Selamat Datang di Website
Gereja Katolik St Ignatius Magelang
   
KATHARINA SEMPLON 
Sunday, September 5, 2010, 23:13 - Profile Lingkungan Posted by Administrator
Umat Lingkungan Katharina Semplon hingga saat ini secara tekun memperjuangkan terwujudnya keterlibatan iman mereka bagi kepentingan sesamanya. Agaknya mereka mengutip pernyataan Santo Yohanes bahwa iman tanpa perbuatan adalah mati. Mereka mencoba memantapkan kesadaran bahwa iman dan keterlibatan umat sebagai dua hal yang tak dapat dipisahkan. Menjadi orang Katolik dipanggil menjadi garam dan terang di tengah masyarakat. Tidak mudahnya memperjuangkan idealisme iman dan keterlibatan itu disadari oleh umat Lingkungan Katharina Semplon. Tetapi apa yang disadari tidak mudah itu bukan berarti tidak mungkin terwujud.


Demografi Lingkungan
Data Lingkungan Katharina Semplon pada 2010 menunjukkan bahwa umat lingkungan setempat yang berjumlah 29 kepala keluarga dengan 93 jiwa itu terdiri atas 20 KK masih lengkap, dua KK duda, dan tujuh KK janda. Berdasarkan status perkawinan umat tercatat delapan pasang menikah secara sakramen gerejawi, empat pasang secara catatan sipil, dan 17 pasang status pernikahannya tidak jelas.
Berdasarkan klasifikasi usia, umat berumur 1-17 tahun sebanyak dua orang (L:1, P:1), 8-12 tahun tidak ada, 13-35 tahun sebanyak 34 orang (L:24, P:10), 35-65 tahun sebanyak 36 orang (L:17, P:19), usia di atas 65 tahun sebanyak 21 orang (L10, P:11).
Komposisi umat Lingkungan Katharina Semplon relatif seimbang antara muda, dewasa, dan lanjut usia dengan perbandingan 34:36:21.

Berdasarkan jenis kelamin, umat laki-laki sebanyak 52 orang dan perempuan 41 orang. Berdasarkan asal-usul etnis, 73 orang warga keturunan Tionghoa (78,5 persen) dan 20 orang Jawa (21,5 persen). Sebagian besar umat hidup dari usaha dagang dan bisnis. Mereka berpotensi besar menghidupkan kegiatan gereja karena memiliki dana secara cukup, namun mereka menghadapi kesulitan untuk saling berjumpa dalam satu kegiatan bersama.

Berdasarkan klasifikasi pekerjaan, umat yang bekerja sebagai karyawan swasta 22 orang, pegawai negeri sipil em,pa torang, wiraswasta 13 orang, pelajar tujuh orang, mahasiswa delapan orang, dan profesi lainnya 39 orang. Mereka yang berprofesi lain itu antara lain bekerja serabutan dan sebagai ibu rumah tangga.

Menurut tokoh umat setempat Stefanus Aedy Suyanto, secara sosial-ekonomi umat setempat tergolong menengah ke atas, memiliki kemampuan ekonomi yang tinggi.
Berdasarkan tingkat pendidikan, tamat SD tujuh orang (L:2, P:5), SMP 11 orang (L:5, P:6), SMA 28 orang (L:13, P:15), sarjana 24 orang (L:16, P:8). Sebanyak 23 orang tidak mencatatkan diri untuk tingkat pendidikan terakhirnya. Secara akademis, umat setempat umumnya berpendidikan dengan kemampuan intelektual yang memadai karena terdiri atas 24 orang sarjana dan 28 orang tamat SMA.


Sejarah dan Perkembangan Umat
Lingkungan Katharina Semplon adalah salah satu di antara tiga lingkungan di Wilayah Katharina. Pada masa lalu pembentukan wilayah di Paroki Ignatius Kota Magelang berdasarkan atas pembagian wilayah kelurahan di Kota Magelang. Pemberian nama pelindung atau orang kudus sekitar 1980-an, pada masa paroki itu dipimpin oleh Romo FX. Wiyono, Pr.

Pemilihan nama santo dan santa pelindung wilayah oleh pihak paroki berdasarkan kriteria kesamaan huruf pertama nama pelindung dengan huruf pertama nama wilayah supaya umat mudah mengingatnya. Nama Wilayah Katharina karena umat setempat tinggal di Kelurahan Kemirirejo, Kecamatan Magelang Tengah.

