Selamat Datang di Website
Gereja Katolik St Ignatius Magelang
   
PARADE LAGU-LAGU PERKAWINAN 
Tuesday, November 2, 2010, 04:49 - BERITA Posted by Administrator
Menanggapi keprihatian penggunaan lagu-lagu berciri ngepop dalam liturgi perkawinan, Tim Kerja Koor menggelar Parade Lagu-lagu Perkawinan. Parade ini ditujukan untuk wilayah-wilayah yang ada di Gereja Ignatius. Lagu-lagu yang dipakai untuk parade ini diambil dari buku Berkatilah Kami Tuhan, terbitan Komisi Liturgi KAS. Parade ini merupakan rangkain terakhir dari proses yang telah dibuat. Ada tiga langkah yan gdibuat Tim Kerja: Sarasehan mengenai Liturgi Perkawinan, Sarasehan Lagu-lagu Perkawinan, dan Parade Lagu-lagu Perkawinan.

Parade ini bertujuan untuk memperkenalkan lagu-lagu perkawinan yang diusulkan oleh KomLit KAS dan sekaligus untuk menambah khasanah liturgi sehingga liturgi di gereja ignatius menjadi semakin hidup dan menarik. Sebagai pengamat, tim kerja koor meminta bantuan mas Tony, anggota tim musik Komlit KAS sekaligus salah satu pengarang dalam buku BKT.

Dalam Parade ini, Tim memilih kelompok koor dan dirigen terbaik. Semuanya diborong oleh Wilayah Gregorius. Oleh karena itu, wilayah ini akan mewakili paroki Ignatius dalam acara Festival Lagu Perkawinan yang diadakan oleh Komisi Liturgi Kevikepan Kedu pada tanggal 17 November 2010.

PESTA IMAMAT DI GEREJA IGNATIUS 
Thursday, September 23, 2010, 04:56 - BERITA Posted by Administrator
Bertempat di Gereja St Ignatius, paguyuban romo-romo diosesan Keuskupan Agung Semarang mengadakan pesta 25 tahun dan 40 tahun imamat. Pada tahun 2010 ini, ada 2 imam yang merayakan pesta perak imamat, yaitu Romo Ig Nandy Winarto Pr dan Romo B, Joyo sasmito Pr. Sedangkan Romo FX Wiyono merayakan ulang tahun imamat yang ke 40 pada bulan Desember mendatang. Meskipun demikian, ulang tahun imamat ke 40 tersebut ikut dirayakan pada pesta perak imamat ini.


Administrator Dioses KAS


Pesta imamat ini diadakan pada hari Rabu, 22 September 2010. Pada kesempatan ini diundang para imam dan keluarganya. Acara pokok adalah perayaan ekaristi syukur dan ramah tamah. Perayaan Ekaristi dimulai pada pukul 10 pagi. Perayaan Ekaristi ini bernuansa Jawa dengan koor dari Paroki Kalasan dan pengrawit dari murid-murid romo Wiyono, paroki Pugeran Jogjakarta. Perayaan Ekaristi dipimpin Oleh Romo Pius Riyana Prabdi, Administrator KAS didampingi para jubilaris dan Romo Budi Wihandono sebagai Ketua UNIO KAS.


Romo B Joyo Sasmita Pr


Setelah perayaan Ekaristi selasai, acara dilanjutkan dengan ramah tamah, bertempat di halaman belakang pasturan Ignatius. Sebagai simbolisasi rasa syukur, diadakan acara seremoni pemotongan tumpeng oleh ketiga jubilaris.


Romo FX Wiyono Pr


Selamat kepada Romo Nandy, Romo Joyo dan Romo Wiyono yang telah merayakan pesta imamatnya. Semoga Tuhan senantiasa menguantkan dan memberkati para romo.
KAPOLRESTA MAGELANG PAMITAN KE PASTURAN 
Thursday, September 23, 2010, 04:36 - BERITA Posted by Administrator
Hari Jum'at, 17 September 2010, Kapolresta Magelang datang ke pasturan untuk berpamitan. Beliau bersama jajarannya ditemui oleh Romo Krisno Handoyo, selaku delegatus administrator Kedu dan Pastur Kepala Paroki Ignatius, Romo Martoyoto, dan Romo Wito. Selain itu, tampak juga beberapa anggota dewan harian yang ikut menemui kapolresta.



Bertempat diruang tamu pasturan, rombongan kapolresta Magelang ditemui dalam suasana penuh canda dan santai. Dalam suasana penuh kekeluargaan itu, Kapolresta mengungkapkan maksud kedatangannya, yaitu untuk berpamitan karena masa tugasnya di Kota Magelang sudah berakhir dan sekaligus memperkenalkan jajarannya di Polrestra Magelang.



