.), kalau LPJ sudah diterima oleh Bendahara (lih. No. 1.2.4.)
1.3.6. Anggaran program kerja tidak bisa diganti dengan program lain (bdk. No. 2), kecuali soal waktu pelaksanaan.
1.4. Anggaran Kepanitiaan
1.4.1. Anggaran baru bisa dimohonkan/dicairkan secepat-cepatnya sebulan sebelum Kegiatan kepanitian dilaksanakan.
1.4.2. Anggaran dimohon dengan menggunakan proposal (lih. Format Proposal)
1.4.3. Anggaran yang dikeluarkan oleh Bendahara bersifat SUBSIDI
1.4.4. Laporan Pertanggung-jawaban (LPJ) harus disampaikan sekurang-kurangnya sebulan sesudah kegiatan terlaksana, yang juga melaporkan penerimaan swadaya atau dari donatur (lih. Format LPJ)
1.5. Lain-Lain
1.5.1. Saldo biaya kepanitiaan mesti diserahkan kepada Paroki (Bendahara), namun panitia bisa memohon dana dari saldonya maksimal 50%, baik untuk kas maupun untuk pembelian inventaris.
1.5.2. Paguyuban-paguyuban non tim kerja, baik teritorial maupun kategorial bisa mengajukan anggaran untuk kepentingan pembinaan (kaderasisai) dan bukan untuk kebutuhan rutin atau ziarah/rekreasi.
1.5.3. Anggaran untuk ziarah hanya diberikan kepada kelompok tim kerja yang anggotanya adalah anak, remaja, dan kaum muda (misalnya PIA, PIR, Papial) namun bersifat subsidi maksimal 50% dari biaya seluruhnya.

2. Permohonan Anggaran di luar RAPB
2.1. Permohonan anggaran di atas Rp. 1.000.000,- harus dibicarakan dalam Rapat Dewan Harian Paroki.
2.2. Permohonan anggaran Rp. 1.000.000, ke bawah Pastor Kepala Paroki bersama atau tanpa Bendahara/Wakil Ketua II diberi wewenang untuk memutuskan.
2.3. Dalam situasi darurat Pastor Kepala Paroki bisa memutuskan pengeluaran, tanpa melalui no.2.1. namun harus dipertanggungjawabkan dalam Rapat Dewan Harian.

3. Menampilkan Wajah Sosial Gereja
3.1. Penerimaan Dana Papa Miskin
3.3.1. Dana Papa Miskin (Danpamis) yakni sebesar 15% dari Jumlah Kolekte umum + Amplop persembahan (bdk. Memo Administrator Diosesan KAS No. 1117/A/X/2009); akan dibuatkan rekening tersendiri a.n. PGPM Paroki St. Ignaitus di CU.
3.3.2. Danpamis harus digunakan untuk kepentingan orang miskin, baik bersifat karitatif/bantuan atau pemberdayaan.
3.2. Penerimaan Dana APP Paroki
Penerimaan dana ini sebesar 25% dari jumlah Kotak APP Paroki dan Kolekte Minggu Palma digunakan untuk membantu saudari-saudara yang non katolik.
3.3. Kolekte II
3.3.1. Kolekte II minggu ke-3: Pelayan Gereja, diserahkan ke Keuskupan
3.3.2. Kolekte II, selain no. 3.3.1.
3.3.2.1. Minggu Genap: Menampilkan/menambah wajah sosial Gereja
 Untuk dana pendidikan sebesar 75% (bdk. Cara pengumpulan-nya: Jan-Mrt; Mei-Juli & Sep-Nov)
 Untuk dana kesehatan sebesar 25% (bdk. Cara pengumpulan-nya: April, Agustus dan Desember: bdk. Ditambah dari lingkungan).
3.3.2.2. Minggu Ganjil (I & V): Untuk menambah pembiayaan Timja pemeliharaan dan pembangunan.

4.Perhatian Terhadap Pendidikan Calon Imam atau Seminari
4.1. Kolekte Jumat I digunakan untuk sumbangan Seminari.
4.2. Memberi kemungkinan paguyuban/kelompok untuk memberi perhatian terhadap pendidikan seminari.

Dengan ketentuan akan ditinjau kembali apabila ada kekurangan atau kesalahan dalam keputusan ini.

