Selamat Datang di Website
Gereja Katolik St Ignatius Magelang
   
Romo Bernadus Dirgaprimawan SJ. Putera Gereja St. Ignatius Magelang. 
Tuesday, July 30, 2013, 18:20 - BERITA Posted by Administrator


Minggu pagi itu 28 Juli 2013 umat gereja St. Ignatius Magelang merasa sangat bersyukur dan berbangga dapat mempersembahkan seorang putranya menjadi imam. Rasa syukur dari ribuan umat itu diwujudkan dengan merayakan Misa Perdana Romo Bernadus Dirgaprimawan SJ. putera asli dari sebuah Paroki yang menjadi sentral Kevikepan Kedu dan telah berusia lebih dari 113 tahun ini. Romo Dirga, begitu biasa dipanggil ditahbiskan sebagai Pastor Jesuit pada tanggal 25 Juli 2013 di gereja St. Antonius Kota Baru Yogyakarta oleh Uskup Agung Semarang Mgr. Johannes Pujasumarta. Masa Papial ( Putera – Puteri Altar) Romo Dirga yang langsung mendapat tugas belajar kitab suci ke Roma Italia ini dihabiskan bersekolah di SD. Pendowo dan SMP Tarakanita Magelang.





‘Terjawab sudah apa yang selama ini diidam-idamkan umat untuk mempersembahkan putra-putera terbaik gereja untuk menjadi imam. Sebulan yang lalu kita telah bersyukur dapat mempersembahkan cucu gereja St. Ignatius Magelang Pastor Edwin Bernard Timothy OP. yang ditahbiskan menjadi imam 24 Mei 2013 lalu di Gereja St.Dominic, Washington DC, USA oleh Uskup Christopher Cardone OP. Dan pagi ini bukan cucu tetapi putera. Romo Bernadus Dirgaprimawan SJ. Paroki ini memang hebat, karena hebatnya barangkali lalu proses seleksinyapun jadi sangat sulit dan lama.’, demikian pengantar yang disampaikan Rm. FX. Krisno Handoyo Pr Vikep Kedu yang menjadi salah satu konselebran pagi itu. Lebih lanjut dikatakan :’ Melalui perayaan syukur ini semoga akan mampu memberi dorongan kepada anak-anak akan panggilannya sebagai imam, bruder atau suster’.





Misa konselebran yang berlangsung ditengah-tengah rangkaian kegiatan hari jadi Gereja St.Ignatius Magelang ke 113 ini di pimpin bersama Rm. FX. Krisno Handaya Pr, Vikep Kedu, Rm.AR.Yudono Suwondo Pr Pastor Paroki St. Ignatius Magelang, Rm.Y.Yupilustanaji Aprianto, Pr. Pamong Seminari Menengah Mertoyudan dan 3 pastor lainnya serta 2 frater seminaris St. Petrus Mertoyudan dengan konselebran utama Rm. Bernadus Dirgaprimawan SJ. Dalam homilinya Romo yang gemar memasak ini mengatakan ; ’ Gedung gereja ini menjadi saksi panggilan saya. 21 tahun yang lalu saat menjadi Papial ( Putera – Puteri Altar ) saya punya keinginan menjadi Pastor Paroki. Saat itu Kepala Parokinya Romo E. Rusgiharto Pr. yang seringkali berbagi memberikan makanan, terutama buah-buahan kepada anak – anak. Ingat betul saya sering diberi apel dengan label Washington. Pemberian itu sering saya pamerkan kepada ibu. Semangat memberi inilah yang membuat saya semakin terpanggil. Senang sekali bisa memberikan yang terbaik bagi orang lain’.





Sementara itu Rob. Jumadi orang tua Rm. Dirga yang Prodiakon ini , saat ditanya soal panggilan puteranya mengatakan : ‘Semua mengalir begitu saja meskipun tanda – tanda panggilan itu tetap ada. Keinginannya masuk seminari sangat kuat, dan saat berada di sekolah itu setiap kali saya berkunjung selalu saya tanyakan ; kalau tidak kerasan ya keluar saja, saya takut jangan- jangan terpaksa karena seolah-olah kehendak orang tua. Tapi saya lihat dia sangat ‘enjoy’ dalam menjalaninya dan ternyata sekarang telah menjadi Imam. Banyak hal yang saya belajar dari anak. Jadi bukan saja anak yang harus belajar dari orang tua, tapi jaman sekarang orang tuapun juga harus banyak belajar dari anak’.



