Selamat Datang di Website
Gereja Katolik St Ignatius Magelang
   
Gedung Gereja St. Ignatius Tahun 1959 
Thursday, February 25, 2010, 13:39 Posted by Administrator

KONSOLIDASI LIVE IN 
Tuesday, February 23, 2010, 12:36 - BERITA Posted by Administrator
Seminari Tinggi – Bertempat di ruang kelas program imamat Fakultas Teologi Sanata Dharma, diadakan pertemuan pra live-in antara para Frater yang akan mengadakan live-in di Paroki St Ignatius dengan Romo YS Wito Pr dan Fr. Bondhan. Pertemuan ini diadakan untuk membahas materi dan teknis pelaksanaan live-in yang akan diadakan pada tanggal 26-28 Februari 2010.
“Salah satu keprihatinan dasar di Paroki Ignatius adalah data dan pemanfaatannya. Selama ini, data-data yang ada atau seharusnya ada belum dimanfaatkan secara maksimal. Bahkan, data itu tidak ada sama sekali. Untuk itu, tujuan dari live in ini adalah untuk menggali data-data yang dibutuhkan paroki Ignatius karena fokus perhatian pastoral di Ignatius adalah pastoral berdasarkan data,” demikian jelas Frater Bondhan kepada para Frater. “Adanya data ini tentu akan sangat membantu memetakan paroki dan mendukung pelayanan pastoral.”
Para Frater akan datang pada hari Jumat, 26 Februari 2010. Mereka akan berada di lingkungan dan wilayah untuk menggali data: baik data sejarah maupun data statistik. Data-data ini akan dirangkum dalam bentuk narasi. Ke depannya, narasi-narasi dari lingkungan atau wilayah ini akan diterbitkan dalam bentuk buku bunga rampai. Pengerjaan buku bunga rampai ini akan ditangani oleh bidang Penelitian dan Pengembangan bekerja sama dengan tim kerja KomSos. Harapannya, buku bunga rampai ini akan selesai dan dilaunching pada puncak pesta ulang tahun Paroki Ignatius ke – 110 pada bulan Juni yang akan datang. (ysw)

SAATNYA BERBAGI 
Thursday, February 18, 2010, 19:24 Posted by Administrator

KOTAK APP DI PASTURAN IGNATIUS

Ade bergegas mencari ayah dan ibunya.

“Bu, ada titipan amplop!” katanya sambil menyerahkan amplop itu kepada ibunya.

“Amplop apa, Dik?” tanya ibunya.

Dengan semangat empat lima, Ade menjelaskan amplop itu.

“Tadi Pak Paijo ke sini. Terus nitipin amplop itu. Pak Paijo mengatakan kalau amplop itu adalah amplop APP. Gitu, Bu!”

Ibu Ade mengamati amplop itu dan memasukkan ke dalam buku Puji Syukur yang biasa dibawanya ke gereja.
“APP itu apa sich, Bu?” tanya Ade kepada ibunya yang masih sibuk dengan amplop dan Puji Syukurnya.

Ibunya gelagapan mendengar pertanyaan anaknya itu. Pura-pura aja tidak mendengar pertanyaan anaknya dengan pura-pura membolak-balik buku Puji Syukur.

“APP itu Aksi Puasa Pembangunan, dik!” sahut ayahnya dari ruang tamu.

Ade segera menemui ayahnya di ruang tamu. Karena penasaran, Ade segera memberondong ayahnya dengan pertanyaan-pertanyaan, “Trus kenapa harus ada amplop segala? Emangnya amplop itu untuk apa?”

“Ow.. gini lho, dik! Aksi Puasa Pembangunan itu salah satu ungkapan dalam masa Prapaska. Selama Prapaskah, kita berpantang dan berpuasa. Pantangnya setiap hari Jumat. sedangkan puasanya pada hari Rabu abu dan Jumat Agung".