Magelang, 1 Januari 2010



(FX. Krisno Handoyo, Pr)
Pastor Kepala Paroki


C.c. Bpk. LB. Heri Listiono dan Bpk. C. Hino Chandra – Bendahara Paroki

VISI, MISI, DAN FOKUS PASTORAL TAHUN 2010 
Thursday, December 17, 2009, 05:45 - Pastoral Posted by Administrator
VISI, MISI, DAN FOKUS PASTORAL
PAROKI ST IGNATIUS MAGELANG TAHUN 2010


Visi:
Umat Paroki St Ignatius Magelang mewartakan Kerajaan Allah demi kemuliaan Allah yang semakin besar

Misi :
Menjadikan Umat Paroki St Ignatius Magelang sebagai tempat pertumbuhan dan perwujudan nilai-nilai Kerajaan Allah

Moto:
Berubah untuk Berbuah

Fokus pastoral:
Membangun, mengembangkan, dan melibatkan paguyuban-paguyuban sebagai komunitas alternatif dalam menumbuhkan dan mewujudkan nilai-nilai Kerajaan Allah

Sasaran:
Paguyuban-paguyuban, baik teritorial maupun kategorial/ baik yang sudah berjalan atau ataupun yang jalan di tempat
Strategi:
- Pelatihan/katekese/sosialisasi/rekoleksi
- Meningkatkan mekanisme komunikasi: rapat-rapat koordinasi dan evaluasi di tingkat tim kerja, bidang, dan panitia
- Membenahi keputusan-keputusan penting sehingga menjadi jelas (penggunaan dana APP, Kolekte II, Danpamis, dll)
- Penggunaan sarana dan prasarana untuk menunjang pewartaan
- Menjadikan Lingkungan sebagai basis pastoral
- Pembenahan data dan pengolahannya (paroki punya bank data): apakah setiap lingkungan punya data jelas (berapa umatnya, anak-anak, remaja, mudika, orang tua, jompo, janda, duda, tingkat pendidikan, dll)

Keprihatinan dasar:
“Di mana semangat St Ignatius dalam dinamika Paroki Ignatius?”
a. Mekanisme Kerja:
- Mentalitas pelayanan: semangat pelayanan yang kurang dan keengganan untuk terlibat
- Fungsi koordinasi: rapat-rapat
- Job description: pemahaman mengenai wewenang dan tanggung jawab pelayanan
b. Pastoral:
- Regenerasi
- Data dan pemanfaatannya
c. Fokus Pastoral
- Masih menjadi tulisan, belum menjadi habitus
- Jalan sendiri-sendiri
KALAU FOKUS PASTORAL TAHUN 2010 ADALAH PAGUYUBAN (dalam arti seluas-luasnya), BAGAIMANA FOKUS INI KITA APLIKASIKAN MENURUT SUDUT PANDANG TIM KERJA MASING-MASING?


BERUBAH UNTUK BERBUAH!


1. BIDANG LITURGI DAN PERIBADATAN
- Bidang Liturgi dan Peribadatan adalah roh dari seluruh dinamika paroki.
- Keterlibatan pendampingan di tingkat kevikepan kurang: maksimalkan keterlibatan dalam program-program Komisi Liturgi Kevikepan (Keuskupan) ada sosialisasi BKL pada bulan April
- Menarik bahwa tidak ada tim kerja tata altar (nantikan keterangan rm Krisno)
- Kerja sama lintas Tim Kerja: rapat koordinasi dalam bidang dan koordinasi intern (pertemuan rutin bisa diisi dengan rapat, latihan, pembelajaran, dll)
- Tim Kerja harus Punya Data: Papial, Lektor, Prodiakon, Paduan suara, Pemazmur dan Derigen, Pemusik
- Ketua bidang HARUS TAHU apa yang menjadi tugas dan tanggung jawab bidangnya dengan memperhatikan kemungkinan koordinasi dengan bidang lain!
- BUKAN BANYAKNYA PROGRAM, TAPI EFEKTIVITAS DAN TEPATNYA PROGRAM

a. Tim Kerja Liturgi dan Peribadatan: tim ini baru dibentuk; merencanakan dan memastikan tata liturgi dan peribadatan (teks TPE umat, bagaimana jalannya sebuah perayaan Ekaristi); program Perayaan Ekaristi yang kontekstual???  perlu ada mekanisme pertemuan yang rutin
b. Tim kerja prodiakon: perlu program yang jelas untuk menghilangkan lemahnya koordinasi (pengaturan dan pelaksanaan jadual; minimnya peserta pembekalan)
c. Tim Kerja Papial: perlu program pelatihan dan pendampingan yang rutin; menciptakan mekanisme supaya petugas misdinar tidak kosong (ada program temu PAPIAL se Kedu pada bulan Juni)
d. Tim Kerja Paduan Suara: Perlu ada program pembelajaran mengenai koor/paduan suara demi kepentingan liturgi; pertemuan yang rutin (ada parade lagu-lagu perkawinan pada bulan Oktober)
e. Tim Kerja Lektor: perlu ada program pertemuan rutin (dan kursus membaca)
f. Tim Kerja Pemazmur dan Derigen: perlu program pelatihan yang kontinyu
g. Tim Kerja Pemusik: penggunaan potensi yang ada dan jadual yang teratur (gamelan, keroncong, kulintang, dll); program pelatihan organis di gereja????
h. Tim Kerja Paramenta: membuat program untuk perbaikan dan perawatan peralatan liturgi

