Selamat Datang di Website
Gereja Katolik St Ignatius Magelang
   
KEVIKEPAN KEDU : Temu Forum Masyarakat Katolik Indonesia di Pastoran Sanjaya Muntilan. 
Monday, March 18, 2013, 17:37 - BERITA Posted by Administrator


Menyongsong Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Tengah 26 Mei 2013 mendatang, Forum Masyarakat Katolik Indonesia (FMKI) hari Senin hingga Selasa siang kemarin (11/12- 3-13) bertemu di Pastoran Sanjaya Muntilan. Hadir dalam diskusi yang dimoderatori oleh Dosen Pasca Sarjana Universitas Diponegoro Semarang DR. Tukiman Taruno Sayogo adalah perwakilan FMKI dari berbagai daerah kota dan kabupaten di Jawa Tengah. Meskipun Gubernur dan Wakil Gubernur Jateng baru akan ditetapkan pada 9 April 2013 mendatang, namun melalui diskusi yang dihadiri lebih 50 orang ini telah memberi saran pilihan untuk ketiga pasang calon, yakni Bibit Waluyo - Sudijono Sastroatmodjo, Ganjar Pranowo - Heru Sudjatmoko dan Hadi Prabowo - Don Murdoko. ‘Arah Dasar Keuskupan Agung Semarang 2010 – 2015 merupakan arah politik gereja. Disana ditegaskan bahwa gereja berpolitik yaitu mewujudkan kesejahteraan umum (bonum commune), maka pilihan pemimpin hendaknya mengarah kepada kepentingan dalam mewujudkan kesejahteraan umum’, demikian dikatakan Bambang salah seorang peserta dari Surakarta.



Pada bagian lain Agus dari Purwokerto mengingatkan kepada umat Katolik di Jawa Tengah dalam menghadapi Pemilihan Umum Gubernur Jawa Tengah 2013 dan Pemilihan umum Presiden 2014 mendatang keterlibatan seluruh warga Negara, termasuk umat Katolik akan sangat memberi makna bagi pembangunan politik di Indonesia yang demokratis. ‘Sebagai umat Katolik warga negara yang baik dan menjadi bagian dari pemilih di Jawa Tengah hendaknya menggunakan hak pilihnya. Untuk memastikan apakah telah terdaftar sebagai pemilih dapat di konfirmasi lewat website KPU Jateng, www.kpu-jatengprov.go.id’, demikian tegas Agus yang juga anggota KPU Banyumas ini.



Menggaris bawahi diskusi forum yang berlangsung selama 2 hari ini, Taruno yang juga ketua Penghubung Karya Kerasulan Kemasyarakatan Keuskupan Agung Semarang ini mengatakan bahwa ; ‘Tahapan ‘road map’ Arah Dasar Keuskupan Agung Semarang pada tahun ketiga dan keempat ini memprioritaskan peran serta umat dalam bidang sosial kemasyarakatan dan politik serta partisipasi umat Katolik dalam kebijakan publik, oleh karena itu sekarang ini menuntut semua warga Negara untuk terlibat, termasuk umat Katolik. Keterlibatan masyarakat akan memberi makna dan isi pada politik secara amat luas,’.



E. Yusuf Kusuma ( Ketua Komisi Komunikasi Sosial Kevikepan Kedu )

Kevikepan Kedu : Audiensi Uskup Agung Semarang  
Saturday, March 16, 2013, 14:02 - BERITA Posted by Administrator






Kesederhanaan dan kerendahan hati yang muncul dari diri Paus Fransiskus I yang baru saja terpilih menggantikan Paus Benedictus XIV rabu dini hari (13 – 3) waktu Indonesia Barat tercermin saat pertama kali menjumpai umat yang berkumpul di pelataran Basilika St. Petrus Vatikan. Lewat sapaan dan ajakan untuk bersama-sama berdoa ‘Bapa Kami’ dan ‘Salam Maria’, Paus yang berasal dari Argentina ini mengawali penggembalaannya sebagai pimpinan tertinggi umat Katolik sedunia. Demikian disampaikan Uskup Agung Semarang Mgr. Johanes Pujasumarta dalam audiensi dengan para Imam, biarawan dan biarawati se Kevikepan Kedu Kamis kemarin ( 14 – 3 ) di gedung Panti Bina Bakti kompleks Gereja St. Ignatius Magelang.