"Emangnya cara pantang dan puasa itu bagaimana sich, Pak?" Ade makin tertarik dengan keterangan ayahnya.

"Cara pantang adalah memilih untuk tidak membuat apa yang paling kita sukai. Misalnya Adik puasa tidak jajan. Bapak pantang tidak merokok. Ibu pantang tidak dolan ke mall. Sedangkan puasa itu makan kenyang hanya sekali sehari".

"Wah... gampang sekali ya, Pak! Kalau cuma gitu, Adik aja bisa!"

"Memang sangat gampang, Dik. karena mudah itu, banyak orang malah tidak membuatnya. hahahaahaha..... Ya, tho? Karena mudah itu maka kita bisa membuat gerakan pantang dan puasa sendiri yang lebih berat. Selain itu, kita juga membuat gerakan pengumpulan dana APP. Nah, APP itu harus punya daya ubah, Dik!”.

Belum selesai menjelaskan, Ade langsung menyerobot, “Pengumpulan dananya kapan, Pak?”

Ayahnya hanya tersenyum, “Jadi, antara APP dan puasa itu ada kaitannya. Karena sebenarnya makna yang terkait antara puasa dan APP, yaitu memberikan hasil puasa dan pantang. Jadi penghematan yang dilakukan kita sisihkan sebagai wujud keprihatinan terhadap sesama yang berkekurangan lewat menabung. Misalnya adik pantang jajan, uang jajannya itu disisihkan. Klo bapak pantang rokok, uang beuat beli rokok disisihkan. kalau ibu pantang belanja atau main ke mall maka uangnya itu disisihkan. Dan itu fungsi dari amplop APP yang diedarkan oleh gereja”.

“Jadi amplop itu diisi selama masa Prapaskah ya, Pak?”

“Bener, Dik! Adik itu cerdas, ya... hehehehe... Ini baru anak bapak! Tapi gini, dik! Kita itu masih sering salah mengerti mengenai dana APP. Kayak ibumu itu. Amplop APP itu dianggap sebagai bentuk sumbangan wajib atau partisipasi yang nanti di isi saat ketua lingkungan datang mengambilnya, bukan hasil dari puasa. Makanya amplop itu disimpen!” kata ayah Ade sambil melirik ibunya.

"Iya dech... Ibu keliru!" Ibu Ade hanya bisa tersenyum kecut.

“Trus baiknya amplop itu diapain, Pak?”

“Gini aja.. Kita buat kotak APP. Trus kita taruh di ruang keluarga. Setiap hari kita sisihkan uang makan, uang jajannya asik, uang rokoknya bapak, dan uang belanjanya ibu.. Hasilnya kita masukkan ke kotak itu. Gimana, Dik?”

“Ok, Pak! Kita buat sekarang aja, ya?”

Kemudian Ade dan Ayahnya membuat kotak APP dan menaruhnya di ruang keluarga.

BAGAIMANA DENGAN ANDA?
ber - Aksi Puasa Pembangunan: Saatnya Berbagi 
Thursday, February 18, 2010, 19:17 - BERITA Posted by Administrator

kotak APP di pasturan Ignatius Magelang


Ade bergegas mencari ayah dan ibunya.

“Bu, ada titipan amplop!” katanya sambil menyerahkan amplop itu kepada ibunya.

“Amplop apa, Dik?” tanya ibunya.

Dengan semangat empat lima, Ade menjelaskan amplop itu.

“Tadi Pak Paijo ke sini. Terus nitipin amplop itu. Pak Paijo mengatakan kalau amplop itu adalah amplop APP. Gitu, Bu!”

Ibu Ade mengamati amplop itu dan memasukkan ke dalam buku Puji Syukur yang biasa dibawanya ke gereja.
“APP itu apa sich, Bu?” tanya Ade kepada ibunya yang masih sibuk dengan amplop dan Puji Syukurnya.