2. BIDANG PEWARTAAN
- Setiap Tim Kerja HARUS punya bank data (PIA, PIR, Katekis, PIKEL)
- Koordinasi lintas Tim Kerja
- Rapat Koordinasi
- Ketua bidang HARUS TAHU apa yang menjadi tugas dan tanggung jawab bidangnya dengan memperhatikan kemungkinan koordinasi dengan bidang lain!
- BUKAN BANYAKNYA PROGRAM, TAPI EFEKTIVITAS DAN TEPATNYA PROGRAM

a. Tim kerja Inisiasi: Tugas berat tapi pasti (Babtis, Krisma, Komuni Pertama); perlu menyusun program yang konkret (kapan penjaringan calon, kapan mempersiapkan calon, kapan pelaksanaannya); koordinasi dengan pada katekis?
b. Tim Kerja Katekis: mendata katekis2 di Paroki dan membuat mekanisme pertemuan; up grade ilmu; kerjasama dengan tim kerja lain???
c. Tim Kerja Kerasulan Kitab Suci: bagaimana memberikan pencerahan kepada umat mengenai Kitab Suci????? Kursus KS untuk umat?
d. Tim Kerja PIA: bagaimana menciptakan mekanisme supaya tidak ada dualisme PIA wilayah dan PIA Paroki?
e. Tim Kerja PIR: Apa yang bisa dibuat dengan anak-anak remaja kita? (kerjasama dengan PAPIAL)
f. Tim Kerja PIU: fokus perhatian pada iman umat; menggarap misa lingkungan dan pertemuan lingkungan menjadi sarana katekese
g. Tim Kerja PIKEL: perlu ada program belajar bareng; Kursus Perkawinan


3. BIDANG PELAYANAN KEMASYARAKATAN
- Kejelasan mekanisme pemanfaatan dana khusus (APP, Kolekte II, Danpamis)
- Koordinasi yang jelas
- Ketua bidang HARUS TAHU apa yang menjadi tugas dan tanggung jawab bidangnya dengan memperhatikan kemungkinan koordinasi dengan bidang lain!
- BUKAN BANYAKNYA PROGRAM, TAPI EFEKTIVITAS DAN TEPATNYA PROGRAM

a. Tim Kerja Pengembangan Sosek: ternyata, pemanfaatan dana APP kevikepan itu ada di Ignatius. Sementara kolekte terbesar di Kedu juga di Ignatius. Bagaimana ini hendak disikapi? Membentuk panitia APP dan merancang penggunaan dana APP (pinjaman usaha kecil) ; merancang penggunaan Danpamis (bedah rumah; lantainisasi; bantuan kesehatan dll)
b. Tim Kerja HAK: Umat katolik ignatius itu dari sisi jumlah diperhitungkan; kegiatan konkret untuk menjalin relasi antar agama?
c. Tim Kerja Kesehatan: menjaring tenaga-tenaga kesehatan untuk ikut terlibat dalam tim
d. Tim Kerja Kerasulan Kemasyarakatan
e. Tim Kerja Pendidikan: memikirkan bagaimana pendidikan anak-anak yang kurang mampu (siapapun) terutama yang sekolah di sekolah katolik; gratis untuk anak non kristen di sekolah katolik??? Kelanjutan PAUD?
f. Tim Kerja RKIM: tidak hanya menyediakan peti tetapi juga bagaimana menyiapkan prosesnya!