Sementara, romo Krisno menyinggung masalah kerukunan umat beragama di Kedu pada umumnya dan Kota Magelang pada umumnya. Toleransi dan usaha untuk membangun kerukunan antar umat beragama demikian besar. Romo KRisno juga berharap, kepemimpinan beliau dapat juga dibawa dan ditularkan di tempat tugas yang baru.




KATHARINA KEMIRIKEREP 
Sunday, September 5, 2010, 23:25 - Profile Lingkungan Posted by Administrator
Berbagi dan berkomunikasi kiranya menjadi semangat umat Lingkungan Katharina Kemirikerep dalam hidup bersama sebagai warga gereja dan sekaligus warga masyarakat. Mereka hidup di tengah pemukiman padat dan berkiprah menjadi pengikut Kristus yang mau berbagi dan membangun komunikasi, serta hidup berbaur dengan para tetangga. Kiprah mereka untuk membawa berkat bagi banyak orang.

Demografi Lingkungan
Data tahun 2010 menunjukkan bahwa umat Lingkungan Katharina Kemirikerep berjumlah 36 kepala keluarga dengan 121 jiwa. Sebanyak 26 KK masih lengkap, satu duda, dan sembilan janda. Berdasarkan status perkawinan, sebanyak 21 pasang menikah secara sakramen gerejawi, sepasang menikah catatan sipil, dan 14 pasang tidak jelas status pernikahannya. Berdasarkan klasifikasi usia, umat berumur 1-7 tahun sebanyak tujuh orang (L:4, P:3), 8-12 tahun sebanyak delapan orang (L:7, P: 1), 13-35 tahun sebanyak 37 orang (L:20, P:17), 35-65 tahun sebanyak 50 orang (L:24, P:26), di atas 65 tahun sebanyak 18 orang (L:5, P:13).

Umat setempat didominasi usia produktif yaitu berusia 13-35 tahun sebanyak 37 orang dan 35-65 tahun sebanyak 50 orang.

Berdasarkan jenis kelamin, umat laki-laki 60 orang dan perempuan 61 orang.
Berdasarkan asal-usul suku bangsa, sebanyak 80 orang atau 66,1 persen keturunan Tionghoa, dan 41 orang atau 33,9 persen pribumi (Jawa dan Flores).
Berdasarkan klasifikasi pekerjaan, umat sebagai karyawan swasta 22 orang, pegawai negeri sipil empat orang, wiraswasta 15 orang, pelajar 28 orang, mahasiswa 11 orang, balita lima orang, dan profesi lainnya 36 orang. Mereka yang masuk kategori profesi lainnya itu tidak jelas, namun kemungkinan bekerja serabutan dan ibu rumah tangga.
Umat setempat secara ekonomi umumnya masuk kategori kelas ekonomi menengah, sedangkan dua KK termasuk tergolong ekonomi lemah, beberapa lainnya masuk kategori kaya. Beberapa di antara mereka menjadi pengurus Forum Komunikasi Pengusaha dan Profesional Katolik Magelang.

Relatif banyak jumlah mahasiswa dan pelajar berasal dari lingkungan itu menjadi potensi pengembangan kehidupan gereja lingkungan setempat. Berdasarkan tingkat pendidikan, empat orang TK (L:0, P:4), 19 SD (L;9, P:10), 12 SMP (L:3, P:9), 33 SMA (L:19, P:14), 30 sarjana (L:17, P: 13). Sebanyak 23 orang tidak mencatatkan tingkat pendidikan terakhirnya, namun secara umum umat setempat berpendidikan dan mempunyai kemampuan intelektual secara memadai.


Sejarah Perkembangan Umat Lingkungan

Lingkungan Katharina Kemirikerep, salah satu lingkungan di Wilayah Katharina. Pada masa lalu pembentukan wilayah di Paroki Ignatius Kota Magelang berdasarkan atas pembagian wilayah kelurahan di Kota Magelang. Pemberian nama pelindung atau orang kudus sekitar 1980-an, pada masa paroki itu dipimpin oleh Romo FX Wiyono Pr.
Pemilihan nama santo dan santa pelindung wilayah oleh pihak paroki berdasarkan kriteria kesamaan huruf pertama nama pelindung dengan huruf pertama nama wilayah supaya umat mudah mengingatnya. Nama Wilayah Katharina karena umat setempat tinggal di Kelurahan Kemirirejo, Kecamatan Magelang Tengah.