Ibunya gelagapan mendengar pertanyaan anaknya itu. Pura-pura aja tidak mendengar pertanyaan anaknya dengan pura-pura membolak-balik buku Puji Syukur.

“APP itu Aksi Puasa Pembangunan, dik!” sahut ayahnya dari ruang tamu.

Ade segera menemui ayahnya di ruang tamu. Karena penasaran, Ade segera memberondong ayahnya dengan pertanyaan-pertanyaan, “Trus kenapa harus ada amplop segala? Emangnya amplop itu untuk apa?”

“Ow.. gini lho, dik! Aksi Puasa Pembangunan itu salah satu ungkapan dalam masa Prapaska. Selama Prapaskah, kita berpantang dan berpuasa. Pantangnya setiap hari Jumat. sedangkan puasanya pada hari Rabu abu dan Jumat Agung".

"Emangnya cara pantang dan puasa itu bagaimana sich, Pak?" Ade makin tertarik dengan keterangan ayahnya.

"Cara pantang adalah memilih untuk tidak membuat apa yang paling kita sukai. Misalnya Adik puasa tidak jajan. Bapak pantang tidak merokok. Ibu pantang tidak dolan ke mall. Sedangkan puasa itu makan kenyang hanya sekali sehari".

"Wah... gampang sekali ya, Pak! Kalau cuma gitu, Adik aja bisa!"

"Memang sangat gampang, Dik. karena mudah itu, banyak orang malah tidak membuatnya. hahahaahaha..... Ya, tho? Karena mudah itu maka kita bisa membuat gerakan pantang dan puasa sendiri yang lebih berat. Selain itu, kita juga membuat gerakan pengumpulan dana APP. Nah, APP itu harus punya daya ubah, Dik!”.

Belum selesai menjelaskan, Ade langsung menyerobot, “Pengumpulan dananya kapan, Pak?”

Ayahnya hanya tersenyum, “Jadi, antara APP dan puasa itu ada kaitannya. Karena sebenarnya makna yang terkait antara puasa dan APP, yaitu memberikan hasil puasa dan pantang. Jadi penghematan yang dilakukan kita sisihkan sebagai wujud keprihatinan terhadap sesama yang berkekurangan lewat menabung. Misalnya adik pantang jajan, uang jajannya itu disisihkan. Klo bapak pantang rokok, uang beuat beli rokok disisihkan. kalau ibu pantang belanja atau main ke mall maka uangnya itu disisihkan. Dan itu fungsi dari amplop APP yang diedarkan oleh gereja”.

“Jadi amplop itu diisi selama masa Prapaskah ya, Pak?”

“Bener, Dik! Adik itu cerdas, ya... hehehehe... Ini baru anak bapak! Tapi gini, dik! Kita itu masih sering salah mengerti mengenai dana APP. Kayak ibumu itu. Amplop APP itu dianggap sebagai bentuk sumbangan wajib atau partisipasi yang nanti di isi saat ketua lingkungan datang mengambilnya, bukan hasil dari puasa. Makanya amplop itu disimpen!” kata ayah Ade sambil melirik ibunya.

"Iya dech... Ibu keliru!" Ibu Ade hanya bisa tersenyum kecut.

“Trus baiknya amplop itu diapain, Pak?”

“Gini aja.. Kita buat kotak APP. Trus kita taruh di ruang keluarga. Setiap hari kita sisihkan uang makan, uang jajannya asik, uang rokoknya bapak, dan uang belanjanya ibu.. Hasilnya kita masukkan ke kotak itu. Gimana, Dik?”

“Ok, Pak! Kita buat sekarang aja, ya?”

Kemudian Ade dan Ayahnya membuat kotak APP dan menaruhnya di ruang keluarga.

BAGAIMANA DENGAN ANDA?

<<First <Back | 37 | 38 | 39 | 40 | 41 | 42 | 43 | 44 | 45 | 46 | Next> Last>>

 
    LoginAdmin        @copyright 2009 Gereja Katolik St Ignatius Magelang