Pemberian nama pelindung lingkungan memberi warna rohani atau spiritual atas umat lingkungan itu dan kekhasan kristiani daerah yang membedakan dengan nama wilayah pemerintahan. Namun, karena inisiatif pemberian nama pelindung itu berasal dari hirarki Gerejawi, membuat umat setempat tidak mengenal secara baik atas tokoh gereja yang menjadi pelindung lingkungannya. Padahal nama pelindung lingkungan setempat, Santa Katharina, itu menjadi dasar mereka untuk membangun spiritualitas. Pengurus dan umat lingkungan setempat menyadari keterbatasan pengetahuannya tentang biografi Santa Katharina.

Lingkungan Katharina Semplon berada di Kelurahan Kemirirejo, Kecamatan Magelang Tengah, berbatasan dengan Lingkungan Robertus (timur), Lingkungan Maria (selatan), dan Lingkungan Carolus (barat). Sejumlah pemuka umat yang dianggap ikut mengembangkan Lingkungan Katharina Semplon antara lain E. Budi Santoso, Budi Setyono, Stefanus Aedy Suyanto, Vincentius Kuntjoro Pratikto, dan pengurus lingkungan lainnya.

Daftar ketua lingkungan setempat hingga saat ini adalah:
1. E. Budi Santoso : sejak awal - 1997
2. Stefanus Aedy Suyanto : 1997 - 1999
3. Stefanus Aedy Suyanto : 1999 - 2001
4. Gunawan Yuwono : 2001 - 2003
5. Vincentius Kuntjoro Pratikto : 2003 - 2007
6. Vincentius Kuntjoro Pratikto : 2007 -2010
7. Yoppy Wijaya Gunawan : 2010 -


Kelengkapan Lingkungan

Ketua Lingkungan Katharina Semplon, Yoppy Wijaya Gunawan, hingga saat ini belum belum tersusun pengurus lingkungan secara lengkap untuk periode 2010-2012. Namun lingkungan itu telah memiliki masing-masing seorang organis dan katekis atau guru agama yang mendukung tugas-tugas liturgi terutama bagi lingkungan itu. Pengurus juga menyadari hingga saat ini belum memiliki inventaris lingkungan dan belum memiliki prodiakon.


Dinamika Pelayanan Umat Lingkungan
Komposisi umat Lingkungan Katharina Semplon memperlihatkan keseimbangan antara kalangan pemuda, orang tua, dan lanjut usia. Namun kehadiran umat dalam pertemuan lingkungan didominasi oleh para ibu sebanyak 90 persen dan bapak 10 persen. Sejumlah kegiatan lingkungan setempat antara lain pembinaan umat untuk persiapan calon baptis, penerimaan komuni pertama, sakramen krisma, pendalaman iman tematis (APP, Adven, dan BKSN).

Tingkat partisipasi umat dalam kegiatan lingkungan masih termasuk kategori kurang dari cukup atau di bawah 60 persen. Namun kebutuhan dana untuk kegiatan gereja sangat lancar karena umat secara gembira hati menyumbangkan kemampuan keuangannya.


Hubungan Gereja Lingkungan Dengan Masyarakat
Umat Lingkungan Katharina Semplon setiap hari menjalani kehidupan di tengah kesibukan masyarakat terutama bidang usaha dagang seperti toko, rumah makan, dan pusat perbelanjaan. Relasi umat dengan masyarakat umum cukup baik, selama ini hubungan mereka cukup serasi dan selaras. Aktivitas sebagian besar umat cukup tinggi dalam usaha bisnis atau dagang. Mereka juga mempunyai karyawan yang berasal dari masyarakat setempat dan luar kota.

LINGKUNGAN GREGORIUS KALIKAMBANG 
Thursday, August 26, 2010, 17:23 - Profile Lingkungan Posted by Administrator
Awal keberadaan lingkungan Gregorius Kalikambang dimulai pada tahun 1988. Ini terjadi karena adanya pemekaran dari lingkungan Gregorius Gelangan. Salah satu tokoh umat yang berperan besar di lingkungan Gregorius Kalikambang ini adalah Bapak Stevanus Suharno, seorang jaksa pengadilan negeri Magelang yang juga Ketua Wilayah Gregorius yang pertama. Beliau adalah orang yang menjadi panutan umat di Wilayah Gregorius dan meninggal pada tahun 1992.

Berbenah pelan

Letak lingkungan ini berbatasan dengan ; sebelah utara Paroki St. Maria Fatima, sebelah timur dengan Wilayah Geovani, sebelah selatan lingkungan Paulus, dan sebelah barat lingkungan Margareta. Umat di lingkungan ini ada 27 KK dengan jumlah jiwa 74. Dari data perkawinan terdapat 17 pasang nikah Gereja, 1 pasang nikah beda Gereja. Terdapat juga 7 janda dan 2 duda.