Audiensi yang dibuka oleh Vikep Kedu FX. Krisno Handoyo Pr ini dihadiri oleh lebih 70 Imam, Bruder, Suster, biarawan dan biarawati yang berkarya dalam berbagai bidang di Kevikepan Kedu. Dalam pengantarnya Romo Krisno yang juga Pastor Kepala Paroki Gereja St. Ignatius Magelang ini mengatakan : ‘Audiensi dengan Uskup Agung Semarang ini diadakan setidaknya 1 tahun sekali untuk membicarakan berbagai hal sehubungan dengan karya pastoral. Perkembangan Gereja di Paroki-paroki, komunitas biara, lembaga pendidikan, juga komunitas – komunitas karya yang lain ‘. Sebagaimana motto Uskup Agung Semarang ‘Duc In Altum’ – ‘Bertolaklah Ke tempat Yang Dalam’, pada kesempatan itu Mgr. Puja yang juga Sekjen Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) mengajak kepada para Imam, biarawan, biarawati dan semua umat di Kevikepan Kedu untuk lebih memiliki sikap hidup yang baik dan benar, serta setia mengikuti jalan yang diajarkan Tuhan.







Menanggapi terpilihnya Paus Fransiskus I yang berasal dari Buenos Aires Argentina ini, Uskup Agung Semarang mengatakan :’ Umat Katolik di Keuskupan Agung Semarang merasa sangat bersyukur. Dengan demikian maka isu-isu yang berkembang sehubungan dengan mundurnya Paus Benedictus XIV karena kesehatannya menjadi jelas’. Sementara ketika ditanya mengenai Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Mgr. Puja mengatakan : ‘ Saya telah bertemu dengan semua calon dan mendukung serta mengucapkan terima kasih telah bersedia mencalonkan untuk memimpin Jawa Tengah. Masalah pilihan saya serahkan kepada masyarakat untuk memilih yang terbaik’.

E. Yusuf Kusuma ( Ketua Komisi Komunikasi Sosial Kevikepan Kedu ).

Kevikepan Kedu : Katekese Adorasi  
Saturday, March 16, 2013, 13:49 - BERITA Posted by Administrator


Kehadiran adalah inti dari Adorasi. Kehadiran Tuhan dalam Ekaristi itu, umat menikmati keakraban Kristus yang mesra, demikian disampaikan Pastor Paroki St. Ignatius Magelang AR. Yudono Suwondo Pr. kepada sekitar 700 umat se Kevikepan Kedu yang mengikuti Katekese Adorasi Selasa kemarin ( 12 Maret 2013 ) di Gedung Mandala Kompleks Gereja St. Ignatius Magelang. Lebih lanjut dikatakan Romo Wondo yang juga Ketua Komisi Liturgi Kevikepan Kedu ini ; ‘Dihadapan Tuhan kita mencurahkan segala keprihatinan bagi diri sendiri dan semua sanak saudara dan handai taulan, serta berdoa memohon damai dan kesalamatan bagi dunia. Seluruh pusat dan sasaran Adorasi Ekaristi ini adalah Tuhan Yesus Kristus sendiri yang hadir dalam Ekaristi’.





Acara yang diikuti oleh para peserta Konggres Ekaristi ke II tahun 2012 lalu ini juga dihadiri oleh Ign. Sukawalyana Pr. Ketua Komisi Liturgi Keuskupan Agung Semarang dan Vikaris Jendral Keuskupan Agung Semarang FX. Sukendar Pr. Dalam pengantarnya Romo Suka menjelaskan : ‘Adorasi ada dua macam yakni Adorasi bersama sebagaimana yang dijalankan pada setiap Jum’at di Kevikepan Kedu ini dan Adorasi pribadi. Maka yang disebut dengan Adorasi Abadi adalah Adorasi secara pribadi’. Sementara itu Romo Vikjen menyampaikan selamat dan berterima kasih atas penyelenggaraan katekese Adorasi ini dan kehadiran umat di Kevikepan Kedu untuk lebih mendalami apa makna Adorasi.







Mengawali acara yang bertema ‘ Bertemu Tuhan, Menguatkan Perutusan ‘ yang berlangsung sekitar 3 jam ini dibuka dengan Perayaan Ekaristi secara konselebran di Gereja St. Ignatius Magelang yang dipimpin oleh Vikep Kedu FX. Krisno Handoyo Pr bersama dengan Ketua Komisi Liturgi KAS Ign. Sukawalyana Pr dan AR. Yudono Suwondo Pr. Pastor Paroki St. Ignatius Magelang. Dalam Homilinya Romo Krisno mengatakan : ‘Dalam Ekaristi ada pertemuan, kebersamaan dan Kesatuan, maka pengalaman mistik dengan Allah ini dari misteri lalu menjadi jelas dan berbuah dalam perutusan kita’.



