Selamat Datang di Website
Gereja Katolik St Ignatius Magelang
   
AGENDA ACARA 112 TAHUN GEREJA ST.IGNATIUS MAGELANG 
Saturday, July 7, 2012, 13:30 - BERITA Posted by Administrator


Minggu, 1 Juli 2012 Pelepasan balon menandai rangkaian
perayaan dan Sunatan.



Minggu, 8 Juli 2012 - Lomba Menyanyi Lagu Rohani
( 10.00 )
- Lomba Mazmur ( 11.00 )
- Lomba Lektor ( 10.00 )

Minggu, 15 Juli 2012 - Lomba Merangkai Bunga
(10.00)
- Pelatihan Berbusana Jawa
(10.00)

Minggu, 22 Juli 2012 Seminar Kesehatan ( 10.00 )

Jum’at,Sabtu,Mingu,
27-28-29 Juli 2012 Triduum di Lingkungan

Minggu, 29 Juli 2012 Aksi Sosial Donor Darah ( 10.00 )

Senin, 30 Juli 2012 Tirakatan ( 18.30 )

Minggu, 5 Agustus 2012 Ekaristi Syukur ( 07.00 )


Syukur 6 tahun Imamat Romo Wito : ‘Perayaan Ekaristi dan Semangkuk Soto’ 
Friday, June 29, 2012, 14:44 - BERITA Posted by Administrator


Dingin masih terasa ketika Perayaan Ekaristi pagi itu usai. Jum’at pagi 29 Juni 2012 tepat tahun yang keenam Romo YS. Wito Karyono, Pr. ditahbiskan.







Menandai rasa syukur Imamat ini, sekitar 200 umat Paroki St. Ignatius Magelang mengikuti Misa konselebran yang dipimpin oleh Romo Paroki, FX. Krisno Handoyo, Pr. bersama Romo YS. Wito Karyono, Pr. dan Romo Martoyoto Wiyono, Pr.







Seusai Misa, secara sederhana dilanjutkan dengan acara makan soto bersama di pelataran samping pastoran.







Adakah sesuatu yang lebih indah dari pada ungkapan syukur di pagi hari ?

Nobar film \'Soegija\' ke 21 ampelas Jogya, 8 Juni 2012 
Thursday, June 28, 2012, 19:56 - Lain-Lain Posted by Administrator













KEVIKEPAN KEDU : Pra Konggres Ekaristi Kevikepan Kedu 
Thursday, June 28, 2012, 19:31 - BERITA Posted by Administrator


‘Elok, menawan, mempesona dan begitu indah, suatu karya yang agung dan luar biasa dari Sang Pencipta. Lingkungan dan alam diciptakan sebagai pusat keseimbangan bagi keberlangsungan bumi, tidak hanya bagi umat manusia namun bagi keseluruhan mata rantai kehidupan’, begitu narasi yang muncul dari seorang perempuan muda diantara ribuan umat Katolik se Kevikepan Kedu ( Sabtu, 19 Mei 2012 ).



Lewat performa teaterikal sejumlah Orang Muda Katolik ( OMK ) Kevikepan Kedu menggambarkan tentang keserakahan manusia dengan penyalahgunaan dan eksploitasi terhadap alam secara berlebihan. Empat orang pemuda memerankan ‘buto’ memporak-porandakan bumi yang digambarkan dengan lembaran kain putih yang digelar oleh bidadari yang dimainkan oleh seorang remaja putri. Pada awalnya bumi alam semesta diciptakan Tuhan sebagai penunjang hidup manusia dan sumber kehidupan.



Sepenggal drama kehidupan tadi adalah sebagian dari acara OMK dalam menyongsong Konggres Ekaristi Keuskupan Agung Semarang ke II yang berlangsung 22 – 24 Juni 2012 di Ganjuran, Jogyakarta. Acara yang bertajuk ‘Pra Konggres Ekaristi’ ini diawali dengan Perayaan Misa Syukur yang bertepatan dengan Hari Komunikasi Sedunia ke 46, dipimpin secara konselebran oleh Vikjen Keuskupan Agung Semarang, Romo Pius Riyana Prapdi Pr bersama Romo FX. Krisno Handoyo Pr, Romo YS. Wito Karyono Pr, Romo Iswahyudi Pr, dan Romo Yudono Suwondo Pr.



Dalam homilinya Romo Pius mengatakan bahwa ; Dalam kehidupan ini kita butuh keseimbangan untuk bisa memahami dan mengerti tentang arti kebenaran yang sesungguhnya. Agar kita tidak salah dalam bertindak bukan saja kepada sesama, namun juga terhadap alam ciptaan. Keseimbangan sebagaimana pesan Paus Benediktus XVI di Hari Komunikasi Sedunia, adalah keseimbangan antara kata dan keheningan. Ketika kata dan keheningan saling mengucilkan, komunikasi lalu menjadi berantakan, entah karena menimbulkan kebingungan atau sebaliknya, menciptakan suasana dingin. Ketika keduanya saling melengkapi, maka komunikasi menjadi bernilai dan bermakna ; demikian lanjut Romo Vikjen.



Selepas Misa diadakan prosesi perarakan Sakramen Maha Kudus yang merupakan pusat misteri iman dalam agama Katolik. Perarakan yang menempuh jarak sekitar 5 km. Ini juga diikuti oleh hampir seluruh umat yang hadir menyusuri perkampungan sekitar lokasi Gua Maria Grabag. Di akhir perjalanan perarakan, umat melalui permenungan diajak untuk peduli dan memberi perhatian pada lingkungan sekitarnya. Melalui orasi, seorang pemuda berbusana serba hitam memekikan kalimat ; Dengarlah jerit tangis mereka ! Akulah orang berdosa, Lihatlah Dia mengalami penderitaan, kegersangan alam saat ini. Alam yang begitu indah, subur......., Dan sekarang hanyalah cerita belaka. Alam porak-poranda, banjir, tanah longsor, sudah menjadi hal biasa. Kenapa semua itu bisa terjadi ? Semua itu ada karena tingkah laku kita, manusia....., kenapa ? Sampai kapan ? Akankah mereka sadar ? Sadar akan perbuatan kita sampai saat ini. Hutan gundul, sampah telah menghancurkan alam kita........, Sadarlah !

E. Yusuf Kusuma ( Ketua Komisi Komunikasi Sosial Kevikepan Kedu )



<<First <Back | 11 | 12 | 13 | 14 | 15 | 16 | 17 | 18 | 19 | 20 | Next> Last>>

 
    LoginAdmin        @copyright 2009 Gereja Katolik St Ignatius Magelang