Selamat Datang di Website
Gereja Katolik St Ignatius Magelang
   
MUSEUM MISI MUNTILAN. 
Wednesday, March 20, 2013, 18:42 - Kevikepan Kedu Posted by Administrator


Adalah Muntilan.



Kota Kecamatan Muntilan di Jawa Tengah adalah kota kecil yang terletak sekitar 15 km dari Magelang kearah Yogyakarta. Kota ini dikenal sebagai tanah misi dan lahirnya Gereja Katolik di tanah Jawa. Di kota yang berada sekitar 5 km dari Gunung Merapi ini pada sekitar tahun 1863-1926 Pastor Fransiskus van Lith SJ. berkarya dan menetap di Desa Semampir di pinggir Kali Lamat. Di desa itu ia mendirikan sebuah sekolah dan bangunan gereja yang sederhana. Gereja dan sekolah itu kemudian pada tahun 1911 berkembang menjadi kompleks St Franciscus Xaverius College Muntilan.



Awalnya Kompleks Sekolah.



Pada tahun 1906 van Lith mendirikan sekolah guru untuk masyarakat Jawa. Disekolah inilah Van Lith menempatkan pendidikan sebagai unsur terpenting dalam kaderisasi masyarakat Jawa. Lewat pendidikan sekolah di Muntilan dihasilkan elite politik Katolik seperti IJ. Kasimo, Frans Seda, Mgr. Soegija Pranata dan sejumlah tokoh lain. Tujuan pendidikan yang ia selenggarakan adalah meningkatkan kualitas anak-anak Jawa sehingga mereka mendapatkan kedudukan yang baik dalam masyarakat. Tahun 1948 kompleks sekolah ini dibakar, namun dari sanalah sudah dihasilkan cukup banyak elite Katolik Indonesia. Kompleks sekolah di Muntilan itu hingga saat ini masih ada, selain gereja St. Antonius Muntilan di sana juga masih ada sekolah berasrama SMA Pangudi Luhur van Lith. Kemudian di kompleks itu juga dibangun Museum Misi Muntilan.



Museum.



Museum Misi Muntilan Pusat Animasi Misioner adalah lembaga karya pastoral Keuskupan Agung Semarang, Serikat Yesus Provinsi Indonesia dan Kongregasi Bruder FIC Provinsi Indonesia. Lembaga ini bertujuan untuk ikut ambil bagian dalam menjamin berkembangnya Gereja lokal Keuskupan Agung Semarang. Demikian disampaikan Nurwidi disela-sela mendampingi anak-anak dalam mengamati benda-benda koleksi museum. Salah satu koleksi yang menarik adalah narasi tentang ‘Sarikrama’ seorang pribumi yang hidup pada awal abad XX dan menandai lahirnya agama Katolik di Jawa dengan ritual pembabtisan 171 orang oleh Pastor Fransiskus van Lith SJ. pada tahun 1904 di Sendangsono.



Koleksi.



Koleksi lain yang menarik adalah naskah-naskah buku kuna seperti buku ’Slaka’ dengan memakai aksara Jawa. Buku yang ditulis tangan ini digunakan oleh umat untuk berdoa dengan iringan musik rebana. Juga buku ‘Babad Dalem Sang Pamarta, sinawung sekar macapat’ gubahan CS. Harjasudarma. Selain buku-buku kuna juga meja altar dan kursi dari bambu yang digunakan Paus Johanes Paulus II saat memimpin Misa di Yogyakarta yang diikuti oleh ribuan umat pada tanggal 10 Oktober 1989.



Edukasi.



Melalui edukasi di museum ini, dengan merumuskan dan mengembangkan konsep misioner berdasarkan sejarah karya misi Keuskupan Agung Semarang dan pegangan pengembangan iman, yakni Kitab Suci, Tradisi Magisterium dan tanda-tanda jaman, umat Katolik diajak lebih mendalami dan mengenal lebih jauh tentang jatidirinya sebagai orang Katolik yang menjadi bagian dari Keuskupan Agung Semarang. Jadi bukan saja melalui dogma Gereja dan ajaran-ajaran sosial gereja, namun juga melalui sejarah gereja lokal bagaimana dan siapa yang membawa hingga hadir ke tanah Jawa ini. ‘Dalam Gereja Katolik di Indonesia kaum intelektual sudah sejak semula mempunyai peran yang mengagumkan. Di berbagai daerah tulang punggung perkembangan umat adalah para guru. Dan kaum awam Katolik telah melibatkan diri secara aktif dalam perjuangan Kemerdekaan Indonesia.’, demikian dikatakan Paus Yohanes Paulus II saat berkunjung ke Indonesia tanggal 10 Oktober 1989. ( dari berbagai sumber ).

E. Yusuf Kusuma ( Ketua Komisi Komunikasi Sosial Kevikepan Kedu ).


| 1 |

 
    LoginAdmin        @copyright 2009 Gereja Katolik St Ignatius Magelang