E. Yusuf Kusuma ( Ketua Komisi Komunikasi Sosial Kevikepan Kedu )

KEVIKEPAN KEDU : Rakorda WKRI Jateng 2013 berlangsung di Magelang 
Tuesday, February 26, 2013, 17:11 - BERITA Posted by Administrator


Rapat Koordinasi Tingkat Daerah Wanita Katolik RI (RAKORDA WKRI) secara resmi dibuka Sabtu kemarin (23-2-2013) oleh Uskup Agung Semarang Mgr. Johannes Pujasumarta di Wisma Sejahtera Magelang. Acara pembukaan rapat yang diikuti oleh sekitar 200 peserta yang terdiri dari Pimpinan Dewan Pengurus Daerah dan Dewan Pengurus Cabang se Jawa Tengah ini juga dihadiri oleh Walikota Magelang Ir. H. Sigit Widyonindito yang diwakili oleh Kepala Dinas Perhubungan dan Komunikasi Kota Magelang Jatmo Wahyudi dan Vikep Kedu FX. Krisno Handoyo Pr. Rakorda WKRI tahun 2013 pelaksanaannya dipercayakan pada WKRI Cabang Kota Magelang, Kabupaten Magelang dan Kabupaten Temanggung. ‘Diharapkan melalui pertemuan kali ini Wanita Katolik RI Jawa Tengah dapat lebih berdaya guna dan berhasil guna, terutama dalam memberikan kontribusi terhadap lingkungan sosial masyarakat’, demikian disampaikan MC. Wiwiek Purwaningsih Ketua Panitia Rakorda sebelum acara pembukaan dimulai.



Walikota Magelang mengharapkan hendaknya program – program WKRI sejalan dengan program Pemerintah, khususnya dalam memperjuangkan persamaan jender dan meningkatkan kemandirian dalam berbangsa. Lebih lanjut dikatakan dalam sambutannya yang dibacakan oleh Kepala Dinas Perhubungan dan Komunikasi Jatmo Wahyudi : ‘ Pemerintah Kota Magelang beserta masyarakat turut berbangga, Rapat Koordinasi Daerah Jawa Tengah WKRI dilaksanakan di Kota Magelang. Hendaknya melalui Rakorda ini akan menambah energi untuk wanita Katolik khususnya, kaum perempuan pada umumnya, serta masyarakat Kota Magelang, sehingga secara bersama – sama dapat meningkatkan kualitas keimanan juga meningkatkan semangat pengabdian terhadap sesama dalam rangka menggapai kehidupan yang lebih sejahtera’. Sementara itu Uskup Agung Semarang dalam sambutannya mengajak WKRI Jawa Tengah untuk memiliki tanggung jawab yang muncul dari eksistensi sebagai Wanita Katolik. ‘ Ancaman yang bisa merusak kehidupan Jawa Tengah, antara lain sikap intoleran, korupsi,narkoba yang mencandui anak-anak muda, juga lingkungan hidup. Bagaimana ancaman itu kita ubah menjadi peluang untuk membangun Jawa Tengah menjadi ruang publik yang aman bagi semua warganya. Inilah tanggung jawab yang muncul dari eksistensi WKRI.’ demikian lanjut Mgr. Pujasumarta.





Rakorda tahun 2013 yang berlangsung selama 2 hari ( 23/24 – 2 – 2013 ) mengambil tema ‘Memantapkan Eksistensi Wanita Katolik RI dalam Dinamika Kehidupan Masyarakat di Jawa Tengah’ dan merupakan bagian dari persiapan pelaksanaan Konferda WKRI Jawa Tengah ke XII yang akan berlangsung tahun 2015 mendatang. WKRI merupakan organisasi kemasyarakatan yang didirikan pada tanggal 26 Juni 1924 di Yogyakarta atas prakarsa RA. Maria Soelastri Sasraningrat Soejadi Darmosepoetro. Bersama dengan 7 organisasi wanita lain yang ada di Indonesia pada 22 Desember 1928 menyelenggarakan konggres Perempuan di Yogyakarta yang kemudian menjadi tonggak sejarah peringatan Hari Ibu. Lebih lanjut dikatakan Wiwiek ; ’ WKRI sebagai bagian dari warga Negara dan warga Gereja , diharapkan untuk tanggap akan berbagai permasalahan yang ada di tengah masyarakat dan berbuat sesuatu yang kongkret sehingga kehadirannnya dirasakan secara nyata oleh masyarakat’.



Dalam penyusunan Program Kerja tahun 2013 baik di tingkat Daerah maupun Cabang WKRI merekomendasikan tentang penguatan pemberdayaan perempuan diantaranya, meningkatkan peran perempuan dalam bidang politik dan pengambilan keputusan, meningkatkan taraf pendidikan, kesehatan dan meningkatkan gerakan anti kekerasan terhadap perempuan. ’Penguatan pemberdayaan perempuan ini akan berhasil dengan baik jika ada koordinasi dan kerjasama kaum perempuan dari berbagai komponen, lembaga-lembaga sosial kemasyarakatan dan lembaga-lembaga lain yang memiliki fokus dengan isu perjuangan penegakan hak-hak perempuan.’, demikian pungkas Wiwiek.

E. Yusuf Kusuma ( Ketua Komisi Komunikasi Sosial Kevikepan Kedu ).


<<First <Back | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11 | 12 | Next> Last>>

 
    LoginAdmin        @copyright 2009 Gereja Katolik St Ignatius Magelang