Pemberian nama pelindung lingkungan memberi warna rohani atau spiritual atas umat lingkungan itu dan kekhasan kristiani daerah yang membedakan dengan nama wilayah pemerintahan. Namun, karena inisiatif pemberian nama pelindung itu berasal dari hirarki, membuat umat setempat tidak mengenal secara baik atas tokoh gereja yang menjadi pelindung lingkungannya. Padahal nama pelindung lingkungan setempat, Santa Katharina, itu menjadi dasar mereka untuk membangun spiritualitas.
Pengurus dan umat lingkungan setempat menyadari keterbatasan pengetahuannya tentang biografi Santa Katharina.

Wilayah Kemirirejo pada 1983 adalah salah satu di antara tujuh wilayah kegembalaan para romo Paroki Santo Ignatius Kota Magelang. Berdasarkan reksa pastoral setempat, wilayah itu dipandang terlalu luas dengan jumlah umat yang semakin berkembang. Wilayah itu kemudian dibagi menjadi dua lingkungan yakni Lingkungan Katharina I dan Lingkungan Katharina II. Pemberian nama Lingkungan Katharina Semplon sejak 1989. Wilayah Katharina dimekarkan satu lingkungan lagi pada 1991 menjadi Lingkungan Katharina III. Nama lingkungan pada 2010 kemudian diubah menjadi Lingkungan Katharina Bayeman, Lingkungan Katharina Semplon, dan Lingkungan Katharina Kemirikerep. Lingkungan Katharina Kemirikerep berbatasan degan Lingkungan Katharina Semplon (utara), Lingkungan Robertus (timur), Lingkungan Maria (selatan), dan Lingkungan Katharina Bayeman (barat).

Tokoh umat yang pernah menjabat sebagai Ketua Lingkungan Katharina Kemirikerep adalah:

1. Koh Ping
2. Liem Swe Ping
3. Laurentius Ridwan
4. Yohanes Slamet Gunarso

Mereka adalah warga asli setempat yang memimpin pengembangan iman umat dan membantu karya pastoral Romo Paroki terutama di lingkungan.


Kelengkapan Lingkungan

Umat setempat terlibat aktif untuk mengurus lingkungannya terutama mereka yang masuk jajaran kepengurusan lingkungan. Pengurus lingkungan setempat periode 2010-2012 adalah:


Ketua : Yohanes Slamet Gunarso
Sekretaris : Antonius Sulistianto
Bendahara : Fransiska Irawati
Tim Pewartaan/Katekis : Lusia Linawati Gunarso
Tim Koor : Agustinus Handoyo

Lingkungan Katharina Kemirikerep juga memiliki dua pemazmur dan seorang katekis untuk mendukung berbagai kegiatan liturgi. Lingkungan itu juga telah memiliki peralatan misa.

Dinamika Pelayanan Umat
Umat Lingkungan Kemirikerep umumnya berusia produktif dan relatif banyak yang berpendidikan tinggi. Para ibu mendominasi kehadiran pada setiap pertemuan lingknugan. Sekitar 70 persen ibu berpartisipasi dalam pertemuan lingkungan, 20 persen bapak, dan 10 persen anak-anak.

Beberapa kegiatan pembinaan iman antara lain bina umat untuk persiapan calon baptis, penerimaan komuni pertama, sakramen krisma, pendalaman iman tematis (APP, Adven, dan BKSN), ibadat, dan misa. Partisipasi umat dalam kegiatan lingkungan rata-rata di bawah 60 persen, namun kebutuhan dana cukup lancar karena umumnya umat rela memberikan sumbangan bagi kepentingan lingkungan. Pengurus dan Romo Paroki menjadi tumpuan harapan umat untuk memperhatikan keluarga-keluarga Katolik terutama yang sedang menghadapi masalah supaya mereka tetap bertekun dalam iman Katolik.


Hubungan Gereja Lingkungan Dengan Masyarakat
Umat Lingkungan Kemirikerep hidup bersama dengan masyarakat umum yang sehari-hari memiliki aktivitas tinggi. Relasi umat dengan masyarakat berjalan secara harmonis. Keakraban dan semangat kekeluargaan umat dengan masyarakat umum terlihat saat hari raya keagamaan. Mereka juga menggelar kegiatan bersama antara lain kerja bakti, pembagian sembako pada Natal dan Lebaran, pertemuan PKK, Dasawisma. Beberapa umat dipercaya menjadi Ketua Rukun Tetangga, dan umat lain menjadi orang tua asuh dari beberapa anak keluarga tak mampu.


<<First <Back | 23 | 24 | 25 | 26 | 27 | 28 | 29 | 30 | 31 | 32 | Next> Last>>

 
    LoginAdmin        @copyright 2009 Gereja Katolik St Ignatius Magelang