Kegiatan di lingkungan ini dari waktu – ke waktu berjalan rutin dan bersifat melanjutkan yang telah ada. Sehingga relatif jarang muncul program baru, bahkan pertemuan untuk membahas program pun juga belum terlaksana. Partisipasi umat dalam berbagai kegiatan cukup positif dengan prosentase sekitar 80% ibu – ibu, 12% anak – anak, 4% bapak – bapak, dan 4% kaum muda.



LINGKUNGAN GREGORIUS GELANGAN 
Thursday, August 26, 2010, 17:21 - Profile Lingkungan Posted by Administrator
Lingkungan ini memiliki 40 KK dengan jumlah 111 jiwa. Meskipun disebutkan bahwa pembinaan keluarga – keluarga berjalan cukup baik, namun peran umat untuk terlibat dalam berbagai kegiatan lingkungan masih sangat kurang. Pernikahan secara gerejani di lingkungan Gregorius Gelangan ini cukup baik, ada 22 pasang menikah secara gerejani dan 5 pasang menikah beda agama.

Mata pencaharian umat di lingkungan ini cukup beragam ; PNS, pegawai swasta, penyedia jasa ( bengkel, jahitan ). Yang kalau dilihat dari strata sosial ekonominya termasuk menengah kebawah.

Relasi dalam kemasyarakatan berjalan sangat baik. Sikap saling membantu dan kerjasama antar warga masyarakat berjalan harmonis, misalnya dalam hal kepedulian pada saat ada kematian.

Penambahan jumlah umat

Pada tahun 1967 rupanya menandai perkembangan umat di lingkungan Gregorius Gelangan dengan adanya baptisan dengan jumlah cukup besar. Pendidikan katekumen saat itu diampu oleh Bapak A. Widiarjo dan Bapak A. Suratman. Perkembangan dari tahun ketahun memang semakin baik. Dari kegiatan yang pada saat awal hingga tahun 1967 hanya sebatas ‘sembahyangan’, kini dengan kepengurusan yang ada telah melaksanakan pertemuan – pertemuan rutin ; bulanan setiap hari kamis ketiga, doa Rosario, pendampingan calon baptis, latihan koor, doa arwah, dan berbagai keterlibatan dalam kegiatan di wilayah maupun paroki.


Aktif terlibat dalam masyarakat

Meskipun umat di lingkungan ini minoritas, namun umat katolik cukup memiliki dan aktif terlibat dalam kehidupan bermasyarakat di Gelangan. Keterlibatan dalam berbagai kegiatan RW, RT, Dasawisma, PKK dan sebagainya berlangsung dengan baik.

LINGKUNGAN GREGORIUS SAMBAN 
Thursday, August 26, 2010, 17:19 - Profile Lingkungan Posted by Administrator
Lingkungan ini berbatasan dengan lingkungan Gregorius Gelangan di sebelah utara, sebelah timur lingkungan Geovani, sebelah selatan dan barat lingkungan Paulus. Lingkungan Gregorius Samban mencakup daerah Samban Utara dan kelurahan Gelangan. Umat di lingkungan ini memiliki jumlah KK 20 dengan 94 jiwa. Angka pernikahan gerejani sangat baik, karena peran para orang tua dalam mendidik anak – anaknya secara Katolik memberi nilai positif dalam perkembangan keluarga. Dari data yang diperoleh tercatat pernikahan gerejani ada 16 pasang, 2 pernikahan beda gereja dan 2 pernikahan beda agama. Umat lingkungan Gregorius Samban sebagian besar bermata pencaharian sebagai wiraswasta, PNS/TNI/POLRI, pansiunan dan swasta, maka rata – rata kehidupan ekonominya menengah kebawah.


Dominasi Ibu - Ibu


Dinamika menggereja umat di lingkungan ini bisa dikatakan berjalan baik. Setiap kegiatan yang ada selalu dihadiri cukup banyak umat dengan bentuk bentuk kegiatan seperti ; ibadat, doa Rosario maupun rembug lingkungan. Prosentase keterlibatan umat didominasi oleh ibu – ibu sebanyak 75 %, bapak dan Mudika sebanyak 20 % dan anak – anak sebanyak 5 % . Rata – rata kehadiran umat dalam kegiatan sekitar 60 %.

Dinamika dan relasi antarumat beragama di lingkungan ini berjalan sangat baik. Hal ini dapat dilihat dari berbagai kegiatan umat dalam kemasyarakatan, kunjungan pada hari – hari raya dengan saling bersilaturahmi. Keterlibatan dalam berbagai kegiatan RW, RT, Dasawisma, PKK dan sebagainya.


<<First <Back | 24 | 25 | 26 | 27 | 28 | 29 | 30 | 31 | 32 | 33 | Next> Last>>

 
    LoginAdmin        @copyright 2009 Gereja Katolik St Ignatius Magelang