E. Yusuf Kusuma ( Komisi Komsos Kevikepan Kedu ).

Napak Tilas Romo van Lith. 
Monday, July 8, 2013, 16:36 - BERITA Posted by Administrator


Senja Sabtu kemarin ( 6 Juli 2013 ) matahari masih menyisakan cahaya kemuning di pelataran pastoran gereja St. Antonius Muntilan saat lebih 500 umat mengikuti perayaan Ekaristi di gedung Gereja yang terletak di ujung utara sebelah barat kompleks bangunan tua itu. Ada sekitar 100 OMK ( Orang Muda Katolik ) se Kevikepan Kedu saat itu juga beranjak menelusuri jejak jalan Romo van Lith menuju ke Sendangsono Kalibawang, Kulon Progo DIY. tempat dahulu pada tahun 1904 pastor Belanda yang membawa misi agama Katolik ke tanah Jawa ini membabtis 171 warga setempat, termasuk ‘simbah’ Barnabas sarikromo katekis pribumi pertama di wilayah itu, yang berarti juga sebagai katekis pertama di Pulau Jawa, bahkan di Indonesia.



‘Tidak ada benda satupun yang ditinggalkan Romo van Lith kepada kita. Di Museum Misi Muntilan tidak akan ditemukan barang-barang warisan yang bisa kita lihat. Seperti halnya Yesus juga tidak meninggalkan warisan apa – apa yang berupa barang, kayu salib atau bahkan paku yang digunakan untuk menyalibkan tubuh-Nya pun tidak diketahui ada dimana. Namun Romo van Lith telah meninggalkan semangat ! Semangat mewartakan kabar gembira keselamatan, mewartakan Kristus. Semangat misi di tanah Jawa’, demikian disampaikan Romo M. Nurwidi Pranoto Pr. Direktur Museum Misi Muntilan dalam pengantarnya saat membuka acara dan melepas OMK untuk ‘Napak Tilas Romo van Lith’.



Perjalanan napak tilas yang didampingi oleh Romo Yupi Lustanaji Pr Komisi Kepemudaan Kevikepan Kedu ini dimulai dari pemakaman kerkof Muntilan tempat Romo van Lith dimakamkan dan melalui beberapa pos menelusuri jalan sepanjang sekitar 35 km di perbukitan Menoreh. ‘Di masing-masing pos OMK akan diajak menggali nilai-nilai yang telah ditanamkan oleh Romo van Lith hingga nanti berakhir di pemakaman Barnabas Sarikromo di kompleks Sendangsono dengan menabur bunga’, demikian dikatakan Henrikus koordinator ‘Napak Tilas Romo van Lith’. Sementara itu mengakhiri pengantarnya Romo Nurwidi berharap : ‘Dari perjalanan Napak Tilas Romo van Lith ini harapannya akan ada buah yang dibagikan, yakni buah iman, buah keselamatan dan buah kebahagiaan’.



Magelang, 6 Juli 2013

Saresehan Sosial Kemasyarakatan dan Politik 
Monday, June 24, 2013, 18:23 - BERITA Posted by Administrator


Indonesia kedepan adalah Indonesia yang plural dan berkeadilan. Untuk mewujudkan itu perlu keterlibatan seluruh warga Negara tanpa terkecuali, lebih-lebih kaum mudanya agar kaderisasi bangsa ini tidak terlambat dan tertinggal dengan bangsa – bangsa lain. Keterlibatan tidak harus sebagai pelaku politik praktis, namun juga bisa sebagai pengamat atau terlibat melalui berbagai organisasi kemasyarakatan. Demikian dikatakan MM Restu Hapsari dari National Board Taruna Merah Putih dihadapan 50 OMK (Orang Muda Katolik) di Wisma Salam Kabupaten Magelang Sabtu-Minggu kemarin (22-23 Juni 2013).



Lebih lanjut dikatakan mantan Ketua PMKRI (Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia) Solo tahun 1997-1998 ini bahwa ;’Plural dan berkeadilan berarti sudah tidak ada lagi kesenjangan sosial yang kelewat timpang, perlakuan dan kesempatan sama kepada setiap warga negara disegala bidang, dan tidak ada lagi kebijakan yang diskriminatif’.