4. BIDANG PAGUYUBAN DAN TATA ORGANISASI
- Paguyuban menjadi fokus perhatian untuk tahun 2010. Maka perlu terobosan-terobosan baru untuk semakin menghidupkan semangat menggereja
- Perlu memahami dan mengerti jobdesc dari masing-masing tim
- Perlu ada bank data: Mudika, kelompok kategorial
- Perlu menjalin koordinasi dengan Wilayah atau lingkungan
- Ketua bidang HARUS TAHU apa yang menjadi tugas dan tanggung jawab bidangnya dengan memperhatikan kemungkinan koordinasi dengan bidang lain! Bagaimana membuat sinergi antara kelompok-kelompok yang ada sehingga paguyuban yang ada menjadi semakin hidup?
- BUKAN BANYAKNYA PROGRAM, TAPI EFEKTIVITAS DAN TEPATNYA PROGRAM

a. Tim Kerja Mudika: bagaimana membawa mudika di wilayah sampai ke tingkat paroki atau kevikepan?; Konsolidasi internal anggota; ada parade lagu-lagu liturgi Kaum Muda pada bulan Mei (kerjasama dengan TK Paduan suara)
b. Tim Kerja Ibu-ibu Paroki: perlu memahami ruang lingkup tugas dan tanggung jawab supaya tidak benturan dengan rumah tangga paroki dan rumah tangga pasturan
c. Koordinator Kelompok Kategorial: data kelompok-kelompok kategorial (profile kelompok kategorial)
d. Tim Kerja Komsos: optimalisasi sarana-sarana komunikasi; sudah ada website tinggal memasukkan data (kerjasama dengan romo Giyono): http://www.ignatius-magelang.info


5. BIDANG PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN

- Bidang ini perlu kerja ekstra: buku kenangan HUT paroki (siapa yang tanggung jawab)
- Data menjadi titik lemah dari paroki Ignatius
- Ketua bidang HARUS TAHU apa yang menjadi tugas dan tanggung jawab bidangnya dengan memperhatikan kemungkinan koordinasi dengan bidang lain!
- Program data lingkungan: desember-januari mengolah data, februari eksekusi oleh para frater
- BUKAN BANYAKNYA PROGRAM, TAPI EFEKTIVITAS DAN TEPATNYA PROGRAM

a. Tim Kerja data: data-data yang sudah ada direkap dan dikembangkan; data-data yang mustinya ada (tetapi belum ada) harus segera dilengkapi: profil lingkungan, data base paroki (kerjasama dengan sekretariat)
b. Tim Kerja Pengembangan sumber daya: program-program pelatihan dan kaderisasi; punya data SDM umat sehingga memudahkan regenerasi
c. Tim Kerja Perpustakaan:

6. BIDANG SARANA DAN PRASARANA
- Ketua bidang HARUS TAHU apa yang menjadi tugas dan tanggung jawab bidangnya dengan memperhatikan kemungkinan koordinasi dengan bidang lain!
- Membuat master plan pengembangan Gereja dan pasturan
- BUKAN BANYAKNYA PROGRAM, TAPI EFEKTIVITAS DAN TEPATNYA PROGRAM

a. Tim Kerja Pemeliharaan: membuat skala prioritas pemeliharaan (bukan model rusak perbaiki atau ganti!) dengan program
b. Tim Kerja Rumah Tangga Paroki: inventarisasi (dibedakan antara milik pasturan dan milik paroki) bekerja sama dengan RT Pasturan
c. Tim Kerja Listrik dan audio system
d. Tim Kerja Keamanan
e. Tim Kerja Rumah tangga Pastoran: inventarisasi (mana milik Pasturan dan mana milik Gereja) bekerja sama dengan RT Paroki); membuat jadual caos dhahar romo


7. WILAYAH DAN LINGKUNGAN
- Koordinator HARUS TAHU apa yang menjadi tugas dan tanggung jawab bidangnya dengan memperhatikan kemungkinan koordinasi dengan bidang lain!
- Pertemuan rutin untuk membahas aneka persoalan dan pengembangan di lingkungan atau wilayah (dengan romo Pendamping atau secara bersama-sama)
- BUKAN BANYAKNYA PROGRAM, TAPI EFEKTIVITAS DAN TEPATNYA (menjawab kebutuhan umat) PROGRAM

a. Ketua Lingkungan merangkap tugas: mengusahakan untuk tidak terjadi rangkap merangkap tugas (membangun kesadaran pelayanan)
b. Menjadikan lingkungan sebagai basis pengembangan dan pewartaan iman: optimalisasikan misa lingkungan
c. Memaksimalkan lingkungan sebagai basis pastoral: Lingkungan harus punya program!!!!
d. Lingkungan HARUS PUNYA data yang jelas dan tepat!
e. Wilayah berfungsi tidak hanya ketika ada kepanitiaan, tetapi juga punya fungsi koordinasi!





 
    LoginAdmin        @copyright 2009 Gereja Katolik St Ignatius Magelang