Hadir juga sebagai nara sumber dalam saresehan yang diselenggarakan oleh bidang kemasyarakatan gereja paroki St. Ignatius Magelang itu antara lain ; R.Sugihartanto Pr Ketua Komisi Pelayanan Kemasyarakatan Keuskupan Agung Semarang, Andreas Pandeangan Anggota Komisi Pemilihan Umum Jawa Tengah, FX. Sarkum Ketua Bidang Pelayanan Kemasyarakatan Gereja St. Ignatius Magelang dan HY.Endi Darmawan SH Ketua DPC. PDIP Kota Magelang.





Pada bagian lain Romo AR. Yudono Suwondo Pr Pastor Gereja Paroki St. Ignatius Magelang mengatakan :’Gereja sangat mendukung keterlibatan OMK dalam berpolitik agar terjadi perubahan menuju tatanan yang lebih baik. Ikut terlibat dalam politik bukan berarti untuk mendapatkan kekuasaan, namun memperjuangkan kesejahteraan bersama menuju keadaban publik. Menjadi politikus yang ‘bonum commune’ (mewujudkan kesejahteraan umum). Politikus yang berpihak kepada mereka yang kecil, lemah, miskin dan tersingkir’.



‘Berpolitik adalah pilihan sekaligus perutusan yang benar-benar bertujuan memerdekakan atau membebaskan manusia dari belenggu dosa dan belenggu kekuasaan duniawi. Itulah yang menjadi dasar dari bentuk-bentuk keterlibatan umat Katolik dalam dunia politik dan sosial kemasyarakatan pada umumnya’, demikian AR Yudono Suwondo menutup serangkaian acara yang berlangsung selama 2 hari itu,

Pastor Edwin dari Washington DC pimpin Misa konselebrasi 
Monday, June 17, 2013, 18:22 - BERITA Posted by Administrator




Misa Minggu pagi di Gereja St. Ignatius Magelang kemarin ( 16 Juni 2013 ) menjadi istimewa karena dipimpin secara konselebrasi oleh 5 imam dengan konselebran utama pastor Edwin Bernard Timothy OP. dari Washington DC, USA. Dalam Misa yang dihadiri oleh lebih 1000 umat Katolik, pastor Edwin yang keluarga besarnya berasal dari Kota Magelang ini konselebrasi bersama FX. Krisno Handoyo Pr Vikep Kedu, AR.Yudono Suwondo Pr Pastor Paroki St. Ignatius Magelang, E. Rusgiarto Pr Pastor Paroki Promasan Sendangsono dan Pater Carolus dari biara St. Yohannes di Perancis.





Dalam pengantarnya Vikep Kedu Krisno mengatakan :’ Perayaan Misa syukur ini menjawab kerinduan umat St.Ignatius akan adanya panggilan putra – putri Gereja baik sebagai imam, bruder atau suster. Cukup lama di Gereja ini mengalami kekosongan akan panggilan putra - putrinya sebagai biarawan maupun biarawati. Kehadiran pastor Edwin yang meskipun tidak tinggal disini, namun keluarga besarnya berasal dari Kota Magelang ini semoga mampu memberi dorongan kepada anak-anak akan panggilannya sebagai imam, bruder atau suster’.





Sementara itu Pastor Edwin yang baru ditahbiskan menjadi imam 24 Mei 2013 lalu di Gereja St.Dominic, Washington DC, USA oleh Uskup Christopher Cardone OP ini dalam homilinya (kotbah) mengatakan : ‘Di jaman modern ini tampaknya perbuatan dosa sudah semakin tidak bisa dirasakan lagi oleh manusia. Demikian juga soal pengampunan, memberi maaf. Betapa sulitnya orang saat ini untuk meminta maaf, apalagi memberi maaf. Seolah-olah hilang gigi balas dengan gigi. Nyawa balas dengan nyawa’.





Lebih lanjut dikatakan Edwin yang juga telah menyelesaikan S2 ekonominya di Amerika ini ; ‘Padahal dengan memberi maaf, memberi pengampunan, kita akan menjadi lega, lalu bisa merasakan betapa rahmat Tuhan atas kehidupan yang kita alami ini dan kemudian lalu memiliki rasa syukur. Dalam setiap perkara kita selalu dihadapkan kepada 2 pilihan. Jika menyadari sebagai orang berdosa dan dengan rendah hati kita akan selalu mohon pengampunan pada Tuhan sekaligus memberi maaf kepada siapa saja, maka kita akan menjadi damai dan rahmat Tuhan akan melimpah. Marilah kita selalu memilih untuk memberi dan jangan pernah berpikir untuk menerima’.






<Back | 1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | Next> Last>>

 
    LoginAdmin        @copyright 2009 Gereja Katolik St Ignatius Magelang